flower_1

KETIKA API CINTA MULAI MEREDUP

flower_1

Memasuki gerbang pernikahan seolah memasuki hutan belantara yang sebelumnya belum terjamah oleh kita, dalam menjelajahinya kadang kita menemukan pemandangan yang indah, sejuk dan ketentraman namun tak jarang pula rintangan, ilalang yang sangat tinggi, ancaman hewan buas tanjakan yang terjal dan sulitnya bertahan karena semakin menipisnya perbekalan. Meski ada peta atau panduan perjalanan tetapi terkadang banyak yang salah arah sehingga banyak yang tersesat dan berbalik arah.

Begitulah liku pernikahan pun saat kita dengan begitu bersemangat dalam memulai dan memasukinya dengan api cinta yang bergejolak, namun jika tak memiliki panduannya dan mampu menjaga gejolaknya lama kelamaan gejolaknya akan meredup dan padam. Permasalahan demi permasalahan akan selalu datang menguji sebuah pernikahan, tentu ujian itu agar ikatan kita dengan pasangan semakin kuat bukan semakin mengendur dan lepas.

Seperti yang dialami oleh sepasang suami istri yang sudah mengarungi pernikahan selama 15 tahun, mereka mengawali semua dengan semangat cinta yang tinggi meski ada perbedaan meski saat itu tak menjadi permasalahan untuk kedua pasangan namun ternyata menjadi pemicu.Karena perbedaan itu tak diselesaikan diawal-awal pernikahan akhirnya menjadi bom yang mematikan, membuat mereka tampil dengan dingin dan penuh kepalsuan. Bagaimana tidak palsu masing-masing tak bisa menceritakan hal yang sebenarnya, sampai akhirnya muncul idaman-idaman lain dihati mereka. Bukannya menyelesaikan malah menambah keruwetan saja dengan kehadiran mereka.

Menurut psikolog DRA. Rieny Hasan setiap perilaku yang kita tampilkan adalah sarana untuk memuaskan kebutuhan dalam diri. Contoh kalau terasa haus, kita akan mencari air dan minum. Kalau terasa kepanasan saat berjalan dibawah teri matahari maka mencari perlindungan dengan membuka payung atau mencari tempat yang teduh. Begitupun dalam pernikahan saat ada permasalahan yang tak terselesaikan dengan baik, hal itu malah menjadi sumbatan dan mencari perlindungan dan sarana pemuasan diluar. Kasus seperti ini banyak sekali ditemui dalam masyarakat kita, kurangnya keterbukaan, saling memahami dan belajar untuk fokus pada masalah yang sebenarnya. Memperbaiki komunikasi yang tersumbat dengan memperbanyak kebersamaan serta saling menyakinkan untuk mempertahankan pernikahan ini. (fm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>