Tipe Keluarga Ibrahim, Nuh, Firaun Atau Abu Lahab?

Love__Mom_by_MooMyFire

Love__Mom_by_MooMyFire

Di dalam Al-Quran, berbagai tipe keluarga telah dicontohkan. Sebagai manusia tinggal memilih, mau dijadikan seperti apa keluarga kita. Apakah seperti keluarga Ibrahim, keluarga Nabi Nuh, keluarga Fir’aun, atau keluarga Abu Lahab?

Keluarga Nabi Ibrahim adalah tipe keluarga ideal. Ayah, ibu, dan anak, semua tunduk, patuh, bertakwa kepada Allah SWT dengan keimanan yang sempurna. Sang ayah, adalah Rasulullah kekasih Allah, dan semua anaknya, Ishaq dan Ismail, juga menjadi nabi. Istri-istri Ibrahim, juga semulia-mulia wanita. Bayangkan, demi menjalankan perintah Allah SWT, Nabi Ibrahim “tega” meninggalkan Hajar dan Ismail yang masih bayi di sebuah padang pasir yang tandus. Hajar pun tidak mengeluh, karena dia tahu, itu semua adalah ujian keimanan dari Allah SWT. Ketika Ismail menangis meminta air, sementara persediaan air sudah habis, Hajar pun berlari-larian dari Bukit Shofa ke Bukit Marwa sebanyak tujuh kali untuk mencari air. Ternyata, mukzizat justru datang dari entakan kaki Ismail, dimana air mengucur menjadi telaga Zamzam.

Selain keluarga Ibrahim, dalam Al-Quran juga dicontohkan tipe keluarga Nuh. Nabi Nuh a.s. adalah nabiyullah yang tentu sangat shalih dan memiliki keimanan yang sangat kuat. Tetapi, Nabi Nuh ternyata memiliki istri dan anak-anak yang mendurhakainya. Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “Allah membuat perumpamaan bagi orang yang ingkar: istri Nuh dan istri Luth, mereka adalah istri dua orang hamba di antara hamba-hamba Kami yang saleh. Tetapi mereka berkhianat (kepada suami-suaminya). Maka mereka tiada berdaya suatu apapun terhadap Allah. Kepada mereka dikatakan, ‘Masuklah kamu ke dalam neraka jahanam bersama orang yang masuk (ke dalamnya)’.” (QS. At-Tahrim: 10).

Lalu bagaimana dengan tipe ketiga? Yaitu keluarga Firaun. Jika pada keluarga Nabi Nuh, yang mendurhakai adalah istri, pada keluarga ini, yang beriman ternyata justru istri Firaun, yaitu Asiyah binti Muzahim. Ketika Firaun tahu keimanan istrinya, dia sangat murka, dan menyuruh orang-orangnya untuk menyiksa Asiyah. Dalam keadaan disiksa, Asiyah berdoa, “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkan aku dari kaum yang dzalim.” (QS. At-Tahrim:11).

Keempat, tipe keluarga Abu Lahab. Ini tipe sempurna dalam masalah kekufuran. Abu Lahab dan istrinya, Ummu Jamil, sangat aktif memusuhi Nabi Muhammad SAW dan para sahabat. Segala upaya mereka lakukan untuk mencelakai Rasulullah SAW. Mereka berdua pun diabadikan dalam Al-Qur’an sebagai hamba yang akan masuk ke dalam neraka. “Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa.” (QS. Al-Lahab: 1-2).
Jadi, itulah empat tipe keluarga yang ada dalam Al-Quran. Tentu kita menginginkan tipe seperti keluarga Ibrahim, bukan? Tetapi, yang ideal terkadang sulit kita peroleh. Maka, jika sebagian dari kita ditakdirkan memiliki istri yang sulit diatur, tetaplah bersabar sebagaimana nabi Nuh. Meski sebagian anak-anaknya mengikuti istrinya, toh sebagian anak yang lain beriman sebagaimana ayahnya. Demikian juga, Asiyah, meskipun suaminya adalah pendurhaka nomor satu, dia tetap bertahan dalam keimanan, dan bahkan mendidik putra angkatnya, Musa yang kelak menjadi seorang nabi.
Mari hindari menjadi keluarga semacam Abu Lahab. Melihat pasangan tak bisa diharapkan, lalu putus asa dan ikut-ikutan menjadi durhaka. Na’udzubillah.

 

Afifah Afra: Penulis adalah CEO PT Indiva Media Kreasi dan Sekjen BPP Forum Lingkar Pena. Telah menulis lebih dari 50 judul buku. Silahkan kunjungi blognya CATATAN AFIFAH AFRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *