karangan-bunga1

Selamat Menempuh Hidup Baru

karangan-bunga1

sumber gambar dari sini

Ucapan itu ternyata memiliki makna yang sangat dalam, saat akad telah terucap pada detik itu pula cerita kehidupan tak lagi sama. Kini kata aku dan kau, berganti menjadi kita serta segala sesuatu yang menyangkut kau menjadi kepentingan ku juga.Setelah menikah hidup semakin penuh warna karena kita menjalaninya dengan seseorang yang telah lama dinanti kehadirannya.Seperti yang dikutip dari tulisan Cahyadi Takariawan :

Pernikahan berarti akad untuk meniti hari-hari dalam kebersamaan,

akad untuk saling melindungi,

akad untuk saling memberikan rasa aman,

akad untuk saling mempercayai,

akad untuk saling menutupi aib,

akad untuk saling mencurahkan perasaan,

akad untuk berlomba melaksanakan peran kerumahtanggaan.

Pernikahan adalah akad untuk saling menerima apa adanya,

akad untuk saling membantu dan meringankan beban,

akad untuk saling menasihati,

akad untuk setia kepada pasangannya dalam suka dan duka,

dalam kesulitan dan kesuksesan, dalam sakit dan sehat,

dalam tawa dan air mata.

Begitu indahnya sebuah pernikahan diantara satu sama lain salingmelindungi,memberikan rasa aman, saling setia dalam suka dan duka.Karena perjalanannya badai rumah tangga akan senantiasa datang silih berganti. Namun tetap kuatkan dan kokohkan tali cinta agar tak akan lepas, sekuat apa pun badai yang datang.Selamat Menempuh Hidup Baru, semoga pasangan yang telah Allah takdirkan menjadi penyejuk mata dan hati kita, amin.

Setiap orang tentu ingin mendapatkan pasangan yang sempurna dan sesuai kriteria

Syarat nikah yang dianjurkan Rasul itu kan yang diutamakan adalah satu agama dan ibadahnya bagus. Maka kemudian hal-hal di luar itu tiba-tiba menjadi sebuah kewajiban tersendiri. Seperti gak mau istri yang cengeng, ngga mau istri yang jerawatan, ngga mau istri tukang jalan-jalan, ngga mau bla bla yang sifatnya keduniawian.

Seperti sifat dunia yang hanya sementara, sifat seseorang di waktu lajang juga hanya sementara saja. Ketika seseorang menikah, MAU TIDAK MAU, SIAP TIDAK SIAP ia akan berubah. Dipaksa berubah. Itulah mengapa kalau orang nikah dikasih selamatnya : SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU

Karena memang kehidupan tak akan lagi sama. Sifat pasangan akan memengaruhi kita, suami istri sudah jadi satu jiwa, rejeki istri bisa dari suami, rejeki suami bisa dari istri. Lalu badai rumah tangga silih berganti. Masalah pasti datang aja mulai dari kurang uang gaji, ngga bisa bayar kontrakan, tiba-tiba hamil, keguguran, mertua lelaki yang mendadak meninggal dan lain sebagainya. Banyak kejadian yang akan membuat suami istri belajar hidup lebih jauh.

Seorang istri yang lemah dan cengeng bisa jadi kuat, seorang istri yang kuat bila dimanja banyak harta juga bisa jadi manja, seorang suami yang bodoh bisa jadi cerdas, seorang suami pemalas bisa jadi rajin, atau yang rajin jadi pemalas. Bahkaaan… seorang yang shaleh bisa jadi murtad! So, menikah itu sebuah misteri yang ngga bakalan bisa dipecahkan oleh Detektif Conan.

Jadi, janganlah mematok jodoh sesuai kriteria kita sendiri, maunya kita sendiri, ngotot mau si itu si ini, padahal Allah sudah mendekatkan seseorang buat kita. Karena kita pasang tameng, akhirnya dijauhkan lagi. Yang penting agamanya, imannya, satu akidah. Urusan istri S2, suami cuma SMA, itu bukan perkara. Urusan istri jago nyari duit, suami pengangguran, ngga usah takut. Asal ada komitmen buat berjuang bersama, badai pernikahan sebesar apa pun, Insya Allah bisa dilalui dengan senyum, sabar, santun…. eh… ikhlas. (fm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>