Jangan Mau Jadi Orang “Nyebelin”!

Tahquamenon_Falls_Upper_Falls,_Upper_Peninsula,_Michigan

Tahquamenon_Falls_Upper_Falls,_Upper_Peninsula,_Michigan

Disenangi dan diterima oleh orang lain, adalah salah satu kebutuhan dasar manusia. Jika ditanya, apakah ada orang normal yang ingin dibenci orang lain? Pasti tidak ada. Berusaha lapang dada dan menerima ketika dibenci orang lain, mungkin banyak yang melakukannya. Tapi sengaja melakukan sesuatu untuk dibenci banyak orang adalah sebuah hal yang aneh dan tak masuk akal.

Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana dengan mereka yang sering melakukan hal yang menyebalkan atau menyakitkan hati? Mungkinkah dia sengaja untuk mengundang kebencian kita? Jawabannya bisa dikembalikan kepada diri kita masing-masing. Pernahkah kita melakukan sebuah keburukan untuk sengaja dibenci? Saya yakin tidak. Abraham Maslow pun menempatkan kebutuhan disayangi dan diterima oleh orang lain di posisi ketiga dari lima hirarki kebutuhan dasar manusia.

Beberapa orang memang terkadang atau mungkin sering mejadi menyebalkan untuk sebagian orang lain, begitupun sebaliknya. Misalnya saja, orang gesit akan membenci orang lelet, orang royal akan membenci orang pelit, seorang pendiam akan tak nyaman berlama-lama dengan orang yang banyak bicara dan centil, Si Melankolis menarik diri dari Si Sanguinis, dan banyak lagi. Tapi tak satu pun dari mereka yang bercita-cita untuk jadi orang yang nyebelin. Malah, sering terjadi bahwa mereka yang kita rasa menyebalkan itu tak tahu kalau mereka menyebalkan bagi sebagian orang yang lain.
Perbedaan latar belakang adalah diantara penyebab orang yang satu bertentangan dengan orang yang lainnya. Setiap individu dibesarkan dalam situasi dan kondisi yang berbeda, pengalaman bersosialisasi yang juga berbeda, begitu pula dengan pola asuh, latar pendidikan, serta permasalahan hidup baik yang sudah dilewati maupun yang sedang dialami. Semua perbedaan itulah yang kemudian membentuk pola pikir dan karakter yang juga berbeda satu sama lain.

Saya sering mendengar cerita tentang si A yang tak terima dengan perlakuan Si B, Si C yang menilai aneh karakter Si D, juga saya… yang sering menghindari Si E sampai Si Z karena karakternya yang tak berkenan di hati. Sampai kemudian saya belajar untuk memahami dan menyimpulkan, bahwa tak ada orang yang ingin jadi menyebalkan, mereka hanya tidak menyadari kalau perilaku mereka membuat orang kurang senang. Sebagaimana saya, yang juga bisa saja dipandang menyebalkan oleh mereka yang karakternya berseberangan, tanpa saya sadari.

Keseimbangan
Louise A. Allen menyatakan ada dua kebutuhan dasar manusia, yaitu biologis dan psikologis. Dan setiap individu, selalu mencari keseimbangan dari keduanya. Bicara tentang keseimbangan, saya sangat setuju bahwa kita semua selalu bergerak menuju titik itu. Mudahnya saja, semua manusia tentu inginkan bahagia, ingin perhatian dan kasih sayang yang cukup, maka jika itu tak terpenuhi dari dalam rumah, ia akan mencarinya di tempat lain. Anak yang kurang mendapat pujian atau perhatian dari sikap baiknya, akan berusaha mencari perhatian dengan cara-cara yang kurang baik. Mereka yang merasa kurang didengarkan oleh pasangannya, cenderung bicara lebih keras walaupun sedang berdekatan. Seseorang yang sering dimanfaatkan sejak kecil, juga punya kemungkinan untuk memanfaatkan orang lain di saat dewasa. Orang yang fokus pada hal-hal besar, sering lalai pada hal-hal kecil. Semuanya itu adalah upaya yang bisa saja tidak disadari, dalam mencapai sebuah kata seimbang versi diri kita sendiri.

Jadi, mungkin kita memang harus lebih sering belajar memahami, bahwa tak ada asap jika tak ada api. Semua individu punya masa lalu yang menjadikannya seperti sekarang, punya alasan kuat dalam setiap tindakannya yang tak masuk akal untuk kita sekalipun. Maka lagi-lagi, memaklumi dan melapangkan hati menjadi solusi nomor satu yang harus diambil, sebelum kita punya kemampuan untuk memberitahu tanpa melukai hati yang bersangkutan. Terus dan terus mengingatkan diri sendiri, bahwa semua orang ingin diterima dan disukai.

Penulis:
Elita Duatnofa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *