Menciptakan Rumah tangga Beraroma Surga

gambar-taman-bunga-mawar

Sebuah pernikahaan yang tidak biasa dan sangat menyentuh terjadi beberapa saat yang lalu. Yang membuat tidak biasa dan menyentuh hati adalah mahar yang diberikan sang calon suami pada sang istri, bukan perhiasaan emas atau jumlah uang yang mentereng seperti lazimnya sebuah pernikahan di masyarakat kita. Mahar yang diberikan yaitu berupa hafalan 30 juz Alquran untuk sang istri, sebelum mengucapkan ijab qabul. Sang calon suami terlebih dulu melafalkan hafaln Alquran di depan majelis taklim seharian penuh, hafalan tersebut dibacakan selama 24 jam terhitung sejak hari Jumat pukul 08.00 WIB dan berakhir pada sabtu pukul 08.00 WIB keesokan paginya. Banyak tamu undangan dikabarkan menitikkan air mata saat momen bahagia itu. Terutama saat memasuki juz ke-30. Begitu selesai menyelesaikan hapalannya, ijab qobul pernikahan dilakukan.

gambar-taman-bunga-mawar

sumber gambar dari sini

Perasaan yang menyenangkan dan membahagiaakan bagi sang calon istri dan keluarga, karena memilih pasangan dengan standar agamabaik akhlaknya, bukan karena harta, srata,pekerjaan, bukan pula karenarupa parasnya. Sepertinya buat mereka terasa mudah sekali menciptakan keluarga sakinah, mawadah dan warahmah dan sudah dapat terbayangkan rumah tangga mereka aka selalu diliputi dengan aroma surga. Karena keduanya sudah terbentuk dari keluarga yang sudah memiliki landasaan keimanan dan tidak mengutamakan hal-hal yang bersifat duniawi. Lalu bagaimana kita yang ingin merasakan hal yang sama, menciptakan keluarga sakinah, mawadah dan warahmah tetapi ternyata pasangan kita belum se-saleh yang kita inginkan.

Menurut Dr.H. Aam Amirudin, Pembina Yayasan Percikan Iman. Berusaha mensalehkan pasangan bukan hal yang mudah namun hal ini sangat perlu dilakukan agar terciptanya sakinah, mawadah dan warahmah dengan mengajak terlibat dalam kebajikan, misalnya mengajaknya berpuasa sunah, shalat berjamah, menghafal quran bersama dan lain-lain. Sangat perlu diperhatikan tutur kata dan bahasa yang baik sehingga pasangan kita tidak merasa digurui atau dipaksa, selain itu hindari bersikap sombong karena merasa diri sudah saleh karena akan berakibat fatal yang bisa berujung pertengkaran.

Yang terpenting adalah sabar serta istiqomah karena satu atau dua kali ajakan tidak membuat pasangan langsung berubah menjadi pribadi yang saleh. Selebihnya kita pasrahkan semua pada Allah SWT lewat doa-doa karena Allah-lah Maha pembolak-balik hati. Semoga kita dapat mewujudkan keluarga sakinah, mawadah dan warahma agar rumah tangga senantiasa beraroma surga, amin.(fm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *