116

Kematian: Kapan saja, siapa saja, di mana saja!

116

Bertahun-tahun silam, ketika saya masih co-ass, ada satu tema unik yang diperbincangkan oleh teman-teman saya.  Perbincangan itu berawal pada kejadian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi yang sangat menarik. Suatu hari, seorang pengunjung yang sedang mengunjungi saudaranya yang sakit di rumah sakit, setelah menaiki tangga dan sampai di depan saudaranya mendadak terkena serangan jantung.  Suasana pun menjadi panik. Untungnya pihak rumah sakit dengan cepat bertindak. Beberapa tenaga medis, termasuk seorang dokter spesialis anestesi pun melakukan resusitasi (pertolongan pertama) kepada pembezuk tersebut. Sayangnya, setelah beberapa  saat tidak ada respon, dokter pun menyatakan dia meninggal dunia. Jiwanya tidak tertolong dan menghadap Sang Khalik.

Menurut kebanyakan teman-teman saya, peristiwa ini unik, seorang pembezuuk meninggal di Rumah Sakit setelah membezuk orang sakit. Justru pasien yang sudah lama terbaring masih tetap hidup hingga sekarang, sementara dia yang sebelumnya sehat wal afiat mendadak menemukan kematiannya. Itu mungkin yang membuat teman-teman saya menganggap hal itu unik, bahkan lucu.

Memang banyak hal yang unik dalam hidup ini, salah satunya adalah kematian. Sebenarnya kalau kita sedikit mau merenungi peristiwa ini, banyak pelajaran yang dapat diambil,  dan hal tersebut merupakan moment berharga yang dijadikan sarana agar kita kembali merenungi hakikat kehidupan ini.

Kehendak Allah di atas kehendak dan kemauan hambanya

Memang seringkali kita mempunyai suatu keinginan dan kemauan ingin begini, ingin begitu dan seterusnya, sebagaimana juga orang tersebut di atas. Dia menginginkan membezuuk saudaranya dan harapannya pulang kembali bertemu dengan keluarganya.  Mungkin sebelumnya ia bahkan telah berharap agar saudaranya itu cepat sembuh, dan diberi umur yag panjang alias tidak segera dicabut nyawanya oleh Sang Pemberi Hidup. Namun ternyata Allah berkehendak lain, dia meninggal di depan saudaranya yang sakit yang justru diberi usia lebih lebih panjang

 Kematian itu pasti datangnya

Karena kematian adalah sebuah kemestian, sebuah Sunatullah. Ia akan datang seketika tanpa kita inginkan, atau justru tak datang-datang meski kita sudah sangat menginginkan, misalnya karena sudah terlalu bosan hidup. Karena itu, persiapkan bekal untuk kehidupan akhirat kelak. Sebab, semua orang bisa saja mendadak menemui kematian meski sebelumnya tak ada tanda-tanda untuk itu.

Kullu nafsin dzaiqotul mauut, setiap yang hidup pasti akan mati, demikian Allah berfirman, Oleh karenanya, bersiap-siaplah Wahai Saudaraku! Wallahu a’lam bishowab.

Ditulis Oleh Dr. Ahmad Supriyanto

Kontributor adalah owner dan pengelola SOLO KHITAN CENTER. Sehari-hari bekerja di RSU PKU Muhammadiyah Surakarta. Menetap di Surakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>