ramadhan

Mengajak Anak Belajar Puasa

Ramadhan tinggal hitungan hari sudahkah kita mempersiapkan diri dan anak-anak kita menyambutnya? Jika belum marilah segera mungkin kita persiapkan diri, keluarga dan anak-anak kita seperti yang Rasulullah lakukan menjelang ramadhan. Beliau mempersiapkan dirinya untuk amaliyah secara maximal dan optimal lalu beliau senantiasa mengumpulkan para sahabatnya menyampaikan kepada mereka hikmah dan keutamaan-keutamaan puasa di bulan Ramadhan. Beliau memompa semangat para sahabat agar mereka gembira dalam menyongsong bulan penuh berkah ini.

ramadhan

sumber gambar dari sini

Sesungguhnya telah datang bulan Ramadhan yang penuh berkah. Allah telah memfardukan atas kamu berpuasa didalamnya. Dibuka semua pintu syurga, dikunci semua pintu neraka dan dibelenggu segala setan. Didalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barang siapa tiada kebajikan pada malam itu, maka sungguh tak akan ada kebajikan atasnya.”(HR Ahmad, Nasa’I, Baihaqi dari Abu Hurairah)

Indah sekali untaian hadist diatas, betapa Allah SWT membuka kesempatan lebar-lebar pada hamba-hamba Nya untuk mendekatkan diri dan berlomba-lomba untuk mencapai derajat tertinggi dihadapan Allah SWT. Maka sangat disayangkan jika kita dan anak-anak melewatkan puasa di bulan ramadhan.Seperti yang kita tahu puasa di bulan ramadhan merupakan rukun Islam yang ke-empat, statusnya menjadi wajib bagi orang-orang yang mampu. Namun bagi anak-anak yangbelum mencapai akil balig, bulan ramadhan adalah bulan pembiasaan agar mereka kelak benar-benar tak ada beban menjalankannya dan mereka akan senantiasa merindukan bulan ramadhan.

Berikut ini beberapa tips untuk orangtua untuk mempersiapkan anak berpuasa yang dikutip dari blog anakku.net:

  1. Perkenalkan segala hal tentang puasa, sampaikan secara berulang dengan pendekatan yang berbeda. Sehingga pada saat mencapai bulan puasa, anak sudah memahami arti puasa, bagaimana menjalankan puasa dan mengerti manfaat puasa. Hal ini memudahkan orangtua saat harus merubah ritme tidur dan makannya.
  2. Buatlah suasana di rumah yang bernuansa puasa. Misalnya dengan menyimpan seluruh makanan dan minuman agar tidak mengganggu anak berpuasa. Aktifitas keluarga disesuaikan dengan bulan puasa. Bila perlu lagu bernuansa Islami dapat diperdengarkan selama bulan puasa pada anak.
  3. Ajaklah anak berpuasa bertahap. Jangan terlalu memaksakan anak agar berpuasa penuh pada anak yang baru mulai menjalankan ibadah puasa. Jelaskan pada anak pentingnya puasa, namun mintalah anak untuk jujur pada anda saat ia sudah merasa sangat tidak tahan berpuasa. Mungkin puasa dapat dimulai dengan setengah hari, kemudian tiga perempat hari dan kemudian penuh.
  4. Bila anak sudah mampu puasa, pada saat ia ingin berbuka pada hal belum waktunya, alihkan perhatiannya dengan mengajaknya mengerjakan aktifitas lain yang tidak terlalu melelahkan seperti menggambar, mendengarkan lagu, dan lainnya.
  5. Hendaknya orangtua menjadi model yang baik bagi anaknya. Berilah contoh pada anak cara berpuasa yang benar, dan beri tips pada anak bagaimana menyiasati rasa lapar dan haus dengan hal yang positif.
  6. Sediakan makanan yang bergizi, jangan terlalu banyak menyediakan makanan kaleng, makanan yang terlalu manis. Variasi makanan sebaiknya jangan terlalu banyak, karena anak cenderung ingin mencoba semua makanan. Pastikan anak minum yang cukup di saat sahur.
  7. Sahur sebaiknya dilakukan mendekati imsak, dan berbukalah tepat waktu.(fm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>