Suraqah bin Malik dan Dua Gelang Kisra

Kuda

KISAH INDAH DI PERISTIWA HIJRAH #2

KudaDarun Nadwah terbakar amarah! Para pembesar kaum Kafir Quraisy berhasil membakar emosi para pemuda Quraisy dengan sebuah hasutan, bahwa Muhammad bin Abdullah adalah musuh besar yang harus segera mereka bunuh. Saat itu, Muhammad sedang dalam perjalanan hijrah menuju Madinah. Mereka khawatir sekali, saat sesampai di Madinah, Muhammad dan para pengikutnya akan semakin kuat.
Mereka, para pembesar seperti Abu Jahal, Abu Lahab, Abu Sufyan dan sebagainya, akhirnya membuat sebuah sayembara. Barangsiapa berhasil membunuh Muhammad, maka mereka akan memberi hadiah 100 ekor onta yang terbaik kualitasnya.

Seorang lelaki gagah, Suraqah bin Malik namanya, mendadak mengelus pedangnya. Seratus ekor onta itu sangat memotivasinya. Dia adalah seorang lelaki yang terkenal dengan kegagahannya di Nejd. Pemuda dari Bani Kinanah yang sangat disegani dan dihormati. Dia menyatakan diri sanggup mengejar dan membunuh Muhammad.

Debu mengepul saat kuda Suraqah menghentakkan kakinya, berlari kencang, memulai pengejarannya. Dengan bantuan orang-orangnya, Suraqah pun berhasil mendapatkan jejak Rasulullah. Dari kejauhan, dia melihat Rasulullah dan Abu Bakar as-Shidiq yang tengah berjalan menuju Madinah. Semangat Suraqah pun membuncah. Dia mempercepat laju kudanya. Namun, begitu jarak kudanya semakin dekat, mendadak kuda itu terjerembab. Suraqah tersentak kaget. Kuda yang dinaiki adalah kuda terbaik dan sangat terlatih, bagaimana mungkin bisa terjerembab?

Suraqah bangkit, lalu menaiki lagi kudanya dan mempersiapkan anak panahnya. Namun, setelah jarak semakin dekat, lagi-lagi kudanya terjerembab. Peristiwa itu terulang hingga tiga kali, sampai akhirnya Suraqah tersadar, bahwa sosok yang tengah dikejarnya itu memang bukan sosok biasa. Suraqah pun kembali mengejar Rasulullah, bukan untuk membunuh, tetapi untuk memohon ampun.

Muhammad tersenyum kepadanya, mengampuni dan berkata “Wahai Suraqah, bagaimana perasaanmu jika engkau memakai dua gelang Kisra?”

“Kisra bin Hurmuz?” Suraqah tertegun, tak paham dengan perkataan Muhammad Rasulullah. Kisra adalah kaisar Persia yang sangat termasyhur kala itu.

Akan tetapi, Rasulullah tak menjelaskan lebih mendetail. Beliau melanjutkan perjalanannya bersama Abu Bakar menuju Madinah. Suraqah, setelah peristiwa tersebut akhirnya bertaubat dan masuk Islam. Dia ikut bersama sahabat-sahabat lain berjuang menegakkan Al-Islam.

Alkisah, setelah Umar bin Khatab menjadi khalifah, kaum Muslimin berhasil mengalahkan Persia. Umar bin Khatab pun mencari gelang Kisra, dan menghadiahkan kepada Suraqah yang menerimanya dengan tangan gemetar dan penuh haru.

Ternyata, Rasulullah sudah meramalkan peristiwa itu. Subhanallah… [Admin].

Gambar diambil dari SINI.

[Ditulis oleh Afifah Afra. Ingin berinteraksi dengan Penulis? Follow akun Twitternya @afifahafra79 dan Like Fanpage AFIFAH AFRA].

3 comments

Leave a Reply to Mindiva Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *