music-note

LAGU UNTUK ANAK-ANAK

Sepulang sekolah Annisa dengan tergesa menghampiri Bundanya “Bun..bun sebel!” sang bunda yang sedang memasak segera menghampirinya “Kenapa sebel?”, Nisa menceritakan unek-uneknya “sebel tadi diketawai temen-temen, gara-gara aku nanyain arti Janda Bodong, aku kan ga ngerti bun”. Sang ibu tertegun dan kembali lagi bertanya “Memang Nisa denger dari mana kata itu?”. “Tadi pas jam istirahat, temen-temen kan pada ngumpul di bangku paling belakang terus mereka nyanyi-nyanyi dan joget-joget gitu”. Karena penasaran sang bunda besok berencana ke sekolah, memastikan apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata sang bunda benar-benar kaget bukan kepalang, anak-anak yang belum genap 8 tahun itu dengan fasih dan lancar benyanyi, bahkan diantara mereka ada yang berjoget ala seorang pedangdut yang terkenal di televisi.

music-note

sumber gambar dari sini

Rasa khawatir dan miris Bunda Annisa juga dialami juga oleh para orang tua lainnya, khawatir semakin hilangnya masa keemasan anak-anak yang sangat penting bagi perkembangan mereka, baik fisik, psikologi, maupun biologis. Seharusnya pada masa ini anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain, selayaknya permainan anak dan bernyanyi dengan lagu dan gaya khasnya mereka. Menurut filsuf, John Locke anak adalah pribadi yang masih bersih dan peka terhadap rangsangan-rangsangan yang berasal dari lingkungan. Anak-anak ibarat kaset kosong yang akan mulai merekam semua hal dalam memori mereka. Apa pun yang didengar dan dilihatnya, dalam waktu singkat mereka akan bisa merekam dan menirunya.

Dan anak-anak sangat responsif terhadap lagu-lagu dan musik, namun sayangnya pada saat ini jarang sekali lagu-lagu yang khusus untuk anak-anak sehingga mereka mendengarkan lagu-lagu dewasa baik pop maupun dangdut dan lama kelamaan mereka hafal syair dan nadanya. Padahal Lirik dan syair lagu dewasa kebanyakan mengenai hubungan pacaran, perselingkuhan, galau, cumbu rayu, putus asa, cemburu dan masih banyak lagi. Kata-kata yang belum waktunya dimengerti oleh anak-anak. Hal ini akan memberikan dampak buruk bagi perkembangan psikologis dan jika sering didengarkan berulang-ulang akan masuk ke alam bawah sadar mereka, memberikan pemahaman yang salah dan berdampak bagi moralnya sehingga tumbuhlah generasi-generasi muda yang dewasa sebelum waktunya berkepribadian rapuh, mellow, rentan terluka, dan hanya berfokus pada cinta yang semu.

Marilah kita perdengarkan kembali lagu-lagu anak era tahun 90an namun lebih penting lagi perdengarkan muratal Al-quran dan shalawat. Sudah saatnya para orang tua bahu-membahu memberikan teladan dan pengertian yang benar kepada anak-anaknya mengenai lagu-lagu yang belum layak mereka dengar dan  nyanyikan. Jika ternyata anak-anak kita memiliki bakat dan kecerdasan musikal, sekuat tenaga kita arahkan mereka ke musik-musik yang positif.(fm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>