Sakarin

Mari Kenalkan Zat-zat Berbahaya Dalam Jajanan

Sakarin

sumber gambar dari sini

Awal Februari yang lalu kabar mengejutkan datang dari Tasikmalaya, sebanyak 115 siswa sekolah dasar mengalami keracunan, mereka menderita mual pusing dan muntah diduga usai mengonsumsi jajanan sekolah. Seolah diingatkan pada pertengahan tahun 2014 yang lalu dengan kasus yang sama, di daerah Sawangan Depok sebanyak 27 anak dan 1 meninggal dunia. Kasus keracunan makanan di lingkungan SD setiap tahunnya palingtinggi. Tentu hal ini tamparan keras bagi para orang tua yang membolehkan anak-anak jajan, meski kita sudah sangat hati-hati memilihkan jajanan untuk anak, namun terkadang kita kecolongan, karena anak-anak lebih tergiur oleh jajanan karena tampilan dan bentuknya lebih menarik, murah serta cita rasanya yang menurut mereka enak dan cocok dengan selera.

Rasanya tidak adil saat para pedagang mengais rejeki dari anak-anak kita namun yang mereka memberikan racun yang dampak sangat mengerikan. Psikolog anak Rose Mini mengatakan, sifat anak-anak cenderung tidak menghiraukan pola makan sehat, mereka selalu berfikir yang penting enak dan kenyang. Tugas para orang tua dan pendidik atau yang harus senantiasa mengingatkan dan meng-edukasi anak-anak tentang kandungan zat-zat berbahaya dalam jajanan serta memberi wawasan mengenal makanan-makanan  yang sehat dan bergizi.

Mari kita kenalkan pada mereka, zat-zat berbahaya yang terkandung dalam jajanan. Kenalkan apa itu formalin yang biasa dipakai untuk mengngawetkan makanan, pemanis tiruansepertiaspartame, siklamat dan sakarin serta pewarna buatan seperti rhodamin B dan kuning metanil, serta dampak yang ditimbulkan terhadap tubuh. Kita ajak mereka mengamati para pedagang, melihat apa yang mereka jual, bagaimana cara penyajiannya, kebersihan peralatan masaknya dan tangan pedagang, merokok atau tidak dan juga harus diperhatikan. Berikan pemahamanbahwa mereka tidak harus selalu jajan di sekolah, tetapi bujuk mereka untuk membawa bekal makan dari rumah dengan menu yang bervariasi sesuai dengan keinginan mereka.Semoga anak-anak Indonesia terhindar dari hal-hal yang dapat merusak kesehatannya, sehingga mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat dan cerdas. (fm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>