4.1.1

Yuk, Mentradisikan Berbagi Souvenir Islami!

4.1.1

Dalam tradisi masyarakat kita, souvenir atau hadiah biasanya diberikan pada kesempatan-kesempatan dan momen spesial, termasuk pada acara-acara hari besar Islam. Dan tujuan utama dari pemberian souvenir atau hadiah ini adalah untuk mengungkapkan rasa terima kasih, penghormatan, dan kasih sayang.

Asal usul pemberian souvenir atau hadiah ini sebenarnya telah dimulai pada masa kerajaan. Ketika itu, pemberian hadiah pada umumnya terbagi atas 3 (tiga) cara, yaitu :

  • Pemberian hadiah oleh rakyat kepada raja sebagai bentuk ketaatan dan loyalitas
  • Pemberian hadiah dari tamu yang datang kepada raja sebagai wujud rasa hormat dan penghargaan
  • Pemberian hadiah pada seremoni tertentu di kerajaan seperti peringatan kenaikan tahta, perayaan hari kelahiran putra mahkota, dan sebagainya.

Dalam perkembangannya, tradisi memberi hadiah ini tak hanya terbatas dilakukan dalam lingkungan kerajaan, tetapi juga diikuti oleh masyarakat umum, termasuk pemberian hadiah yang dilakukan pada seremoni ibadah sebuah agama.

Jika kita melihat lebih jauh ke belakang, Allah SWT telah menyebutkan tentang pemberian hadiah ini dalam Al-Quran pada kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Bilqis. Dalam kisah tersebut, Ratu Bilqis mengatakan: “Sesungguhnya aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu.” (Q.S. An-Naml: 35).

Ketika itu, Ratu Bilqis bermaksud melunakkan hati Sulaiman a.s. dengan cara mengirimkan hadiah, dengan harapan Nabi Sulaiman akan membiarkan dirinya dan kaumnya untuk tetap menyembah matahari. Akan tetapi Sulaiman membalas mereka dengan berkata: “Kamu merasa bangga dengan hadiahmu. Kembalilah kepada mereka, sungguh kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang tidak kuasa mereka lawan.” (Q.S. an-Naml: 36-37)

Balasan Nabi Sulaiman ini mencerminkan ketaatan dan kekuatan tekad seorang Nabi utusan Allah. Pemberian hadiah tidak membuat keteguhan dan keyakinan Nabi Sulaiman melemah terhadap segala bentuk kemusyrikan.

Dalam istilah syar’i, hadiah bermakna memberikan sesuatu kepada orang tertentu dengan tujuan terwujudnya hubungan baik dan mendapatkan pahala dari Allah tanpa adanya permintaan dan syarat. Hukumnya diperbolehkan apabila tidak ada larangan syar’i. Disunnahkan apabila dalam rangka menyambung silaturrahim, kasih sayang dan rasa cinta. Disyariatkan apabila bertujuan untuk membalas budi dan kebaikan orang lain. Namun hukum pemberian hadiah ini bisa menjadi haram atau mendekati keharaman jika hadiah tersebut berupa barang haram ataupun pemberian dimaksud adalah atas niat tercela seperti menyogok ataupun seperti yang dilakukan ratu Bilqis kepada Nabi Sulaiman.

Islam pada dasarnya sangat menganjurkan umatnya untuk saling memberi hadiah, karena hadiah dapat merekatkan kasih sayang, menguatkan hubungan sosial, dan menghilangkan permusuhan atau kedengkian. Hadiah juga dapat menumbuhkan dan menguatkan rasa cinta dan kasih sayang di dalam hati.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda, ”Saling memberi hadiahlah kalian, meskipun dengan sedikit tulang domba. Karena hal itu bisa memperkuat kasih sayang dan menghilangkan permusuhan.”

Dalam hadits yang lain pula beliau bersabda, “Hendaklah kalian saling memberi hadiah, agar kalian saling mencintai.” (HR. al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad, Shahih al-Jami 3004, al-Irwa 1601).

Berdasarkan anjuran ini, maka tradisi pemberian hadiah termasuk souvenir adalah tradisi yang sangat baik untuk dilestarikan. Selain menjadi wujud kepatuhan terhadap anjuran Rasulullah SAW, dapat memperkuat ikatan silaturahim dan kasih sayang, pemberian hadiah atau souvenir khususnya souvenir yang bercirikan islami juga dapat menjadi sarana dakwah dan amal jariah.

Lebih lanjut tentang souvenir islami akan kita perbincangkan pada artikel mendatang.

Referensi :
www.binasyifa.com
www.refiza.com
www.riawanielyta.com
www.sunnah.or.id

Penulis :
Riawani Elyta
Penulis nonfiksi Sayap-sayap Sakinah, Sayap-sayap Mawaddah dan 14 novel.
FB : Riawani Elyta
Twitter : @RiawaniElyta
Blog : www.riawanielyta.com
IG : riawani_elyta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>