Menikahi Wanita Kakak-Adik Dalam Satu Waktu?

IMG00180-20120427-1559

IMG00180-20120427-1559

Roni (bukan nama sebenarnya), sangat terobsesi dengan kakak beradik Rina dan Rini, yang menurutnya sangat spesial. Roni pun bertekad untuk menikahi mereka sekaligus dalam satu waktu. Namun, Roni segera beristighfar ketika mendatangi seorang Ustadz, dan ternyata mendapatkan penjelasan bahwa di dalam Islam, haram menghimpun dua perempuan yang bersaudara kandung sebagai istri dalam waktu bersamaan.

Rasulullah menegaskan tentang hal tersebut, “Jika kalian lakukan itu, berarti kalian memutuskan silaturahmi di antara kalian.” (HR. Ibnu Hibban).

Adapun yang terjadi pada Usman r.a., yakni menikahi kedua puteri Rasulullah, Ruqayyah dan Ummu Kultsum, tidak terjadi dalam satu waktu. Setela Ruqayyah meninggal karena sakit, baru Ustman menikahi Ummu Kultsum. Karena menikahi dua puteri Rasulullah itulah, Ustman bin Affan digelari Dzun Nur ‘Ain. Pemilik Dua Cahaya, maksudnya adalah Ruqayyah dan Ummu Kultsum.

Menurut DR Yusuf Qardhawi dalam bukunya “Halal dan Haram Dalam Islam”, menuliskan bahwa ajaran Islam sangat meneguhkan hubungan silaturahmi, maka bagaimana mungkin mensyariatkan sesuatu yang menyebabkannya terputus, seperti menjadikan dua orang yang bersaudara sebagai madu yang lain? Menghimpun dua orang yang bersaudara menjadi istri dalam satu waktu, adalah kebiasaan masa Jahiliyah yang ditinggalkan oleh ajaran Islam. [US].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *