116

Kita semua punya rasa cemburu

Kita semua mengenal kata cemburu, kita  sering mendengarnya, sering mengucapkannya, melihat artis-artis di televisi mengatakannya, kadang mendengar orang membahas soal itu baik secara lansung ataupun di sosial media. Itu artinya, rasa cemburu sebenarnya sangat dekat dengan hidup kita sehari-hari, tanpa sadar kita mengakrabinya sebagai sebuah perasaan yang lumrah dan harus ada. Karena tidak selalu menjadi ekspresi cinta. Cemburu ituseperti dua sisi dari keping mata uang dimana ada kalanyamenjadi bukti cinta pada pasangan, ada kalanya menjaditanda dari ketidaknyamanan atau kecemasan dalam diri seseorang.

Karena cemburu adalah soal “rasa”, maka cemburu juga identik dengan cara mengekspresikannya, dimana setiap orang akan memiliki cara yang berbeda. Ini penting untuk dibahas karena siapa pun pasti pernah merasakan kobaran api cemburu, dan semua orang pasti mengakui bahwa rasa itu sangat “menyiksa”. Itulah yang mendorong seseorang bereaksi, baik ke arah yang positif, negatif, atau bisa juga reaksi yang cukup-cukup saja, atau bisa jadi ada yang kebablasan.

116

Bahkan akhir-akhir ini—dan seolah sudah menjadi rutinitas—kita mendengar cukup banyak kasus pembunuhan yang didasari rasa cemburu, di tahun 2015 ini saja ada beberapa kasus yang bisa kita rekam antara lain: pembunuhan Sartini di Semarang, kasus pembunuhan Sri Wahyuni yang jenazahnya ditemukan di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, pembunuhan  Sanen di Bali, bahkan yang paling terkenal adalahkasus pembunuhan Ade Sara.

Itu semua ada contoh negatif dan contoh bagaimana cemburu bisa mengakibatkan seseorang bertindak di luar akal sehat, bertindak kebablasan. Makapersoalan sebenarnya disini adalah—jika memang semua manusia memiliki rasa cemburu—bagaimana cara kita mengekspresikan rasa cemburu itu agar tetap wajar?  Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengelola rasa cemburu ini, yaitu:

Jika cemburu tengah melanda kita, kenali dulu akarnya, hadapi kekalutan diri dengan memperbanyak dzikir agar bisa bersikap sabar dan tenang. Setelah semua terkendali cobalah bicarakan dan ungkapkan perasaaan kita.Kemudian jauhi sangkaan-sangkaan negatif karena akan memicu cemburu buta karena bisa saja  semua sangkaan itu belum tentu benar,meskipun sedang dilanda cemburu tetaplah membangun kepercayaan dan keterbukaan dengan pasangan.Intinya, selalu berusaha mengekspresikanrasa cemburu kita dengan positif sebagai bukti bahwa kita benar-benar cinta. (fm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>