Tag Archives: SIRAH

Muhammad SAW

TAK BOLEHKAH AKU MENJADI HAMBA YANG BERSYUKUR?

Muhammad SAW

(Gambar diambil dari sini)

Sobat Sakinah, bagaimana jika kita tiba-tiba diberi jaminan diampuni segala dosa dan sudah pasti masuk surga? Mungkin kita akan larut dalam kegembiraan, lalu berperilaku lupa daratan. Pikiran kita, untuk apa susah payah beribadah, toh kita sudah dijamin masuk surga.

Tunggu! Coba Sobat cermati kisah yang sangat terkenal tentang kemuliaan akhlak Rasulullah SAW ini.

Diceritakan kembali oleh Imam Al Ghazali, bahwa suatu ketika ‘Atha menemui istri Rasulullah, Aisyah r.a. Ia berkata, “Beritahukanlah kepada kami sesuatu yang menakjubkan yang anda lihat dari Rasulullah SAW.”

Aisyah menangis sambil berkata, “Bagaimana tidak menakjubkan, pada suatu malam beliau mendatangiku, lalu pergi bersamaku ke tempat tidur hingga kulitku menempel dengan kulitnya. Kemudian beliau berkata, “Wahai putri Abu Bakar, biarkanlah aku beribadah kepada Tuhanku.”

Aisyah pun menjawab, “Saya tidak akan menghalangi keinginan Anda.”

Rasulullah Saw pun berwudhu, kemudian beliau shalat, lalu menangis hingga air matanya bercucuran membasahi dadanya. Beliau rukuk, lalu menangis. Beliau sujud, lalu menangis. Beliau berdiri lagi, lalu menangis lagi. Demikian seterusnya beliau lakukan sambil menangis hingga datang azan Subuh

Rupanya Aisyah menyaksikan apa yang terjadi pada diri Rasulullah Saw. la merasa penasaran dan berniat menanyakan keadaan suaminya itu.

Setelah menunaikan shalat Subuh, Aisyah kemudian bertanya kepada Rasulullah Saw, “Ya Rasulullah, apa yang membuat Anda menangis? Padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa Anda yang lalu maupun yang akan datang.”

Beliau menjawab, “Tidak bolehkah aku menghendaki agar menjadi seorang hamba yang bersyukur?”

Banyak orang melakukan sesuatu karena takut ancaman atau menginginkan sesuatu. Jika ancaman menghilang, atau sesuatu yang diinginkan, maka aktivitas kebaikan itu terhenti. Adapun Rasulullah, meski segalanya telah dijamin, beliau tetap beridabah tak kenal lelah dalam rangka bersyukur. Fabiayyi aala irabbikuma tukadziban.

Menurut para cendekiawan, motivasi seseorang dalam beramal memang ada tiga. Pertama, karena takut akan ancaman. Kedua, karena berharap akan penghargaan. Terakhir… ini yang terjadi pada Rasulullah SAW. Beramal karena cinta.

Bagaimana dengan kita?