Jangan Jadi Orang Tua Durhaka!

Do'a Orang Tua

Do'a Orang TuaSuatu hari, saya membaca tulisan di sebuah blog yang bunyinya kira-kira begini :

Selama ini kita tahu bahwa Malin Kundang adalah anak durhaka, bagaimana kalau ternyata ada hal lain yang tidak kita ketahui, atau jika seandainya kedurhakaan Malin Kundang sebenarnya adalah disebabkan perbuatan orang tuanya?

Tulisan ini menyiratkan bahwa tak hanya anak-anak yang bisa menjadi durhaka, tetapi orang tua juga bisa menjadi orang tua yang “durhaka” jika mengabaikan hak dan kewajiban kepada anak-anaknya. Padahal, setiap kita akan dimintai pertanggungjawaban di yaumul akhir kelak, termasuk pertanggungjawaban kita dalam memenuhi hak dan menjalankan kewajiban kita terhadap anak-anak.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggunjawabannya dan demikian juga seorang pria adalah seorang pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari: 2278).

Berikut adalah beberapa kewajiban yang harus kita lakukan sebagai orang tua terhadap anak-anak kita:

1. Memberi Nama yang Baik
Nama adalah salah satu tempat kita menitipkan doa. Oleh karenanya, sudah menjadi kewajiban orang tua untuk memberi nama yang baik kepada anak-anaknya, dengan harapan, sang anak akan memiliki akhlak dan budi pekerti seindah namanya.
Dari Abu Darda’, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda (yang artinya), “Sesungguhnya kamu sekalian akan dipanggil pada hari qiyamat dengan namamu dan nama ayahmu, maka baguskanlah nama kalian”. [HR. Abu Dawud]

2. Menyusui
Menjadi kewajiban seorang ibu untuk menyusui anaknya sejak baru dilahirkan hingga usianya genap dua tahun. Air susu ibu adalah makanan pertama terbaik untuk bayi yang dapat meningkatkan imunitas juga mempererat ikatan antara sang anak dengan ibunya.
Kewajiban menyusui ini juga tertera di dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 233 yang artinya:
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Al-Baqarah: 233).

3. Memberi Nafkah
Di dalam surat Al Baqarah di atas juga tersirat kewajiban sang ayah, yaitu memberi nafkah kepada keluarganya. Sudah menjadi tanggung jawab ayah selaku kepala keluarga untuk mencukupi kebutuhan keluarganya termasuk anak-anaknya. Bahkan bagi seorang kepala keluarga, nafkah yang diberikan kepada keluarganya lebih besar nilainya dibandingkan uang yang diberikan kepada fakir miskin ataupun untuk memerdekakan budak, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Satu dinar kamu infaqkan fii sabiilillah, satu dinar kamu pergunakan untuk memerdekakan budak, satu dinar kamu sedekahkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang kamu belanjakan untuk keluargamu, maka yang paling besar pahalanya ialah yang kamu belanjakan untuk keluargamu”. [HR. Muslim]

4. Menyuruh Anak-anak Mendirikan Sholat
Sholat adalah tiang agama. Oleh karenanya, perintah sholat harus diajarkan dan ditanamkan oleh orang tua kepada anak-anaknya sedini mungkin. Terkait kewajiban akan perintah sholat ini, Allah swt berfirman yang artinya: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bershabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezqi kepadamu, Kamilah yang memberi rezqi kepadamu. Dan akibat (yang baik) adalah bagi orang yang bertaqwa.” [QS. Thaahaa : 132].

Selain itu, orang tua juga berkewajiban mendidik anak-anaknya dengan pengetahuan agama yang baik dan benar, serta akhlak dan budi pekerti mulia. Orang tua hendaknya menjadi madrasah pertama bagi anak-anak dalam rangka mempersiapkan mereka untuk menjadi generasi islam yang beraqidah kokoh dan bertakwa.

5. Mencarikan Jodoh Saat Anak Dewasa
Pernikahan adalah penyempurna separuh agama. Bagi orang tua yang telah memiliki anak yang sudah dewasa, sudah selayaknya mencarikan jodoh yang baik untuk anak-anaknya, dengan harapan, sang anak kelak dapat membangun rumah tangga yang samara dan meneruskan amanah untuk mendidik generasi yang berkualitas.

Allah swt berfirman: “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [QS. An-Nuur : 32]

6. Mendoakan Anak-Anaknya
Terakhir, orang tua wajib mendoakan kebaikan bagi anak-anaknya. Boleh jadi di masa kecilnya seorang anak berperilaku bandel dan tidak penurut, tetapi berkat doa orang tua dan tidak putus asa dalam mendidik anak-anak, insya Allah kelak sang anak akan berubah menjadi anak yang sholeh dan penyejuk hati untuk keluarga.
Ini adalah salah satu doa bermohon kebaikan bagi keluarga:

Robbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a’yun waj’alna lil muttaqiina imaama…

 

Artinya: Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa. [QS. Al-Furqaan : 74]
Referensi :

http://salampathokan.blogspot.com

http://muslim.or.id

https://www.islampos.com

Penulis
Riawani Elyta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *