Mengatasi syndrom Kecemburuan sang kakak

Rama - Ifan

 

Suatu hari mendengar sebuah tangisan dan jeritan anak dari rumah sebelah, awalnya tak dihiraukan namun semakin lama semakin penasaran ada apa, terlebih disela-sela tangisnya anak itu berteriak “adeknya biarin aja, aku pukul aja, biar mati!”. Pengalaman baru bagi seorang anak adalah ketika ia menjadi seorang kakak, dimana dulu semua dan segalanya selalu  untuknya. Kini dia harus berbagi dengan mahluk kecil yang kadang lucu, mengemaskan kadang pula menyebalkan karena semua perhatiaan tertumpah untuknya.

Rama - Ifan

Rama – Ifan

Banyak orangtua memutuskan punya anak lagi salah satu tujuannya adalah ingin memberi ‘hadiah’ untuk si Kakak. Biar kakak tidak kesepian, biar si kakak ada teman main. Tapi kenyataannya, seringkali dianggap si kakak bukan hadiah, tapi sebagai ‘musibah’ karena telah mengambil sebagian waktu, hak si kakak dengan si ayah dan terutama si bunda. Akhirnya sang kakak mengalami syndrom cemburu sama adik karena kehadiran adik seolah merebut semua darinya.Cemburu adalah emosi yang mengarah pada pikiran negatif dan,kombinasi perasaan tidak aman,perasaan marah, sedih dan sebal.. Sang kakak takut tak bisa memiliki ayah bundanya lagi.

Menurut Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari, Direktur Auladi Parenting Schoolsyndrom Kecemburuanini sebenarnya wajar, seiring dengan pertambahan usia dan pemahamannya maka luapan emosi karena rasa cemburu terlalu dikhawatirkan, sebagai orang tua Anda cukup mengawasi dan memberikan pengertian bahwa orang tua akan selalu mencintai mereka.Setelah itu mencoba menggali kesenangan-kesenangan bersama antara si kakak dan si adik, agar terbina hubungan baik antara si kakak dan si adik. Misalnya mengajaknya memandikan adik, mengajak main atau mengikutsertakan kakak di setiap jadwal imunisaninya. Lalu berilah penghargaan, hadiah pada sang kakak dan puji si kakak saat di depan adik bayi.(fm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *