Category Archives: BERITA

SSS 350x350 px

Pengumuman Lomba Menulis Resensi Seri Sayap Sakinah 2015

Sayap Mawaddah_promoAssalamu’alaikum…

Hai, Sobat Sakinah… semoga kabar Sobat senantiasa dalam naungan rahmat, hidayah dan berkah dari Allah SWT. 

Alhamdulillah, setelah menyeleksi sekitar 40 naskah yang masuk ke panitia Lomba Menulis Resensi Seri Sayap Sakinah, tim juri yang terdiri dari:

Afifah Afra

Riawani Elyta

Tim Redaksi Indiva Media Kreasi

Telah memutuskan pemenang lomba tersebut sebagai berikut:

Juara 1: Koko Nata Kusuma
Juara 2: Eni Lestari
Juara 3: Ria Mustika Fasha

Juara Harapan1: Teguh Wibowo
Juara Harapan2: Sri Darmawati
Juara Harapan 3: Hari Setiawan

Selanjutnya, mohon kepada para pemenang untuk mengirimkan:

a. Alamat lengkap dan nomor HP yang bisa dihubungi

b. Nomor rekening

Ke email sayapsakinah@gmail.com untuk pengiriman hadiahnya.

Selamat untuk para pemenang!

Wa’alaikumussalam

Catatan: Tim Sayap Sakinah akan memuat resensi pemenang di web ini secara berurutan.

kebakaran hutan

Indonesia Darurat Asap, Mari Bantu Mereka!

kebakaran hutan“Telah tampak kerusakan di darat dan di lautan akibat perbuatan tangan (maksiat)[1] manusia, supaya Allâh merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” [Q.S. Ar-Rûm/30:41]

Telah memasuki bulan ketiga, beberapa provinsi di tanah air mengalami kabut asap sangat parah akibat pembakaran hutan. Yang terparah adalah di Provinsi Riau dan Kalimantan Tengah khususnya Palangkaraya. Bahkan info terakhir menyebutkan, bahwa angka ISPU telah melewati angka 3000. Sementara batas tertinggi untuk level berbahaya adalah pada angka 300. Lantas, seperti apakah gerangan kondisi udara yang kini dihirup oleh saudara-saudara kita itu?

Tak cukup sampai di situ, beberapa kali berita menyedihkan turut menghiasi media cetak, media online dan layar kaca, tentang korban yang jatuh akibat dampak bencana ini. Mulai dari angka penderita ISPA yang telah melampaui angka ratusan ribu jiwa, hingga yang merenggut korban nyawa dari kalangan anak-anak. Selain para lansia dan anak-anak, masih ada satu golongan lagi yang mengalami ancaman kesehatan terbesar, siapa lagi kalau bukan para ibu hamil. Ya. Udara dengan kadar pencemaran sangat tinggi tak hanya membahayakan kesehatan sang ibu, tetapi juga kesehatan janin. Kadar udara bersih yang mungkin hanya tersisa kurang dari lima persen, tak kurang berbahayanya dengan kekurangan oksigen. Dan janin yang kekurangan oksigen, ataupun janin yang ibunya terpaksa menghirup udara pada level berbahaya, sangat beresiko terhadap gangguan syaraf, cacat pertumbuhan hingga kehilangan nyawa. Astagfirullahal azim.

Mungkin, kita juga turut merasa prihatin bercampur gerah, akan nasib saudara-saudara kita dan lambatnya solusi terhadap kasus tersebut. Kegeraman pada pemerintah pun mencuat di mana-mana. Sementara itu, para petugas dan relawan terus berjibaku memadamkan api pembakaran hutan dari terus membesar.
Sebagai warga Indonesia dan sesama muslim, sudah sepantasnya kita menjadi bagian dari solusi atas bencana ini. Mari kita tunjukkan kepedulian dan tindakan nyata untuk meringankan beban saudara-saudara kita di sana. Berikut 5 (lima) cara yang bisa kita lakukan:

1. Ringankan lisan dan hati kita untuk berdoa dengan khusyu, meminta pertolonganNya untuk menurunkan hujan dan menyingkirkan asap tebal yang telah berbulan-bulan menaungi mereka, serta mengembalikan kehangatan sinar matahari yang telah lama mereka rindukan. Memang, jika kita bercermin dari ayat di atas, boleh jadi, bencana ini adalah bentuk “edukasi” Sang Maha Pencipta kepada para perusak alam agar menyadari akibat dari perbuatan. Namun, sungguh tak ada salahnya kita mendoakan curahan ampunan dan rahmatNya kepada saudara-saudara kita yang merasakan akibat nyata dari perbuatan tersebut.

2. Ringankan rejeki yang kita peroleh untuk disumbangkan pada mereka, kita salurkan pada lembaga-lembaga yang amanah dan benar-benar menggunakannya secara tepat dan solutif. Misalnya, untuk pengadaan masker N95, tabung oksigen dan obat-obatan, untuk membiayai tim relawan dan swadaya masyarakat yang berupaya memadamkan api, dan sebagainya.

3. Ringankan jari kita untuk membagikan berita yang akurat dan situasi terkini di daerah-daerah bencana lewat media sosial. Bagikan beserta niat dan status untuk menghimbau dan menggugah, bukan diiringi caci maki dan umpatan kepada pihak yang seharusnya bertanggung jawab. Meski banyak yang meragukan usaha viral ini, setidaknya ini adalah upaya kita untuk menggalang kesadaran bersama akan apa yang sesungguhnya terjadi dan bersama-sama pula menggugah kesadaran kita akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

4. Ringankan kemauan kita untuk belajar lebih banyak akan hal-hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga lingkungan, memperbaiki kerusakan lingkungan dan mencegah terjadinya bencana akibat kerusakan lingkungan di masa datang. Barangkali saja, dari pembelajaran itu kita dapat menemukan cara solutif untuk membantu mengatasi persoalan yang menimpa saudara-saudara kita di wilayah bencana.

Selain itu, meski kita tidak berada di wilayah tersebut, bukan berarti lingkungan kita benar-benar terbebas dari ancaman kerusakan dan pencemaran. Lihatlah sekeliling kita, pada sungai yang menjadi tempat pembuangan sampah, pada jalan raya yang mengakumulasi polusi udara dan kendaraan, pada ruang hijau yang kian terpinggir, tersingkirkan oleh gedung-gedung pencakar langit, pada udara yang kian terasa panas dan kering, pada sumber air bersih yang kian sulit diperoleh, tidakkah semua itu menunjukkan bahwa sesungguhnya kondisi alam kita saat ini, hanya menunggu waktu saja untuk kelak mengancam kualitas kehidupan? Tidakkah kita menyadari bahwa sebesar apapun materi yang kita kumpulkan hari ini, tak akan mampu membeli udara dan air bersih saat semua itu sudah tak lagi ada?

Penulis:
Riawani Elyta

Sumber foto: www.rmoljakarta.com

Sayap Mawaddah_promo

Telah Terbit: Sayap-Sayap Mawaddah

Sepenggal Upaya Langgengkan Cinta

Ditulis oleh Afifah Afra

Dicopas dengan seizin penulis dari SINI

Sayap Mawaddah_promo

Sejatinya, cinta hanyalah perkara
Saling membuka diri
Saling memberi ruang
Untuk sejuta catatan tentangmu
Yang tersimpan di hatiku
Untuk sejuta catatan tentangku
Yang tersimpan di hatimu
Dan tentang waktu khusus
yang kita sediakan
Untuk membaca dan memahaminya
^^Afifah Afra^^
(Sayap-Sayap Mawaddah, hal 19)

Saya pernah termenung membaca sebuah quotes pernikahan dari Socrates yang terjemahnya kurang lebih begini: ”Menikahlah! Jika istrimu baik, kau akan hidup bahagia, jika istrimu jahat, maka kau akan jadi filsuf sepertiku.” Perkataan itu dilandaskan pada keyakinan Socrates, bahwa pernikahan itu seperti perjudian. Jika beruntung, kita akan menemukan pasangan yang tepat, dan kita akan hidup berbahagia. Jika kita kurang beruntung, mendapatkan pasangan yang cerewet, bawel, banyak aturan, menyebalkan dan sebagainya, kita tentu akan menderita selamanya. Namun, kata Socrates, dalam penderitaan tersebut, kita akan ditempa untuk menjadi bijak, dan oleh karenanya, kita akan menjadi filsuf.

Hm, begitu ya penilaian Socrates! Jadi, jika begitu, apakah para konselor pernikahan, para motivator bijak yang sangat filosofis itu jangan-jangan memiliki kehidupan yang sama dengan Socrates. Terus penulis-penulis yang senang menulis kisah-kisah romantis, dengan pasangan yang mirip pangeran berkuda putih atau puteri salju yang baik hati itu, jangan-jangan aslinya memiliki kehidupan yang bertolak belakang dengan apa yang diceritakan? Waduh, pikiran yang berbahaya!

Betulkah pernikahan itu sebuah perjudian? Aah… kudu mikir keras. Memang sih, mungkin banyak para pemuda-pemudi yang saat menikah tidak menggunakan banyak pertimbangan. Begitu ketemu, suka, lalu ngajak ke KUA. Sukanya pun kadang suka yang sangat bersifat fisik, misal karena doski cantik atau tampan seperti bintang film, atau tajir dengan kekayaan yang cukup menghidupi tujuh keturunan. Agama menjadi pertimbangan kesekian, bahkan seringkali tidak penting. Maka, sangat wajar jika yang muncul akhirnya adalah kekecewaan demi kekecewaan.

Ya, pernikahan ibarat buah segar. Pernah melihat rangkaian buah anggur yang dipajang menawan? Dari tampilan kulitnya saja yang merah merona, akan mampu menyedot rasa ketertarikan yang besar dari siapapun yang menatapnya. Kita penasaran, menatapnya berlama-lama, ingin mengulik isinya, mencicipi rasanya, membayangkan kelezatannya. Sementara, bagi yang telah mencecap nikmatnya, sepertinya tak sabar untuk mengabarkan kepada dunia, seberapa buncah kebahagiaan kita. Namun, memang ada juga yang mendadak memuntahkan anggur yang terlanjur dikunyah, karena ternyata daging buahnya kecut, busuk, atau berisi ulat. Tentu, kita tak menginginkan hal ini terjadi pada kita, bukan? (Sayap-Sayap Mawaddah, halaman 7).

Untungnya, dalam konsep pernikahan menurut keyakinan yang saya anut, yakni Islam, berbagai spekulasi yang mengarah pada perjudian ditekan hingga taraf minimalis. Berbagai antisipasi, mulai bagaimana memilih jodoh, ikhtiar dengan melibatkan Allah SWT, hingga visi dan misi dalam pernikahan, membuat sebuah rumah tangga Islami yang benar-benar dibentuk dengan keimanan yang kuat, dengan sendirinya memiliki fondasi yang kokoh. Bukan berarti saat berjalannya kehidupan rumah tangga tak ada goncangan. Tetapi, fondasi yang kuat akan membuat segala goncangan terasa lebih mudah mengatasinya. Bagaimana membentuk fondasi yang kuat dalam rumah tangga sudah saya tulis bersama Riawani Elyta di buku “Sayap-Sayap Sakinah” yang sudah rilis setahun silam. Alhamdulillah, sambutan buku pertama kami tersebut sangat positif.

Nah, pada kesempatan ini, saya dan partner saya mencoba mempertajam tema dengan membuat sekuel buku tersebut, yakni “Sayap-Sayap Mawaddah.” Buku tersebut kami tulis sejak beberapa bulan silam, akan tetapi baru mendapat kesempatan terbit jelang lebaran tahun ini. Mohon doanya agar buku ini sukses di pasaran, dan mampu memberikan manfaat secara optimal untuk generasi muda muslim di negeri ini khususnya, maupun dunia pada umumnya.

GAMBARAN ISI

Sakinah, menurut para ulama, adalah hadiah dari Allah untuk sepasang suami-istri yang menikah dalam rangka menyempurnakan separuh agama. Modal sakinah, jika dikelola dengan baik, akan menghasilkan mawaddah dan rahmah. Inilah sesungguhnya pilar penting dalam sebuah pernikahan.
Seri Sayap Sakinah adalah buku yang saya tulis bersama Riawani Elyta. Selain itu, kami juga dibantu oleh para kontributor, antara dr. Ahmad Supriyanto (menulis artikel “Seksualitas dalam Mawaddah), dan 5 pemenang lomba menulis “Miracle of Love in Marriage” yaitu Fathimatuzzahra, Irhayati Harun, Arinda Shafa, Rufaidah Umar dan Andika Yudhi Hidayati. Secara khusus, kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada para kontributor yang telah membuat buku ini menjadi semakin kaya.

Jika dalam buku pertama, yakni Sayap-Sayap Sakinah, kami lebih menekankan pada konsep-konsep dasar pernikahan, mulai dari persiapan pernikahan, walimah hingga tahap-tahap adaptasi sepasang pengantin baru. Sementara, dalam buku kedua, Sayap-Sayap Mawaddah, secara mendetil penulis memaparkan pilar mawaddah, alias cinta yang khusus terjalin antarsepasang manusia yang berlawanan jenis, yang telah syah sebagai suami istri. Pilar ini penting untuk dikaji, karena secara manusiawi, manusia memiliki hasrat terhadap lawan jenis. Islam tidak hendak menghilangkan hasrat tersebut, namun dikelola dalam sebuah ikatan cinta yang sakral, dan dijadikan sebagai sarana regenerasi manusia itu sendiri. Di satu sisi, inilah yang membuat sebuah pernikahan seringkali terasa begitu indah.

InsyaAllah, melengkapi buku ketiga Sayap-Sayap Rahmah, akan kami susun untuk melengkapi trilogi Sayap Sakinah ini. Tak ada yang kami harapkan selain keridhaan Allah SWT, serta kemanfaatan sebesar-besarnya dari terbitnya buku ini.

Selamat berburu buku ini, membaca, mencermati dan menghayati maknanya. Dan jika ada kebaikan, doakan agar kami para penulis mendapatkan pahala dari-Nya.

DATA BUKU

Judul : Sayap-Sayap Mawaddah
Penulis : Afifah Afra, Riawani Elyta dan contributor
ISBN : 978-602-1614-65-5
Penerbit : Indiva Media Kreasi
Harga : Rp 36.000,-
Ukuran : 13 cm x 19 cm
Tebal : 208 halaman

Buku ini bisa didapatkan di toko buku seluruh Indonesia (Gramedia, Togamas, Restu Agung, Karisma, Luwes dan sebagainya).

Pemesanan online:
0819.0471.5588 (Dira)
0878.3538.8493 (Deasy)

Atau klik http://www.tokobukuafra.com/sayap-sayap-mawaddah

buang sampah

Fatwa MUI: Haram Buang Sampah Sembarangan!

buang sampah

 

Suatu hari, sebuah mobil mewah melewati sebuah perkampungan. Di tempat yang agak sepi, jendela terbuka, dan swiiing…! Sebuah bungkusan sampah dilempar begitu saja. Karena tidak rapat mengikat ujung plastik, sampah pun terburai mengotori jalan. Pernahkah Anda melihat adegan menyebalkan seperti itu?

Hati-hati, sebab membuang sampah sembarangan telah difatwakan haram oleh Majelis Ulama Indonesia. Fatwa MAJELIS ULAMA INDONESIA Nomor 47 Tahun 2014 Tentang PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK MENCEGAH KERUSAKAN LINGKUNGAN ini dikeluarkan pada akhir tahun 2014 dengan mengambil pertimbangan dari ayat-ayat Al-Quran dan As-Sunnah.

Salah satu ayat yang dijadikan pertimbangan adalah ”Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya” (QS. Al-A’raf [7]: 56).

Juga hadits Rasulullah swt: ”Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (dan) menyukai kebaikan, bersih (dan) menyukai kebersihan, mulia (dan) menyukai kemuliaan, bagus (dan) menyukai kebagusan. Oleh sebab itu, bersihkanlah lingkunganmu”.  (HR. At-Tirmidzi)

Berikut ini adalah ketentuan hukum dari fatwa tersebut. Yuk, kita ikuti!

  1. Setiap muslim wajib menjaga kebersihan lingkungan, memanfaatkan barang-barang gunaan untuk kemaslahatan serta menghindarkan diri dari berbagai penyakit serta perbuatan tabdzir dan israf.
  2. Membuang sampah sembarangan dan/atau membuang barang yang masih bisa dimanfaatkan untuk kepentingan diri maupun orang lain hukumnya haram.
  3. Pemerintah dan Pengusaha wajib mengelola sampah guna menghindari kemudharatan bagi makhluk hidup.
  4. Mendaur ulang sampah menjadi barang yang berguna bagi peningkatan kesejahteraan umat hukumnya wajib kifayah.

Sumber: http://mui-lplhsda.org/

Ditulis oleh Afifah Afra.

bANNER SOLO KHITAN

Khitan Tak Harus Liburan

bANNER SOLO KHITAN

Beberapa periode terakhir, dunia kedokteran mengenal satu metode sirkumsisi atau yang biasa kita kenal dengan istilah khitan yang disebut dengan smart klamp, gambar dari alat tersebut bisa Anda lihat di gambar sebelah kiri.

Smart klamp adalah metode khitan yang dirancang untuk khitan yang aman, cepat dan canggih, serta meminimalisir efek-efek negatif yang mungkin timbul pada metode khitan yang lain, seperti bedah/konvensional. Dengan metode khitan ini, anak bisa beraktivitas seperti biasa setelah khitan usai. Sehingga untuk khitan, tak perlu menunggu libur panjang. Karena, si anak tetap bisa bersekolah seperti biasa.

Sejak diluncurkan pertama kali di pameran alat kesehatan dunia di Dusseldorf, German, tahun 2001, alat ini langsung melejit memasuki pusat-pusat pelayanan kesehatan di Eropa, Amerika dan Asia Tenggara. Saat ini pun, smart klamp menjadi satu metode sirkumsisi yang mulai populer dan menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia,

Karena smart klamp tersebut masih harus diimpor dari luar negeri, dibandingkan dengan khitan metode konvensional, biaya memang bisa 2 atau 3 kali lipat. Namun, coba dilihat keunggulannya!

  • Apa keunggulan smart klamp?
  • Minim pendarahan dan tanpa jahitan.
  • Aman, gland/kepala penis terlindungi.
  • Waktu pengerjaan sangat singkat, kira-kira 5-10 menit.
  • Anak tidak mengalami kesakitan, bahkan bisa langsung beraktivitas seperti biasa dan bahkan berenang keesokan harinya.
  • Bentuknya yang ergonomis membuat aktivitas anak tak terganggu.
  • Dapat tetap kencing secara biasa (melalui tabung)
  • Relatif aman dari infeksi, sangat cocok untuk penderita Hemofilia, anak-anak Autis atau anak-anak Hiperaktif

Adapun tahap pengerjaannya adalah sebagai berikut:

Sterilisasi. Proses sterilisasi bermaksud untuk membebaskan area yang dioperasi dari kuman yang bisa menimbulkan infeksi.
Anestesi, yaitu memasukkan obat anestesi/bius, untuk menghilangkan rasa sakit sakit saat pemasangan dan pemotongan preputium.
Pengecekan apakah anestesi sudah berefek ataukah belum. Kalau sudah tidak terasa sakit, berarti obat anestesi sudah masuk dan menghilangkan rasa nyeri. (meskipun kadang rasa nyeri itu relatif, terkadang rasa takut si anak juga bisa mempengaruhi).
Pemasangan smartklamp, memasang smartklamp yang terdiri dari 2 bagian.
Pemotongan preputium/kulup, memotong preputium dengan pisau bedah.
Selesai. Setelah itu, anak sudah bisa berjalan dengan tetap menggunakan celana panjang, dan beraktivitas seperti biasa. Klem yang terpasang membuat ia bisa bergerak normal seperti saat tidak dikhitan.

Jika Anda tinggal di Solo, Solo Khitan Center telah membuka jasa khitan dengan model smart klamp ini. Dan, sejak berdiri sekitar 3 tahun yang lalu, kami telah mengkhitan sebanyak ratusan anak, bahkan juga orang dewasa.

Info secara detail, silakan hub 0815 4866 9987

lomba-2Bresep_8_es-2Bkrim-2Bubi-2Bungu

Pemenang Lomba Foto dan Resep Menu Favorit Lebaran Keluarga Sakinah

Alhamdulillah, setelah menyeleksi foto-foto dan resep yang masuk ke panitia, lalu memilih 6 nominator, akhirnya tim juri berhasil memilih pemenangnya.

Pemenang 1
Vanny Mediana
(Es Krim Ubi Ungu)
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10203943451493989&set=a.1098635153431.2017390.1453218530&type=1&theater

Pemenang 2
Husnul Aini
(Potong Jaje Tujak)
http://husnulaini.wordpress.com/2014/08/11/poteng-jaje-tujak/

Pemenang 3
Thia Lutfi
(Tenggiri Saus Kecap)
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10152612991239321&set=a.62660594320.57568.761869320&type=1&theater

3 pemenang harapan 
Aya Murning
(Tiramisu Cake)
http://murniaya.tumblr.com/post/93038096606/tiramisu-idul-fitri 

Leyla Hana
(Sate Domba)
http://catatanhatiibubahagia.blogspot.com/2014/08/resep-satai-domba.html

Nda Syahdu
(Puding Lapis Khafiyya)
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10204504235195912&set=a.1945903897301.2115942.1533631570&type=1&theater

Selamat kepada pemenang!
Silakan kirimkan alamat dan nomor HP ke sayapsakinah@gmail.com untuk pengiriman hadiah. Terima kasih buat semua Sobat Sakinah yang sudah meramaikan event ini. Bagi yang belum menang, jangan berkecil hati yaa, tetap nantikan lomba dan event menarik lainnya bersama Sayap Sakinah Center.

lomba-2Bresep_6_Satai-2BDomba

NOMINATOR PEMENANG LOMBA FOTO DAN RESEP MENU FAVORIT LEBARAN

Dear, Sobat Sakinah… alhamdulillah, setelah menyeleksi foto dan resep yang masuk, akhirnya kami memilih 6 foto yang masuk dalam nominator pemenang. Aspek penilaian meliputi: keindahan/artistik foto, keunikan dan daya tarik.
Berikut ini gambarnya!
NOMINATOR 1
Nama Masakan: Sate Domba
Karya: Leyla Hana 
NOMINATOR 2
Nama Masakan: Tengiri Saus Kecap
Karya: Thia Lutfi
NOMINATOR 3
Nama Masakan: Puding Lapis Khafiyya
Karya: Nda Syahdu
NOMINATOR 4
Nama: Aya Murning
Nama Masakan: Tiramisu Cake
NOMINATOR 5
Nama Masakan: Poteng Jaje Tujak
Karya: Husnul Aini
NOMINATOR 6
 Nama Masakan: Es Krim Ubi Ungu
Karya: Vanny Mediana
Yuk, ditunggu pengumuman pemenangnya. Selamat untuk para nominator!
Sayap-2BSakinah-2Bpromo

Bedah Buku “Sayap Sakinah” 1 September di Goro Assalam Solo

Mengundang teman-teman sekalian yang merencanakan diri untuk menikah, dalam proses menuju menikah, atau telah menikah…, hadirilah event menarik ini!

SEMINAR PERNIKAHAN & BEDAH BUKU
Sayap-Sayap Sakinah

“Mempersiapkan Diri Membentuk Keluarga Sakinah”
Bersama:

Dr. Marijati (Tokoh Muslimah, Peraih Ummi Award)
Afifah Afra (Penulis Buku “Sayap-Sayap Sakinah”)

Pelaksanaan:
Hari/tanggal       : Senin, 1 September 2014
Waktu                   : Jam 15.30-17.30
Tempat                 : Panggung Utama Pameran Buku Murah, Goro Assalam, Solo

GRATIS, TEMPAT TERBATAS
Pendaftaran: Ayu (0819.0471.5588)

Presented by: Indiva Media Kreasi

Supported by: Sayap Sakinah Center

Logo-2BSayap-2Bsakinah-2Bcenter

SSC Gelar Seminar Pranikah Sayap-Sayap Sakinah di UNS

Kabar gembira buat Sobat Sakinah, khususnya yang masih lajang, dan berdomisili di kota Surakarta atau sekitarnya. Sayap Sakinah Center (SSC), bekerja sama dengan LAZIS UNS dan Penerbit Indiva Media Kreasi menggelar Seminar Pranikah “Sayap-Sayap Sakinah” dengan tema: “Bekal Nikah untuk Gapai Sakinah Mawaddah Warahmah.”

Acara ini akan berlangsung pada 7 September 2014, jam 08.00-12.00 WIB, di Ruang Seminar Nurul Huda Islamic Center, Komplek Masjid Nurul Huda, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Hadir sebagai pembicara adalah salah satu penulis buku “Sayap-Sayap Sakinah”, Afifah Afra, yang juga Sekjen Badan Pengurus Pusat Forum Lingkar Pena dan CEO Penerbit Indiva Media Kreasi. Hadir sebagai pembicara pembanding adalah tokoh muslimah yang sering malang melintang sebagai penceramah, yang juga peraih Ummi Award, dr. Marijati.

Jumlah peserta terbatas.

HTM:

  • Rp 5.000,- (tanpa buku)
  • Rp 35.000,- (dengan buku Sayap-Sayap Sakinah bertanda-tangan penulis, harga buku asli Rp 44.000)

Pendaftaran bisa menghubungi Ayu (0819.0471.5588).

Bagi yang ingin mendapatkan buku “Sayap-Sayap Sakinah”, tersedia dengan diskon spesial.

Kover Sayap Sakinah 1 muka

Sayap-Sayap Sakinah: Sebuah Prolog

Suamiku, aku mengizinkanmu, untuk menikah, hingga empat kali.
Pertama menikahiku, lalu menikahiku, menikahiku…
Dan terakhir, menikahiku
Mungkin ada banyak reaksi yang terlukis di wajah Anda semua saat membaca syair di atas. Mulai dari yang melukiskan senyum seraya berbisik, “Aha, penulis lebay!” Lalu yang geleng-geleng kepala seraya mengelus dada—menahan sabar atas ‘kenakalan’ syair itu.

Namun, bisa jadi, ada juga yang diam-diam meng-copy-paste dua baris kalimat teratas itu. Mengetiknya di ponsel, dan mengirimkan dalam bentuk pesan pendek kepada pasangan tercintanya. Separuh jiwanya. Dan, sembari mengetik, pipinya pun memerah jambu, dengan deburan di dada yang terasa lebih kencang dari biasanya.
Atau, bisa jadi, bahkan ada yang tak kalah lebay-nya, sehingga syair itu ditambahkan menjadi begini: Tak hanya empat kali aku mengizinkan dia menikahiku, tetapi sepuluh, seratus, seribu … dan itu terjadi, tanpa jeda berupa perpisahan.
Anda termasuk yang mana?
Tak usah menjawab di sini. Karena, saya juga tak sedang membuat sebuah poling.
Saya hanya sedang mengajak Anda semua untuk terbang ke sebuah suasana yang mungkin pernah Anda rasakan. Atau, jika saat ini Anda masih lajang, berarti sebuah suasana yang pernah Anda imajinasikan. Masa pernikahan, dengan segala pernak-perniknya. 
Ingin tahu lebih lanjut? Silahkan baca edisi lengkapnya dalam buku non fiksi Sayap-sayap Sakinah ya :) 
 
* * *
Buku ini ditulis oleh Afifah Afra dan Riawani Elyta, dua penulis perempuan yang selama ini mungkin lebih dikenal dengan genre novelnya. Tetapi, justru karena terbiasa menulis novel, maka Anda tak akan mendapatkan rangkaian kata yang mirip skripsi atau tesis di buku ini. Kata-kata mengalir, membentuk sebuah wacana yang enak dibaca… sekaligus perlu (minjam tagline sebuah majalah nasional :-)).
Sayap-Sayap Sakinah adalah seri pertama dari seri Sayap Sakinah yang insya Allah akan terus ditulis dan diterbitkan, dalam rangga memberikan panduan, bimbingan dan pencerahan bagi para lajang yang hendak menikah, atau pun pasangan yang baru–atau telah menikah. Silakan terus disimak kelanjutan Seri Sayap Sakinah melalui website ini.
Salam sakinah!