Photo0388

Menumbuhkan Kecintaan Pada Nabi

Di jaman sekarang ini, anak-anak adalah sasaran utama para pegiat sinteron, film kartun dan super hero,  mereka mengemas tayangan tersebut semenarik mungkin hingga anak-anak tak mau berajak dari depan TV karena film kesayangannya belum usai. Memang faktanya, ternyata anak-anak Indonesia adalah penonton TV terlama di dunia, disusul Amerika dan Australia.

Karena itulah, pekerjaan rumah terberat para orang tua saat ini adalah mengenalkan dan menumbuhkan cinta kepada Rasulullah SAW, karena anak-anak saat ini lebih mengenal Spongebob yang tayang pagi dan sore, disusul oleh kartun Krisna, Arpo, Robin Hood, Barbie, Ultraman, Doraemon dan super hero Marvel’s dan masih banyak lagi.

Apalagi kita tahu bahwa anak-anak adalah peniru yang ulung, maka mereka sangat bersemangat untuk meniru adengan dan gaya super hero kebanggaannya. Beruntung jika yang ditiru anak-anak adalah hal-hal yang baik, namun jika yang mereka tiru adalah keburukan maka akan sangat berbahaya bagi perkembangan mereka.

Maka sebelum anak-anak kita semakin terpengaruhi lebih jauh, mari kita kenalkan superhero yang sesungguhnya pada mereka. Mengenalkan sosok Nabi Muhammad pada anak-anak sejak dini merupakan hal yang diharuskan, karena jiwa anak-anak itu masih polos dan lugu, jika ia mendambakan atau menggemari sesuatu mereka akan benar-benar ingin seperti idolanya.

Dengan semakin gencarnya pengalihan media dalam “membimbing” generasi kita, para orangtua juga tidak boleh kalah. Kita juga harus semakin gencar agar anak-anak dapat mengenal Rasulullah sehingga mereka bisa meneladani dan menjadikan Rasulullah idolanya. Karena mengenal, mencintai dan mengidolakan Rasulullah adalah kewajiban semua muslim, dan kebiasaan itu haruslah dipupuk sejak kecil.

Selain itu, kita bisa mengenalkan anak-anak kepada Rasulullah dengan cara bercerita tentang kisah-kisah nabi, kedudukan serta kehebatan Rasulullah. Setelah itu kita bisa membimbing dan mengajarkan anak-anak bershalawat atas nabi, dan menerangkan fadilah bershalawat. Lalu berlatih mengamalkan semua contoh dan kebiasaan Rasulullah serta menjauhi segala yang dilarangnya.

Namun tentu saja ada satu hal yang tidak boleh dilupakan. Semua ini tidak terlepas dari contoh dan teladan orang tuanya, karena anak-anak tetap akan melihat bagaimana kebiasaan kita sebagai orang tuanya.[fm]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>