keuangan-usaha

Mulai Kelola Keuangan Keluarga secara Bijak

Memiliki keluarga yang bahagia dan sejahtera adalah impian semua orang. Dan tak dapat dipungkiri, bahwa salah satu komponen pentingnya ialah terjaminnya kebutuhan keluarga dengan didukung oleh kondisi finansial yang sehat.

Namun pada faktanya, berdasarkan data yang dirilis World Bank, Indonesia sebagai Negara yang berada pada peringkat populasi terbesar ke-4 dunia dan jumlah penduduk diatas 234 juta jiwa, lebih dari 32 juta jiwa penduduknya hidup dibawah garis kemiskinan, dan dari jumlah tersebut, 25 juta keluarga tinggal di daerah kumuh perkotaan seperti bantaran sungai, sisi jalan kereta bahkan di jalanan. Fakta ini selain disebabkan oleh rendahnya tingkat penghasilan, juga dikarenakan ketidakmampuan dan ketidakberhasilan keluarga dalam mengelola keuangannya.

keuangan-usaha

sumber gambar dari sini

Penyebab utama kegagalan, pada umumnya dikarenakan kurangnya pemahaman akan manfaat pengelolaan keuangan keluarga, sehingga membawa dampak pada lemahnya motivasi, komitmen dan juga konsistensi dalam pelaksanaannya.

Maka sebelum merancang pengelolaan keuangan keluarga, ada beberapa hal penting dan mendasar yang perlu kita ketahui, yaitu :

  1. Manfaat pengelolaan keuangan keluarga

Pengelolaan keuangan keluarga akan memberi banyak manfaat dan keuntungan, yaitu :

  • Tersedianya anggaran yang cukup untuk membiayai pos-pos pengeluaran keluarga
  • Memiliki dana cadangan yang dapat diambil pada saat dibutuhkan
  • Memiliki investasi dan aset yang berguna bagi pembiayaan hidup di masa depan
  • Menjamin pemenuhan kebutuhan keluarga
  • Berpeluang melakukan amal kebajikan seperti berderma dan bersedekah
  • Dapat menyenangkan anggota keluarga dengan berlibur atau melakukan aktivitas hiburan
  • Dapat merealisasikan cita-cita jangka panjang keluarga, seperti naik haji, menyekolahkan anak ke luar negeri, membuka usaha wiraswasta saat pensiun, dan sebagainya

Pemahaman inilah yang harus dimiliki oleh setiap keluarga, khususnya kepala keluarga dan kepala rumah tangga (suami dan istri), sehingga dapat mendorong kesadaran dan motivasi untuk melakukan pengelolaan keuangan keluarga secara bijak dan tepat.

  1. Pengelolaan keuangan keluarga mutlak melibatkan peran seluruh anggota keluarga

Pengelolaan keuangan keluarga tidak hanya melibatkan sang pemegang kebijakan, yaitu kepala keluarga dan kepala rumah tangga, tetapi juga membutuhkan peran serta seluruh anggota keluarga. Jadi, ketika sang pemegang kebijakan berkomitmen untuk menerapkan pola hidup hemat, komitmen ini sudah semestinya diikuti dan dilaksanakan oleh semua anggota keluarga.

Tujuan dan cita-cita dari pengelolaan keuangan keluarga akan lebih mudah tercapai jika ditopang oleh kekompakan dan komitmen, juga kerjasama yang solid dari segenap anggota keluarga dalam melaksanakannya.

  1. Neraca keuangan yang sehat

Neraca keuangan yang sehat ditandai dengan lebih kecilnya pengeluaran daripada pemasukan, dan jumlah utang yang tidak melebihi asset. Inilah yang menjadi pondasi awal kita dalam mengatur keuangan keluarga, yaitu adanya pengelolaan terhadap cash flow (arus kas), utang dan asset.

Bersambung.. klik disini

Ditulis oleh: Riawani Elyta

Daftar Pustaka:

  1. www.beritasatu.com
  2. www.brighterlife.co.id
  3. www.sunlife.co.id
  4. www.tjanbudi1028pru.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>