Kover Sayap Sakinah 1 muka

Sayap-Sayap Sakinah: Sebuah Prolog

Suamiku, aku mengizinkanmu, untuk menikah, hingga empat kali.
Pertama menikahiku, lalu menikahiku, menikahiku…
Dan terakhir, menikahiku
Mungkin ada banyak reaksi yang terlukis di wajah Anda semua saat membaca syair di atas. Mulai dari yang melukiskan senyum seraya berbisik, “Aha, penulis lebay!” Lalu yang geleng-geleng kepala seraya mengelus dada—menahan sabar atas ‘kenakalan’ syair itu.

Namun, bisa jadi, ada juga yang diam-diam meng-copy-paste dua baris kalimat teratas itu. Mengetiknya di ponsel, dan mengirimkan dalam bentuk pesan pendek kepada pasangan tercintanya. Separuh jiwanya. Dan, sembari mengetik, pipinya pun memerah jambu, dengan deburan di dada yang terasa lebih kencang dari biasanya.
Atau, bisa jadi, bahkan ada yang tak kalah lebay-nya, sehingga syair itu ditambahkan menjadi begini: Tak hanya empat kali aku mengizinkan dia menikahiku, tetapi sepuluh, seratus, seribu … dan itu terjadi, tanpa jeda berupa perpisahan.
Anda termasuk yang mana?
Tak usah menjawab di sini. Karena, saya juga tak sedang membuat sebuah poling.
Saya hanya sedang mengajak Anda semua untuk terbang ke sebuah suasana yang mungkin pernah Anda rasakan. Atau, jika saat ini Anda masih lajang, berarti sebuah suasana yang pernah Anda imajinasikan. Masa pernikahan, dengan segala pernak-perniknya. 
Ingin tahu lebih lanjut? Silahkan baca edisi lengkapnya dalam buku non fiksi Sayap-sayap Sakinah ya :) 
 
* * *
Buku ini ditulis oleh Afifah Afra dan Riawani Elyta, dua penulis perempuan yang selama ini mungkin lebih dikenal dengan genre novelnya. Tetapi, justru karena terbiasa menulis novel, maka Anda tak akan mendapatkan rangkaian kata yang mirip skripsi atau tesis di buku ini. Kata-kata mengalir, membentuk sebuah wacana yang enak dibaca… sekaligus perlu (minjam tagline sebuah majalah nasional :-)).
Sayap-Sayap Sakinah adalah seri pertama dari seri Sayap Sakinah yang insya Allah akan terus ditulis dan diterbitkan, dalam rangga memberikan panduan, bimbingan dan pencerahan bagi para lajang yang hendak menikah, atau pun pasangan yang baru–atau telah menikah. Silakan terus disimak kelanjutan Seri Sayap Sakinah melalui website ini.
Salam sakinah!
 

3 thoughts on “Sayap-Sayap Sakinah: Sebuah Prolog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>