Category Archives: FINANSIAL

Belanja Cerdas Ala Konsumen Cerdas

pasarKegiatan belanja jelas tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan pastinya kegiatan tersebut membutuhkan sejumlah dana. Bagaimana mengelola dana yang baik bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan melakukan kegiatan belanja yang cerdas. Selain bisa mendatangkan keuntungan finansial jangka pendek hingga panjang, kecerdasan dalam berbelanja juga mendatangkan kebahagiaan dan kepuasan secara mental dan psikologis. Continue reading

bisnis

Yuk, Bangun Masa Depan Anak yang Cerah dengan Melek Finansial

bisnis

Pada tulisan sebelumnya, kita telah membahas tentang pentingnya membangun kebiasaan baik dengan rutin menabung di bank. Pada saatnya nanti (sekitar usia 18 – 25 tahun) tentu anak-anak kita akan memiliki sejumlah dana yang cukup besar di tabungannya. Tulisan ini akan membahas bagaimana melatih anak menggunakan dana yang dimilikinya untuk tujuan produktif dengan mengembangkan kemampuan mereka dalam meningkatkan jumlah dana tabungannya melalui cara-cara yang baik dan halal. Dengan sasaran yang jelas, anak kita akan termotivasi untuk selalu rajin menabung dan dana tersebut nantinya bisa digunakan antara lain untuk keperluan:

  • Membeli kendaraan sendiri,
  • Biaya kuliah,
  • Uang muka pembelian rumah atau tanah,
  • Memulai bisnis (wirausaha),
  • Investasi (deposito, sukuk, emas batangan dsb).

Kita akan membahas  penggunaan dana khusus untuk bisnis dan investasi. Karena hal ini membutuhkan kemampuan yang harus dilatih sejak kecil.

Bisnis (Wirausaha)

Ada sejumlah tips dalam mengembangkan jiwa wirausaha pada anak yaitu :

1. Buatlah proses belajar tentang wirausaha yang menyenangkan

Bermain monopoli bisa merupakan sarana perkenalan terhadap bisnis yang pertama bisa diajarkan. Selain itu kita juga bisa melibatkan anak ketika berbelanja di pasar atau di toko yang melibatkan transaksi jual beli secara langsung. Dukung juga ketertarikan anak terhadap dunia bisnis sembari menanamkan nilai-nilai seperti :

  • bahwa bisnis bukan semata-mata mengejar uang
  • harga sebuah produk atau jasa ditentukan oleh besarnya kesediaan orang untuk membayar dan mekanisme pasar
  • bisnis kadang berhasil kadang tidak
  • bisnis membutuhkan kemampuan negosiasi yang baik
  • dibutuhkan semangat dan kerja keras untuk berhasil dalam bisnis

2.  Ubah pekerjaan sambilan anak menjadi sebuah bisnis dan dampingi mereka melakukannya

Menyapu halaman, menjaga anak tetangga ataupun pekerjaan sambilan lainnya bisa dijadikan bisnis untuk anak-anak kita. Bantu mereka membangun bisnis dari hal-hal sehari-hari yang mereka sering lakukan dan terbiasa melakukannya. Termasuk juga dari hobi produktif yang mereka miliki.

Jiwa wirausaha yang terasah dari seorang anak, nantinya akan membantunya ketika dia akan memulai bisnis yang sebenarnya di saat usianya telah dewasa dengan modal dari dana tabungan yang dimilikinya. Walaupun nantinya anak kita memilih bekerja di sebuah perusahaan atau lembaga pemerintahan, tetap penting baginya memiliki bisnis pribadi sebagai sebuah sumber penghasilan lain untuk membantu pemenuhan kebutuhan finansialnya yang semakin besar.

Investasi (Deposito, Sukuk, Emas Batangan)

Untuk mengajari anak-anak kita cara berinvestasi jangka panjang, berikut adalah prinsip-prinsip yang bisa kita terapkan :

  1. Ajarkan jenis-jenis investasi, baik yang mengandung unsur riba maupun yang diperbolehkan dalam Islam. Penting bagi mereka untuk tahu manfaat investasi halal, juga mudarat dan bahaya riba yang mengintai dan bersembunyi dalam banyak jenis investasi.
  2. Membeli emas batangan, tanah atau uang muka sebuah rumah adalah sebuah investasi jangka panjang yang menguntungkan. Ajarkan anak – anak kita yang sudah memasuki usia remaja untuk mengenal lokasi tanah atau rumah yang bernilai ekonomis dan bisa mendatangkan keuntungan. Bahkan membeli sebuah rumah toko (ruko) atau mobil toko (moko) juga bisa merupakan investasi yang menguntungkan bagi anak kita sembari mendukung pengembangan jiwa wirausahanya.
  3. Ajarkan anak untuk jeli dengan jenis investasi yang ditawarkan perseorangan atau perusahaan milik perseorangan terkait maraknya penipuan yang mengatasnamakan investasi.

Dengan dukungan positif, pendidikan dan keterampilan praktis yang kita berikan kepada anak – anak kita, insya Allah kelak mereka bisa menjadi pribadi dewasa yang berhasil dan bertanggung jawab secara finansial (termasuk memiliki komitmen untuk berkontribusi positif dan berbagi sebesar – besarnya untuk kemaslahatan umat), kita pun akan merasa bahagia melepaskan mereka untuk terjun ke dunia nyata, dengan harapan mereka akan memiliki masa depan cerah dan mampu menghasilkan kontribusi positif pada dunia mereka nantinya.

Sebagian sumber tulisan diambil dari : Buku “ Making Allowance” – Lermitte, Merritt

Penulis: Risa Mutia

Editor: Yeni Mulati Ahmad

bisnis

6 Kiat Agar Anak Rajin Menabung di Bank

keuangan-usaha

Di artikel kemarin, kita kita telah membahas tentang 6 Trik Agar Anak Melek Finansial, yang isinya adalalah prinsip pemberian uang saku dan membangun kebiasaan menabung seumur hidup.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang bagaimana agar anak rajin menabung uang saku tersebut, khususnya di bank. Sebab, sekadar menabung di celengan, akan sangat berisiko. Langkah ini penting untuk membentuk kecerdasan finansal anak. Tujuannya adalah sebagai berikut:
– Agar anak terbiasa mengelola uang yang mereka miliki
– Agar anak memahami cara kerja bank sehingga kelak mereka mampu memanfaatkan nilai positif menabung di bank
– Melatih mereka untuk bernegosiasi dan menangani masalah uang langsung dengan orang, dan bukannya mesin.

Berikut ini prinsip – prinsip yang bisa diterapkan ketika memperkenalkan dan membuat anak bersahabat dengan bank:

Pertama, pilihlah bank syariah yang ramah terhadap anak
Kesan pertama sangat penting, sehingga penting untuk menciptakan pengalaman pertama yang berkesan positif bagi anak. Jika perlu, sebelum mengajak anak, kita bisa berkenalan langsung dengan petugas bank dan meminta mereka untuk bekerjasama dengan baik ketika kita mengajak anak untuk menabung pertama kalinya.Untuk selanjunya, penyetoran ini bisa dilakukan misalnya satu bulan sekali.
Anak perlu diperkenalkan tentang bank syariah agar memahami prinsip utama dalam kehalalan penyimpanan uang dan menghindari riba yang diharamkan Allah.

Kedua, latih kemandirian si anak untuk menabung sendiri
Setelah tahap perkenalan, selanjutnya latihlah anak melakukan sendiri transaksi perbankannya mulai dari mengisi slip, melakukan penyetoran/penarikan hingga berhadapan dengan petugas bank. Dalam kehidupan selanjutnya di masa dewasa kelak, banyak hal yang harus dilakukan anak yang berhubungan dengan pendanaan, agunan, pinjaman dan sebagainya. Langkah ini penting untuk membangun keyakinan dan rasa percaya diri anak.

Ketiga, meminta buku tabungan dan menolak kartu ATM
Beberapa bank kadang memberikan sistem laporan bulanan. Sebaiknya kita memilih buku tabungan untuk memantau pertambahan jumlah tabungan anak yang juga bisa dilihat oleh anak kita. Untuk tahap awal, anak tidak perlu diperkenalkan dengan kartu ATM terlebih dahulu. Memiliki kartu ATM membuat anak-anak bisa melakukan transaksi tanpa mengetahui asal uangnya. Kartu ATM juga membuat tabungan anak mudah diambil dan mereka bisa dengan mudah mengurasnya. Selain itu kartu ATM bisa merusak kebiasaaan menabung yang sedang coba kita tanamkan.Pengenalan kartu ATM bisa dilakukan ketika anak sudah beranjak remaja dan punya pengendalian yang lebih baik.

Keempat, menabung dari uang selain penyisihan uang saku yang didapat anak
Ketika berkunjung ke rumah keluarga besar, saat momen hari raya, berulang tahun, mendapatkan hadiah saat mengikuti perlombaan, seringkali anak memperoleh uangtambahan. Jika jumlahnya besar, anjurkan anak untuk menyimpan separuhnya di bank dan mereka boleh menggunakan sisanya untuk keperluan mereka.

Jelaskan tentang menabung dan cara kerja bank setelah mereka mempraktekkannya secara langsung
Jelaskan tentang cara kerja bank, manfaat positif menabung di bank dan tujuan jangka pendek dan menengah dengan memiliki sejumlah tabungan. Selain tentunya faktor keamanan menyimpan uang di bank daripada di rumah.
Jika anak telah terbiasa menabung di bank dan telah memilik pemahanam yang semakin baik, kita boleh memberitahu tentang adanya perbedaan bank syariah dan konvensional termasuk layanan yang bisa diberikan oleh bank misalnya pinjaman, agunan, kartu kredit, kartu debit hingga asuransi.

Keenam, terus semangati anak dan beri hadiah jika tabungannya telah mencapai jumlah tertentu yang disepakati
Anak perlu dibina untuk memiliki kebiasaan menabung seumur hidup. Tunjukkan pentingnya memiliki sejumlah uang yang bisa dimanfaatkan jika anak menginginkan sebuah barang atau menginginkan sebuah pencapaian tertentu misalnya untuk liburan, membeli sepeda baru, mengambil kursus, membelikan hadiah untuk keluarga dan sebagainya.

Dengan menanamkan kebiasaan menabung sejak dini, anak belajar bahwa untuk mencapai sesuatu, diperlukan kesabaran dan kerja keras. Anak juga tidak sembarangan menghabiskan uang yang diperolehnya. Anak akan memiliki penghargaan yang lebih baik terhadap dirinya, orangtua dan keluarganya, juga pencapaiannya dari kedisplinan, konsistensi dan kesabaran menabung. Dengan semua kebiasaan ini, anak diharapkan siap berhadapan dengan kehidupan nyata yang berhubungan dengan pengelolaan uang di kemudian hari.
Dan yang paling utama, ajarkan anak untuk selalu bersyukur dengan semua yang diperolehnya dan jangan lupa mengingatkannya untuk selalu bersedekah dan berbagi kepada sesama.

Sebagian sumber tulisan diambil dari : Buku “ Making Allowance” – Lermitte, Merritt

Penulis: Risa Mutia & Riawani Elyta

Editor: Yeni Mulati Ahmad

8047

6 Trik Agar Anak Melek Finansial

8047

Uang bukan segalanya, namun kekurangan uang bisa menjadi akar permasalahan dan konflik dari banyak hal. Ketika kita dikaruniai anak, secara otomatis kita juga diberi tanggung jawab untuk mengasuh anak tersebut untuk menjadi manusia yang baik. Mendidik anak adalah sebuah proses yang tidak bisa diulang dengan pertaruhan antara kegagalan dan keberhasilan. Salah satu pendidikan yang seyogyanya diberikan kepada anak adalah pendidikan kecerdasan finansial. Tujuan jangka panjang dari pendidikan ini adalah agar anak bisa mengembangkan keterampilan mengelola uang yang mantap dan positif sehingga di kemudian hari anak tidak memiliki ketergantungan finansial terhadap orangtuanya, memperkecil konflik keluarga akibat kekurangan uang, menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab terhadap diri dan keluarganya kelak  serta bisa berkontribusi positif sebesar-besarnya untuk kemaslahatan umat lewat sedekah tanpa batas.  Kesuksesan secara materi memang bukanlah tolak ukur keberhasilan seseorang, namun memiliki keluasan rejeki agar bisa berbagi sebanyak mungkin adalah salah satu bentuk  keberhasilan pendidikan terhadap seorang anak.

Tulisan ini akan dibagi dalam beberapa bagian.  Bagian pertama meliputi pengenalan dasar pengelolaan finansial  lewat penerapan uang saku.

UANG SAKU – PENGELOLAAN DASAR UANG

Ketika anak menginjak usia lima atau enam tahun, konsep uang saku sudah bisa diperkenalkan. Umumnya jika anak telah tahu fungsi uang sebagai alat pertukaran dan telah tahu membedakan nilai nominal uang, kita sudah boleh menerapkan pemberian uang saku. Berikut beberapa prinsip yang bisa diterapkan daam pemberian uang saku:

  1. Buat perjanjian antara orang tua dan anak

Sebelum anak menerima uang saku, buat perjanjian dengan anak tentang penggunaan uang saku yang meliputi tiga hal peruntukan ; untuk dibelikan barang atau makanan/minuman (jajan)  yang dibutuhkannya, untuk ditabung dan untuk disedekahkan

Termasuk di sini mendiskusikan besarnya uang saku yang bisa diterima sang anak, waktu pemberian uang saku(harian atau mingguan) dan jumlah uangnya.

  1. Bersikap tegas dan konsisten

Jika sang anak telah menghabiskan uang sakunya sebelum waktunya, tetaplah konsisten untuk tidak memberikan uang tambahan. Jika anak berpikir dia akan memperoleh tambahan uang begitu uang sakunya habis, maka dia tak akan pernah belajar mengelola uang saku.

  1. Jangan mengaitkan uang saku dengan hukuman atau pencapaian/prestasi

Seorang anak memperoleh uang saku karena dia adalah bagian dari keluarga dan tidak ada hubungannya dengan prestasi ataupun perbuatan buruk yang mengakibatkan hukuman baginya.

  1. Menjadikan menabung sebagai bagian dari perjanjian uang saku

Kebiasaan menabung seumur hidup adalah proses yang harus dimulai sedini mungkin. Ajarkan juga bahwa jika sang anak menginginkan uang maka menabung adalah salah satu cara terbaik untuk mencapai hal tersebut. Berikan dompet dan celengan untuk membantunya menyimpan uang. Mulanya sahabat Sakinah bisa mencatatkan jumlah tabungan tersebut di depan anak dan seiring pertambahan usia, anak akan bisa mencatat sendiri jumlah tabungannya. Sebaiknya ajarkan anak anda bersabar untuk menabung pertama kalinya tanpa tergoda keinginan untuk mengambilnya. Misalnya selama tiga bulan, lalu tunjukkan kepadanya jumah tabungannya dan berikan motivasi bahwa jika menabung lebih lama lagi, maka dia bisa memiliki tabungan yang lebih banyak. Tentunya semakin bertambahnya usia, pemahaman tentang penggunaan tabungan untuk hal – hal yang positif juga harus ditanamkan.

  1. Menetapkan persentase pembagian uang saku

Ajari anak kita untuk membagi uang sakunya. Biasanya mengikuti pola yang diterapkan oleh orangtuanya. Misalnya 10% untuk sedekah, 30% untuk tabungan dan sisanya, 60% untuk memenuhi kebutuhan sang anak.

Khusus untuk sedekah, ajak anak memberikan sendiri sedekahnya untuk mengembangkan kebiasaan berbagi sedini mungkin dan mengajarkan nilai spiritual bahwa harta yang abadi adalah sedekah kita. Termasuk di sini menanamkan kebiasaan bersyukur terhadap kelebihan yang diberikan Alah kepada kita. Nilai tambahan dari penanaman nilai ini adalah kecerdasan spiritual, sosial dan intrapersonal yang terasah. Kebiasaan berbagi ini juga bisa dikembangkan dengan mengajari anak misalnya dengan mentraktir atau membelikan hadiah untuk teman atau anggota keluarga yang lain.

  1. Memberikan selamat dan terus memotivasi anak untuk terus menerapkan kebiasaan baik, boleh juga dengan memberikan hadiah kecil misalnya membuatkan makanan kesukaannya atau mengajaknya berjalan-jalan atau mentraktirnya.

Semua hal di atas tentu memerlukan kesabaran dalam menjalankannya. Namun tujuan jangka panjang yang diperoleh dari semua usaha itu tentu akan membuat kita selalu termotivasi untuk memberikan pendidikan finansial terbaik untuk anak-anak kita. Dengan demikian akan membentuk karakter positif pada anak yaitu memiliki kesadaran dan tanggung jawab finansial yang kokoh dan mantap sejak dini.

Sebagian sumber tulisan diambil dari : Buku “ Making Allowance” – Lermitte, Merritt

Penulis: Risa Mutia & Riawani Elyta

Editor: Yeni Mulati Ahmad & Tim SSC

ARTIKEL-ARTIKEL PENDIDIKAN ANAK SILAKAN BACA DI SINI!

keuangan-usaha

6 Kiat Memulai Bisnis di Rumah

keuangan-usahaSuatu hari, seorang kenalan bercerita tentang keinginannya untuk berhenti bekerja dan memulai bisnis di rumah. Alasannya agar bisa mengasuh anak dan punya lebih banyak waktu untuk diri sendiri dan keluarga.

Tentu, niat untuk bekerja di rumah adalah niat yang baik. Tetapi, ada beberapa hal harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk berhenti bekerja dan memulai bisnis di rumah. Berikut diantaranya :

  1. Sholat Istikharah

Dalam mengambil keputusan, terutama keputusan penting yang menyangkut prioritas hidup dan keluarga, kita sebaiknya memohon pertolongan Allah agar ditunjukkan pilihan yang terbaik. Caranya adalah dengan melakukan sholat istikarah dan berdoa dengan khusyu. Terkadang, keputusan itu tidak langsung datang seusai sholat, tetapi kita tidak boleh putus asa. Teruslah melakukan sholat dan berdoa dengan khusyu sampai pikiran kita dibukakan dengan petunjuk dariNya.

  1. Persiapan Mental

Saat memutuskan untuk berhenti bekerja, ada banyak perubahan akan kita hadapi. Mulai dari perubahan lingkungan, lingkup pergaulan, sumber penghasilan, termasuk omongan miring orang-orang di sekitar kita yang menyayangkan keputusan tersebut. Oleh karenanya, ada baiknya kita mempersiapkan mental untuk menghadapi semua perubahan yang cukup drastis ini. Jika mental tidak siap, maka sedikit saja muncul hal yang kurang menyenangkan, kita akan mudah merasa kecewa dan menyesali keputusan.

  1. Pengetahuan

Untuk memulai bisnis dibutuhkan perencanaan yang matang dan pengetahuan tentang bisnis itu sendiri. Bisnis bukanlah sulap yang dapat terjadi begitu saja. Melainkan butuh usaha, kerja keras dan strategi. Oleh karenanya, persiapkan diri dengan pengetahuan seputar ilmu bisnis dan prakteknya saat telah memiliki niat untuk berbisnis di rumah.

  1. Riset

Sebelum mulai berbisnis, lakukan riset terlebih dulu terhadap kebutuhan orang-orang di lingkungan kita, sehingga mudah untuk memilih jenis produk yang akan dipasarkan. Sesuaikan juga dengan minat dan hobi kita. Karena melakukan bisnis yang seiring sejalan dengan apa yang kita minati, akan membuat kita merasa bahagia dan nyaman melakukannya.

  1. Finansial

Bisnis adalah sebuah proses yang dinamis dan tidak langsung bertumbuh dalam sekejap. Juga tidak ada yang bisa memastikan bisnis akan berjalan lancar begitu kita memulainya. Tak jarang, bisnis baru menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah melalui jangka waktu berbulan-bulan atau bahkan hingga bertahun-tahun. Oleh sebab itu, sebaiknya cek dulu kesiapan finansial kita sebelum banting setir ke dunia bisnis. Minimal, kita masih punya tabungan atau aset pribadi yang cukup untuk biaya kebutuhan dasar selama setahun ke depan saat memutuskan untuk mulai berbisnis. Dengan demikian, jika ternyata bisnis kita tak berjalan sesuai harapan, atau menemui batu sandungan di awal prosesnya, kita tidak akan langsung jatuh kolaps dan kesulitan memikirkan biaya hidup.

  1. Manajemen waktu

Pikirkan juga bagaimana kita akan mengatur waktu jika berbisnis di rumah. Bagaimana membagi waktu untuk mengasuh anak, pekerjaan rumah tangga dan untuk urusan bisnis itu sendiri. Jangan sampai niat kita untuk berbisnis di rumah karena ingin selalu dekat dengan anak justru menjadi bumerang saat kita keteteran membagi waktu.

Berbisnis di rumah adalah sebuah aktivitas yang mengasyikkan dan menghasilkan jika kita mengetahui trik-trik menghadapi dan menjalankannya. Jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Allah swt agar niat baik dan usaha kita senantiasa dipermudah dan rejeki kita pun memperoleh berkah.

Selamat berbisnis di rumah :-)

 

Penulis

Riawani Elyta