daging kambing

Fakta dan Mitos Seputar Daging Kambing

F587015daging kambing

Pada hari raya Idul Adha, masyarakat kita biasa menyuguhkan hidangan dari olahan daging kambing. Meskipun sajian dari daging kambing terkenal akan kelezatannya, banyak orang percaya, bahwa mengonsumsi daging kambing dapat membahayakan kesehatan. Pertanyaannya: benarkah demikian?

Berikut beberapa mitos dan fakta seputar daging kambing:

1. Mitos : daging kambing dapat memicu kenaikan kolesterol
Fakta : dibandingkan daging sapi, daging kambing justru memiliki kadar kolesterol lebih rendah, yaitu 5-39mg/100 gr, sedangkan kadar kolesterol daging sapi adalah 42-78 mg/100 gr. Selain itu, daging kambing juga memiliki kandungan lemak paling rendah yaitu rata-rata 20%, sedangkan pada sapi adalah 25 %, dan domba 30%.

2. Mitos : daging kambing dapat menyebabkan hipertensi
Fakta : pada sebagian orang, memakan daging kambing memang dapat memicu gejala hipertensi. Namun hal itu juga dipengaruhi faktor lain, diantaranya jumlah daging yang dikonsumsi, cara pengolahan daging, dan riwayat hipertensi yang dimiliki seseorang. Jadi, untuk mereka yang tidak punya riwayat hipertensi atau tekanan darahnya cenderung normal atau rendah, insya Allah tidak akan mengalami gejala hipertensi sepanjang jumlah yang dikonsumsi juga tidak berlebihan.

3. Mitos : daging kambing dapat meningkatkan libido dan gairah seksual
Fakta : para ahli spesialis andrologi mengatakan, bahwa daging kambing mengandung L-Argynin (sejenis asam amino yang menjadi bahan dasar nitric oxide=NO). Dan NO ini memberi efek relaksasi otot polos pembuluh darah pada alat vital. Daging kambing juga mengandung zat yang dapat melebarkan pembuluh darah, sehingga ada benarnya bahwa daging kambing bisa meningkatkan libido dan gairah seksual terutama bagi laki-laki, karena aliran darah ke organ seksual meningkat akibat pelebaran pembuluh darah.

4. Mitos : daging kambing sebaiknya dihindari karena lebih banyak mudharat dari manfaatnya
Fakta : daging kambing sebenarnya memiliki beberapa zat gizi yang baik bagi kesehatan, seperti protein yang bermanfaat untuk pembentukan otot, zat besi yang bermanfaat untuk mencegah anemia dan menjaga kekebalan tubuh, phosphorus untuk mendukung kesehatan tulang, vitamin B12 untuk menjaga kesehatan syaraf dan mental, dan sebagainya. Jadi, nilai kemudharatan daging kambing sebenarnya tidaklah lebih besar dari manfaatnya.

Dari fakta dan mitos di atas, jelaslah bahwa daging kambing tidak terlalu berbahaya seperti yang diyakini selama ini. Tinggal lagi bagaimana kita membatasi asupan konsumsinya, mengolahnya dengan cara yang sehat, dan tidak memelihara sugesti bahwa daging kambing hanya identik dengan hal-hal yang kurang aman bagi kesehatan.

Selamat menyambut hari Raya Idul Adha, dan semoga amal ibadah kita di bulan Zulhijjah ini diterima Allah swt.

Referensi :
kesehatanmuslim.com
manfaat.co.id
dailyclinic.blogspot.co.id

Penulis :
Riawani Elyta
Penulis nonfiksi Sayap-sayap Sakinah, Sayap-sayap Mawaddah dan 14 novel.
FB : Riawani Elyta
Twitter : @RiawaniElyta
Blog : www.riawanielyta.com
IG : riawani_elyta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>