anak puasa

Kejujuran itu yang Terpenting

Bagi anak-anak yang baru belajar berpuasa, hari-harinya memang sangat berat dan panjang. Tak jarang akhirnya mereka merengek dan menangis agar bisa berbuka puasa. Rengekan dan tangisan  bisa jadi adalah bukti kejujuran, bahwa mereka benar-benar menunjukan sudah tidak kuat menahan lapar dan dahaga. Kita perlu hargai itu dari pada mereka mengaku kuat puasa  tetapi tanpa sepengatahuan kita mereka makan dan minum, jika itu terjadi sesungguhnya anak-anak telah membohong diri sendiri.Padahal makna puasa tidak hanya selesai menahan lapar dan haus saja, namun lebih dari itu tentang bagaimana melatih pengendalian diri dan mendidik kejujuran.

Kenapa kejujuran? Karena kejujuran merupakan mozaik yang sangat mahal harganya. Bila pada diri seorang manusia telah melekat sifat kejujuran, maka semua pekerjaan dan kepercayaan yang diamanahkan kepadanya dapat di selesaikan dengan baik dan terhindar dari penyelewengan-penyelewengan. Kejujuran juga menjamin tegaknya keadilan dan kebenaran. Secara psikologis, kejujuran mendatangkan ketentraman jiwa. Sebaliknya, seorang yang tidak jujur akan tega menutup-nutupi kebenaran dan tega melakukan kezaliman terhadap hak orang lain. Ketidakjujuran selalu meresahkan masyarakat, yang pada gilirannnya mengancam stabilitas sosial. Ketidak jujuran selalu berimplikasi kepada ketidakadilan. Sebab orang yang tidak jujur akan tega menginjak-injak keadilan demi keuntungan material pribadi atau golongannya.

Seperti yang dipaparkan oleh Rasulullah SAW bahwa puasa itu adalah ibadah yang paling rahasia atau ibadah sirriyah karena yang mengetahui seseorang itu berpuasa atau tidak, hanyalah orang yang berpuasa itu sendiri dan Allah SWT. Maka itu kejujuran sangat dituntut dan kesabaran dilatih serta kepekaan selalu dilihat Allah SWT, meski saat kita sedang sendiri bisa dengan leluasa dapat makan dan minum. Namun jika kejujuran sudah menjadi pegangan maka hal itu tak akan mungkin dilakukan karena sadar sedang berpuasa dan sangat yakin ada yang Maha melihat yang kelak akan meminta pertanggungjawaban. Jika alasan kita tidak berpuasa dibenarkan oleh aturan-aturanNya maka tak mengapa berbuka namun tetap wajib menganti/mengqadanya di lain hari.

Begitupun dengan anak-anak meski belum sepenuhnya wajib menjalankan ibadah puasa karena mereka belum akil balig namun mengajak dan membiasakan mereka berpuasa dengan kejujuran adalah hal yang baik seraya menjelaskan kepada anak-anak apa arti, makna, dan manfaat berpuasa. Jika tidak dimulai dari sekarang menjelaskan hikmah dan pentingnya bulan ramadhan sejak dini, maka bulan ramadhan yang Allah SWT istimewakan akan jatuh seperti “ritual tahunan” dan bahkan menjadi beban saat mereka menjalankannya. Padahal jika sebulan ini mereka menjalankan puasa  penuh dengan kejujuran maka hal ini merupakan kebanggaan yang luar biasa. (fm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>