Tag Archives: ARTIKEL

Cinta Suci Adinda dan Tahun Kebangkitan Novel Indiva

Cinta Suci Adinda-FIX

Keberadaan Penerbit Indiva sebenarnya tidak bisa dilepaskan dengan novel. Di awal berdirinya, Indiva telah menggebrak dunia perbukuan dengan berbagai novel yang khas, seperti De Winst (Afifah Afra), Livor Mortis (Deasylawati P), Rose (Sinta Yudisia) dan Jasmine (Riawani Elyta). Namun, beberapa tahun terakhir ini, Indiva mulai agak jarang menerbitkan novel. Ternyata, hal ini cukup dikeluhkan oleh pembaca. Beberapa pembaca setia Indiva mengaku rindu dengan hadirnya novel-novel inspiratif Indiva. Continue reading

flower_1

KETIKA API CINTA MULAI MEREDUP

flower_1

Memasuki gerbang pernikahan seolah memasuki hutan belantara yang sebelumnya belum terjamah oleh kita, dalam menjelajahinya kadang kita menemukan pemandangan yang indah, sejuk dan ketentraman namun tak jarang pula rintangan, ilalang yang sangat tinggi, ancaman hewan buas tanjakan yang terjal dan sulitnya bertahan karena semakin menipisnya perbekalan. Meski ada peta atau panduan perjalanan tetapi terkadang banyak yang salah arah sehingga banyak yang tersesat dan berbalik arah.

Begitulah liku pernikahan pun saat kita dengan begitu bersemangat dalam memulai dan memasukinya dengan api cinta yang bergejolak, namun jika tak memiliki panduannya dan mampu menjaga gejolaknya lama kelamaan gejolaknya akan meredup dan padam. Permasalahan demi permasalahan akan selalu datang menguji sebuah pernikahan, tentu ujian itu agar ikatan kita dengan pasangan semakin kuat bukan semakin mengendur dan lepas.

Seperti yang dialami oleh sepasang suami istri yang sudah mengarungi pernikahan selama 15 tahun, mereka mengawali semua dengan semangat cinta yang tinggi meski ada perbedaan meski saat itu tak menjadi permasalahan untuk kedua pasangan namun ternyata menjadi pemicu.Karena perbedaan itu tak diselesaikan diawal-awal pernikahan akhirnya menjadi bom yang mematikan, membuat mereka tampil dengan dingin dan penuh kepalsuan. Bagaimana tidak palsu masing-masing tak bisa menceritakan hal yang sebenarnya, sampai akhirnya muncul idaman-idaman lain dihati mereka. Bukannya menyelesaikan malah menambah keruwetan saja dengan kehadiran mereka.

Menurut psikolog DRA. Rieny Hasan setiap perilaku yang kita tampilkan adalah sarana untuk memuaskan kebutuhan dalam diri. Contoh kalau terasa haus, kita akan mencari air dan minum. Kalau terasa kepanasan saat berjalan dibawah teri matahari maka mencari perlindungan dengan membuka payung atau mencari tempat yang teduh. Begitupun dalam pernikahan saat ada permasalahan yang tak terselesaikan dengan baik, hal itu malah menjadi sumbatan dan mencari perlindungan dan sarana pemuasan diluar. Kasus seperti ini banyak sekali ditemui dalam masyarakat kita, kurangnya keterbukaan, saling memahami dan belajar untuk fokus pada masalah yang sebenarnya. Memperbaiki komunikasi yang tersumbat dengan memperbanyak kebersamaan serta saling menyakinkan untuk mempertahankan pernikahan ini. (fm)

116

Kematian: Kapan saja, siapa saja, di mana saja!

116

Bertahun-tahun silam, ketika saya masih co-ass, ada satu tema unik yang diperbincangkan oleh teman-teman saya.  Perbincangan itu berawal pada kejadian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi yang sangat menarik. Suatu hari, seorang pengunjung yang sedang mengunjungi saudaranya yang sakit di rumah sakit, setelah menaiki tangga dan sampai di depan saudaranya mendadak terkena serangan jantung.  Suasana pun menjadi panik. Untungnya pihak rumah sakit dengan cepat bertindak. Beberapa tenaga medis, termasuk seorang dokter spesialis anestesi pun melakukan resusitasi (pertolongan pertama) kepada pembezuk tersebut. Sayangnya, setelah beberapa  saat tidak ada respon, dokter pun menyatakan dia meninggal dunia. Jiwanya tidak tertolong dan menghadap Sang Khalik.

Menurut kebanyakan teman-teman saya, peristiwa ini unik, seorang pembezuuk meninggal di Rumah Sakit setelah membezuk orang sakit. Justru pasien yang sudah lama terbaring masih tetap hidup hingga sekarang, sementara dia yang sebelumnya sehat wal afiat mendadak menemukan kematiannya. Itu mungkin yang membuat teman-teman saya menganggap hal itu unik, bahkan lucu.

Memang banyak hal yang unik dalam hidup ini, salah satunya adalah kematian. Sebenarnya kalau kita sedikit mau merenungi peristiwa ini, banyak pelajaran yang dapat diambil,  dan hal tersebut merupakan moment berharga yang dijadikan sarana agar kita kembali merenungi hakikat kehidupan ini.

Kehendak Allah di atas kehendak dan kemauan hambanya

Memang seringkali kita mempunyai suatu keinginan dan kemauan ingin begini, ingin begitu dan seterusnya, sebagaimana juga orang tersebut di atas. Dia menginginkan membezuuk saudaranya dan harapannya pulang kembali bertemu dengan keluarganya.  Mungkin sebelumnya ia bahkan telah berharap agar saudaranya itu cepat sembuh, dan diberi umur yag panjang alias tidak segera dicabut nyawanya oleh Sang Pemberi Hidup. Namun ternyata Allah berkehendak lain, dia meninggal di depan saudaranya yang sakit yang justru diberi usia lebih lebih panjang

 Kematian itu pasti datangnya

Karena kematian adalah sebuah kemestian, sebuah Sunatullah. Ia akan datang seketika tanpa kita inginkan, atau justru tak datang-datang meski kita sudah sangat menginginkan, misalnya karena sudah terlalu bosan hidup. Karena itu, persiapkan bekal untuk kehidupan akhirat kelak. Sebab, semua orang bisa saja mendadak menemui kematian meski sebelumnya tak ada tanda-tanda untuk itu.

Kullu nafsin dzaiqotul mauut, setiap yang hidup pasti akan mati, demikian Allah berfirman, Oleh karenanya, bersiap-siaplah Wahai Saudaraku! Wallahu a’lam bishowab.

Ditulis Oleh Dr. Ahmad Supriyanto

Kontributor adalah owner dan pengelola SOLO KHITAN CENTER. Sehari-hari bekerja di RSU PKU Muhammadiyah Surakarta. Menetap di Surakarta.

anak-sholat-di-masjid

Mengajar Anak Shalat

anak-sholat-di-masjidKeinginan utama semua orangtua pada anak-anak adalah ingin anak-anaknya rajin menjalankan Shalat sejak mereka kecil. Lebih baik lagi jika mereka terbiasa mengerjakannya, tanpa harus selalu diingatkan dan disuruh oleh orang tuanya. Namun kenyataannya masih jauh dari harapan, anak usia remaja pun yang seharusnya sudah paham pentingnya shalat masih saja, absen dan lalai mengerjakannya.

Di jama nsekarang orang tua semakin cemas dan panik tatkala anak-anaknya susah sekali mengerjakan shalat, padahal mereka sudah menyekolahkan mereka kesekolah unggulan berbasis islamic school dan menyuruh mereka privatemengaji dengan bayaran yang sangat tinggi. Namun saat kembali ke rumah, mereka susah sekali mengerjakan shalat. Banyak sekali alasan-alasan yang mereka berikan. “Bentar lagi ya Bun aku masih cape!” atau “Nunggu iklan ya Bun, BoBoy-nya lagi seru!”

Menanamkan dan membiasakan anar agar shalat 5 waktu adalah kewajiban orang tua, tanggung jawab ini sungguh berat untuk para orang tua terlebih saat ini taktik menguji anak semakin bervariasi serta godaan media yang sulit dihindarkan, terkadang membuat sebagian orang tua akhirnya terbawa emosi dan amarah. Akhirnya anak benar-benar menyerjakan shalat dengan perasaan tertekan dan takut dengan orang tua, bukan karena Allah.

Menurut praktisi parenting, anak-anak sebetulnya tahu bahwa shalat itu wajib, shalat itu harus tepat waktu namun mereka belum memahami sepenuhnya makna shalat yang sebenarnya, apa manfaat shalat dan apa pengaruhnya terhadap hidup mereka.

Jadi kita harus memberikan pemahaman dulu, ajak mereka berdialog dengan bahasa mereka.Latihan secara perlahan agar menjadi sebuah pembiasaan, disini orang tua benar-benar menjadi contoh teladan, misal saat adzan berkumandan, ibu menghentikan aktifitasnya di dapur lalu mengajak anak-anak shalat atau sang ayah yang sedang menonton mematikan TV lalu mengajak mereka shalat di masjid. Lalu berikan motivasi saat mereka terlihat jenuh dan bosanserta reward saat anak melakukan shalat dengan baik. [fm]