IMG00180-20120427-1559

Mengembalikan Kepercayaan Anak Pada Orang Tua

Suatu hari Keysha mendapati kedua orang tuanya bertengkar, entah apa yang memicu pertengkarannya namun sampai sang ayah mengeluarkan kata-kata kasar. Sang ibu pun tak mau kalah hingga perang mulut dan fisik semakin tak terhindarkan.  Setelah kejadian itu ada yang berubah dari diri Keysha, dia yang dulu ceria, lincah dan energik menjadi pendiam,  penyendiri dan prestasinya pun menurun.Ternyata pertengkaran orang tua berdampak buruk buat anak, jika tak segera ditangani anak akan mengalami trauma yang berkepanjangan. Mereka akan memiliki masa depan yang sangat suram karena anak tidak percaya lagi pada orang tua, tidak memiliki semangat hidup, bahkan akan dengan mudah dia menyakiti diri sendiri.

Elmira Sumintardja, psikolog yang juga Koordinator LSM Jaringan Relawan Independen (JARI) mengatakan, jika orang tua bertengkar apalagi sampai disaksikan langsung oleh anak, akan sangat fatal akibatnya daya rekam pada ingatan anak sangat kuat hingga peristiwa itu akan melekat lama kuat hingga dewasa. Anak pun merasa menjadi “korban” dari konflik orang tuanya, perasaan anak sangat terluka karena orangtua yang disayanginya bertengkar. Anak pun kerap kebingungan apakah harus membela ibu atau Ayah?

Untuk itu para orang tua lebih sensitif dan peka terhadap kondisi anak-anak, karena pertengkaran orang tua dapat menempatkan anak di posisi yang serbasalah dan dilematis sertamenimbulkan tekanan emosi yang tinggi. Hal ini patut diwaspadai para orang tua karena bisa berakibat fatal dan bisa mengancam masa depan mereka, berikut beberapa langkah mengembalikan kepercayaan anak pada orang tua :

  1. Memberikan rasa aman dan nyaman

Orang tua dengan kompak berbicara pada anak,  memeluknya dan mendengarkan luapan emosinya serta terus meyakinkan anak bahwa orang tuanya hanya memiliki masalah kecil dan semuanya akan baik-baik saja.

  1. Memberikan sesuatu yang disenangi anak

Memberikan hadiah dirasakan mampu menguatkan kembali hubungan orang tua dan anak, terlebih hadiah itu adalah dengan sesuatu yang diinginkan atau disenangi anak, seperti mainan atau buku kesukaannya.

  1. Berlibur Bersama atau tadabur alam

Berlibur bersama atau tadabur alam akan membuat pikiran dan fisik kita menjadi segar dan fresh, sehingga anak bisa perlahan melupakan “peritiwa buruk” yang pernah dialaminya dan dia lebih siap membuka lembaran baru.(fm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>