Category Archives: Kehamilan

ibu-hamil

Saat Hamil Bolehkah Ikut Berpuasa

Saat bulan puasa tiba, terkadang memunculkan rasa dilema tersendiri bagi para wanita yang sedang mengandung. Haruskah ikut berpuasa atau tidak, kekhawatiran akan kondisi janin-nya jika diajak berpuasa dan keinginan menjalani puasa dengan segala kondisi yang ada. Sehingga memunculkan pertanyaan bolehkah wanita yang sedang hamil berpuasa?

ibu-hamil

sumber gambar dari sini

Menurut Dr. Bambang Suyono, SpOG melakukan ibadah puasa meski sedang hamil sebenarnya tidak akan memengaruhi kondisi kesehatan bayi yang dalam kandungan, perubahan pola makan si ibu tidak akan membuat bayi Anda kekurangan persediaan gizi dan makanan. Mengapa? Karena bayi di kandungan mendapatkan asupan makanannya dari plasenta melalui aliran darah. Jadi meski pola makan Anda berubah, asalkan Anda tetap mengonsumsi makanan sehat yang dibutuhkan selama kehamilan ini, maka bayi di kandungan akan tetap mendapatkan kecukupan zat gizi dan mineral penting untuk pertumbuhannya. Meski demikian, Dr. Bambang mengingatkan para ibu yang sedang hamil tidak memaksakan diri berpuasa jika kondisi kehamilannya kurang sehat. Puasa memang tidak akan secara langsung mempengaruhi kondisi janin, tapi justru kondisi si ibu sendiri, apakah dia sehat dalam menjalankan ibadah puasa atau tidak.

Hal ini senada dengan paparan Syekh Ibn Baz, rahimahullah berkata,”Wanita hamil dan menyusui, hukumnya seperti orang sakit. Jika berat bagi mereka berpuasa, maka dibolehkan bagi mereka berbuka. Dan mereka harus mengqadha (menggantinya) ketika dirinya sudah mampu berpuasa, seperti orang sakit. Sebagian ulama berpendapat, cukup bagi keduanya memberi makan (satu orang miskin untuk setiap satu hari tidak berpuasa). Ini merupakan pendapat lemah yang tidak dikuatkan. Yang benar adalah dia harus mengqadha, seperti musafir atau orang sakit.

morning sickness

Menghadapi Morning Sickness

Menjalani masa-masa kehamilan memang sangat membahagiakan dan membanggakan, dan salah satu “warna” dari kehamilan adalahmorning sickness yang biasanya terjadiantara minggu ke 4 sampai ke 6, dan biasanya terus berlanjut hingga maksimal minggu ke-16.
 
Morning sicknessbiasanya berupa pening, mual, dan muntah-muntah yang biasanya terjadi di pagi hingga siang hari, terkadang gejala ini bisa berlanjut hingga sepanjang hari.
 
Para wanita yang mengalami morning sickness tentunya akan merasa sangat tak menyenangkan dan situasi ini biasanya sangat mengganggu aktivitas serta ritinintas mereka. Itu wajar karena morning sickness membuat para ibu hamil tak berdaya serta tidak nyaman sepanjang hari
 
Namun ternyata, mengalami morning sickness adalah hal yang harus disyukuri, karena sebuah penelitian mengatakan bahwa wanita yang mengalami morning sicknessmemiliki berisiko 55 – 80 persen lebih rendah atau lebih kecil untuk mengalami keguguran, dibandingkan wanita yang tidak mengalaminya. Selain itu, wanita yang mengalami morning sickness juga berkemungkinan lebih besar untuk melahirkan bayi yang lebih sehat dibandingkan dengan wanita yang tak pernah merasakan dan mengatasi morning sickness.
 
Menurut Gideon Koren, ketua peneliti dari Motherisk Program di Toronto, bayi yang dilahirkan oleh ibu yang mengalami morning sicknessjuga berisiko lebih kecil mengalami kelainan pada organ tubuhnya, seperti kelainan pada tempurung kepala atau sistem kardiovaskular.
 
Meski begitu morning sicknesstetap harus diatasi dengan mengkonsumsi vitamin B6 dan multivitamin  agar si calon ibu tidak kekurangan vitamin akibat berkurangnya selera makan dan muntah-muntah.Selain itu, ibuharus mengusahakan agar bisa istirahat total dan minum air putih yang cukup agar terhindar dari dehidrasi, serta sering makan dengan porsi kecil sebagai pengimbang untuk mengatasi morning sickness.
 
Tentu jangan lupa, itu semua tetap harus diimbangi juga dengan berdoa, berdzikir agar buah hati yang dikandung, tumbuh dengan sehat, cerdas serta kelak menjadi anak yang menjadi penyejuk mata dan berakhlak baik.[fm]
ibu-2Bhamil

Menghadirkan Ketenteraman Saat Hamil

Salah satu nikmat Allah yang sangat luar biasa, bagi seorang perempuan adalah dia bisa mengandung (hamil) benih dari suami yang amat dicintainya. Amanah dan kepercayaan Allah ini sangat berat, karena kehamilan mengubah kehidupan perempuan secara mental dan fisik, perubahan tersebut untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan janin dalam tubuh ibu.
Saat mengandung selama sembilan bulan, membawa janin mulai berat hanya beberapa ons hingga terus tumbuh membesar dalam perut, dan saat mengalami perubahan-perubahan itu tak jarang seorang perempuan merasa kesakitan dan kekhawatiran berlebihan yang bisa berujung pada stress. Memang benar, perasaan khawatiran dan kecemasan berlebihan memang lebih sering dirasakan para ibu hamil, karena kondisi kehidupan mereka dan kondisi psikologis mereka lebih labil dan rentan dibandingkan pada keadaan sebelum hamil.
Berdasarkan beberapa penelitian,stres pada masa kehamilan akan berdampak buruk pada janin, bisa mengakibatkan keguguran, keterlambatan pertumbuhan janin, dan mengalami kelahiran prematur. Dampak kepada sang ibu juga bahaya karena dapat mempengaruhi kesehatannya.
Dalam kondisi seperti ini menghadirkan rasa sakinah,ketenangan dan ketentraman adalah satu hal yang perlu dilakukan.Karena jika sang ibu merasakan tenteram saat menjalani kehamilan dengan memperbanyak bersyukur, dan memperbanyak doa, itu semua akan berdampak positif.
Ibarat menanam bunga, jika dirawat, dipupuk dan diperhatikan maka akan tumbuh tanaman yang cantik dan indah. Maka menjalani kehamilan pun demikian. Karenalahirnya seorang anak yang soleh, berbakti, dan menjadi penyejuk mata semua orang, semua tak lepas dari peran ibunya sendiri ketika mengandung.
Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita untuk selalu berdoa, dengan doa yang selalu dipanjatkan Nabi Ibrahim.
”Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.”

Kesuksesan menghadirkan rasa sakinah saat menjalani kehamilan, tak lepas dari sudah terciptanya dan tumbuhnya rasa sakinah dalam jiwa-jiwa pasangan yang telah Allah satukan dalam ikatan suci-Nya. [fm]
ibu-2Bhamil

Ini Lho, Tanda-tanda Kehamilan

Setiap perempuan yang sudah bersuami pasti menginginkan dirinya segera hamil, karena pada dasarnya lengkaplah ia menjadi perempuan saat ia sudah merasakan kehamilan, melahirkan, menyusui dan menimang sang buah hatinya. Maka jelas, betapa bahagianya dia saat si jabang bayi yang di harap-harapkan pun lahir.

Namun kadang terjadi perempuan yang baru mengalami masa kehamilanpertamabelum mengetahui tanda-tanda kehamilan dengan benar. Karena sebenarnya tanda-tanda kehamilan (pregnancy symptoms) bisa jadi gejalanya mirip dengan dengan  tanda datangnya menstruasi. Nah, ketidaktahuan inilahyang menyebabkan mereka bisa stress karena mungkin saja mereka menganggap itu tanda kehamilan, namun setelah dilakukan beberapa kali test ternyata hasilnya negatif. Atau bahkan sebaliknya ini bisa memicu terjadinya kegugurankarena mereka tidak menyadari dirinya sudah hamil sehingga masih saja beraktifitas berat dan mengonsumsi makanan yang dilarang selama kehamilan. 

Kebanyakan dari kita beranggapan jika tanda-tanda kehamilan hanya satu yaitu terlambat datangnya menstruasi saja. Padahal ini pun belum tentu, apalagi  terlambat menstruasi bisa saja disebabkan hal lain seperti: pola makan, stress, kecapaian, atau adanya gangguan hormonal.
Maka para perempuan hendaknya mengetahui tanda-tanda kehamilan dengan baik yang biasanya meliputi beberapa hal, yaitu:

 

·         Terjadi perubahan pada payudara
·         Munculnya bercak darah atau flek yang diikuti kram perut
·         Mual dan muntah (Morning sicknes)
·         Sering kencing/buang air kecil (Frequent Urination)
·         Pusing dan sakit kepala (Headaches)
·         Rasa lelah dan mengantuk yang berlebih (Fatigue)
·         Sembelit
·         Sering meludah (hipersalivasi)
·         Naiknya temperatur basal tubuh
Memang tanda-tanda kehamilan yang disebutkan di atas sifatnya pribadi, tidak semua perempuan akan mengalami hal yang sama persis, bahkan ada juga yang tidak mengalami gangguan apapaun.Namun setidaknya dengan mengetahui beberapa cirinya maka kita (baik suami atau istri) bisa lebih membedakan mana tanda-tanda kehamilan, atau mana yang merupakan gejala penyakit. Untuk lebih memastikannya, harus pula dilakukan test kehamilan baik yang dilakukan sendiri di rumah dengan test pack,ataudengan melakukanpemeriksaan ke dokter kandungan.[fm]