Category Archives: ARTIKEL

islamic room

Prinsip Dekorasi Rumah Islami

Sahabat Sakinah, pada artikel sebelumnya kita telah membahas 5 Tips Agar Rumah Terasa Lapang. Silakan dibaca artikel tersebut agar bisa lebih ‘nyambung’ dengan artikel ini.

Bagi seorang muslim, rumah lebih dari sekadar tempat kita berteduh, berlindung, melepas lelah dan berkumpul bersama keluarga. Tetapi rumah juga adalah sarana untuk kita mempererat kasih sayang, silaturahim, beribadah dan membesarkan anak-anak kita.

Oleh sebab itu, memelihara dan menata rumah sesuai prinsip-prinsip Islami adalah sebuah hal yang penting, agar dapat mendukung kita dalam beribadah dan bersilaturahim, menghadirkan suasana yang nyaman dan tenteram serta memberikan ketenangan batin.

Berikut adalah beberapa prinsip memelihara dan menata rumah sesuai dengan ajaran-ajaran Islam, sebagai berikut :

1. Menjaga Rumah Agar Selalu Bersih

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah itu baik, dan menyukai kebaikan. Dia juga bersih, dan menyukai kebersihan. Dia juga mulia, dan menyukai kemuliaan. Dia juga dermawan, dan menyukai kedermawanan. Maka, bersihkanlah halaman rumahmu. Dan, janganlah kalian menyerupai seperti orang-orang Yahudi” (HR Tirmidzi).

Kebersihan adalah sebagian dari iman. Menjaga kebersihan tak hanya harus kita wujudkan pada diri kita, baik jasmani maupun rohani, tetapi juga pada tempat di mana kita tinggal. Rumah yang senantiasa bersih akan memberi manfaat antara lain :

  • menjadi tempat yang nyaman bagi semua anggota keluarga;
  • dapat mendukung terpeliharanya kesehatan;
  • mendukung silaturahim dan penghormatan kepada sesama manusia, karena rumah yang bersih akan memberi kesan nyaman pada orang-orang yang datang bertamu;
  • memperbaiki kondisi hati penghuni rumah. Karena rumah yang bersih dan juga rapi dapat meredam rasa amarah dan sedih di dalam hati. Sebaliknya, rumah yang kotor dan berantakan, akan mudah memicu emosi penghuni rumah, karena pada dasarnya, setiap manusia menyenangi keindahan. Dan salah satu wujud keindahan adalah pada kebersihan dan kerapian.

 2. Menata Ruang Agar Efektif, Bermanfaat dan Fungsional

Islam tidak menyukai tindakan pemborosan, mubazir atau sesuatu yang tidak bermanfaat. Dari Abu Hurairah ra. dia berkata, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:  “Sebagian tanda dari baiknya keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat” (HR Tirmidzi dan lainnya).

Anjuran ini juga dapat kita terapkan dalam penataan rumah. Setiap ruang dalam rumah hendaknya memiliki fungsi yang mendukung terlaksananya aktivitas di dalam rumah dengan baik. Jika ruang dalam rumah terbatas, maka perlu disiasati agar setiap ruang berfungsi efektif. Begitu juga dalam hal pemilihan perabotan. Pilihlah perabotan yang mudah dibersihkan dan berkarakter minimalis agar mudah dalam penataan.

3. Memiliki Ruang Terbuka

Fungsi ruang terbuka dalam penataan rumah adalah sebagai sumber cahaya, mendukung sirkulasi udara dan memberi kesejukan. Ruang terbuka juga dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai tumbuhan berguna seperti apotek hidup atau tanaman hijau yang dapat memberikan kerindangan. Hal ini selain dapat menciptakan rasa nyaman dan tenang bagi penghuni rumah, juga dapat memupuk rasa syukur kita kepada Allah swt melalui penciptaanNya dan karuniaNya berupa tanaman yang tumbuh subur, menghasilkan buah-buahan untuk kita dan memberikan udara yang sejuk untuk kita hirup.

Dengan menerapkan prinsip Islami dalam penataan rumah, semoga akan membawa penghuninya untuk semakin dekat kepada Allah swt, dan menjadikan rumah sebagai tempat berlabuh yang paling menenangkan dan menenteramkan hati.

 

Referensi 

Firstanty, Anddys. Hidayat, Ade. 31 Inspirasi Rumah Islami. Penerbit Transmedia. Jakarta : 2010.

Penulis: Riawani Elyta

Editor: Yeni Mulati Ahmad

anak-sholat-di-masjid

Bimbang? Shalat Istikharah, Yuk!

anak-sholat-di-masjidSahabat Sakinah, mungkin pernah mengalami kebimbangan dalam menentukan pilihan. Sementara pengambilan keputusan atas pilihan tersebut adalah sesuatu yang urgen. Maka, solusi terbaik yang dapat Sahabat lakukan adalah dengan menunaikan sholat Istikharah. Shalat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang dilanda kebimbangan, dan hendak memohon petunjuk kepada Allah, untuk menentukan keputusan yang benar ketika dihadapkan kepada beberapa pilihan keputusan.

Dalil disyariatkannya sholat istikharah, adalah diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari para sahabatnya untuk shalat istikharah dalam setiap urusan, sebagaimana beliau mengajari surat dari Alquran. Beliau bersabda, ‘Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat dua rakaat selain shalat fardhu, kemudian hendaklah ia berdoa: Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub. Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (sebut nama urusan tersebut) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.’

Ada banyak manfaat yang diibaratkan sebagai buah segar oleh Sanad bin Albaidhani dengan kita menunaikan sholat istikharah, di antaranya yaitu :

  1. Menikmati Kebahagiaan di Dunia

Petunjuk yang diberikan Allah adalah yang Ia ridhoi untuk kehidupan kita di dunia. Maka dengan melaksanakan pilihan sesuai apa yang diridhoiNya, insya Allah akan membuat kita lebih menikmati kebahagiaan selama hidup di dunia.

 

  1. Memperbaharui Keimanan

Terkadang, kemantapan pilihan yang diperoleh usai menunaikan sholat istikharah tidak sesuai dengan keinginan kita. Namun dengan kita meyakini bahwa pilihan itu adalah yang terbaik dari Allah dan kita ridho menerimanya, maka hal itu akan memperbaharui keimanan kita kepada Allah.

 

  1. Ketenangan Serta Keikhlasan Niat

Petunjuk yang kita peroleh setelah menunaikan sholat Istikharah, akan membuat kita merasa lebih tenang dan ikhlas dalam memulai pekerjaan sesuai petunjuk tersebut. Mengingat petunjuk itu datangnya dari Allah, maka kepada Allah jua niat yang ikhlas serta keikhlasan dalam menjalaninya kita persembahkan.

 

  1. Menguatkan Keyakinan

Kemantapan hati yang bersumber dari petunjuk Allah akan menguatkan keyakinan kita.  Keyakinan sangat penting kita miliki sehingga kita dapat menjalanidengan penuh kesungguhan. Sebaliknya, melakukan sesuatu hanya karena ikut-ikutan atau kebiasaan, akan berpengaruh pada proses dan hasil dari apa yang kita jalani tersebut.

 

  1. Bebas dari Rasa Rakut Gagal

Pilihan Allah pastilah pilihan yang terbaik. Maka, hal ini dapat menguatkan keberanian dan membebaskan kita dari rasa takut gagal. Kalaupun pada saat menjalaninya, langkah kita tersandung batu cobaan dan mengalami kegagalan, itu sesungguhnya adalah bagian dari proses yang Allah ridhoi untuk kita menjadi lebih bijak dan dewasa dalam memecahkan suatu masalah.

 

Demikianlah beberapa manfaat dari sholat istikharah. Jika sahabat mengalami kebimbangan dalam menentukan arah dan pilihan, termasuk keraguan sebelum memulai dan memutuskan suatu perkara, jangan ragu untuk menyandarkan pertolongan kepada Allah swt melalui sholat Istikarah. Jika sudah melakukannya namun kemantapan hati belum juga didapat, jangan langsung putus asa, teruslah melakukan sholat istikharah dengan khusyu dan penuh pengharapan sampai petunjuk itu akan hadir dengan sendirinya melalui kemantapan hati. Dan kalaupun pilihan yang hadir itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, janganlah merasa sedih dan kecewa, yakinkan diri bahwa itu adalah pilihan terbaik yang Allah ridhoi untuk kita, serta berusahalah untuk ridho atas pilihan tersebut, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan dalam doa sesudah istikharah :  ثُمَّ أَرْضِنِى yang artinya : “kemudian jadikanlah aku ridha dengannya”.

Semoga shalat istikharah dapat membantu sahabat mengurai kebimbangan dan keraguan, serta dapat menjalani pilihan yang telah ditetapkan Allah swt dengan sepenuh keridhoan.

 

Referensi: konsultasisyariah.com

Buku Jangan Bimbang karya Sanad bin Ali bin Al baidhani dan Aid Al-Qarni terbitan Indiva Media Kreasi.

 

Penulis

Riawani Elyta

Room1

5 Tips Agar Rumah Terasa Lapang

Room1

Salah satu faktor yang dapat meningkatkan kenyamanan penghuni rumah adalah memiliki ruang yang berukuran cukup luas. Namun jika Sahabat Sakinah memiliki rumah dengan kapasitas yang sempit, ada beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk membuat ruang dalam rumah terasa luas dan lapang. Berikut diantaranya :

  1. Gunakan cat dinding berwarna terang

Warna-warna terang pada cat dinding seperti warna putih, krem dan warna pastel dapat memberi kesan ruang yang terasa lebih luas dan lapang. Jika ingin menggunakan kombinasi warna, gunakan warna bergradasi, misalnya warna krem dan coklat, hijau dan hijau muda dan lain-lain.

 

  1. Letakkan cermin besar

Cermin dapat memberi efek pantulan terhadap ruangan sehingga membuat ruang terasa luas. Gantungkan cermin berbentuk persegi panjang berukuran besar pada salah satu dinding. Cermin juga dapat sekaligus berfungsi untuk mempercantik ruanganjika dikombinasikan dengan perabotan lain dan penataan yang tepat.

 

  1. Pilih perabot minimalis, multifungsi dan efektif

Pilihan perabot sangat menentukan dalam penataan interior. Untuk rumah dengan kapasitas sempit, perabot berjenis minimalis dan multifungsi  adalah yang paling cocok karena dapat membuat ruang terasa lapang. Misalnya saja, set kursi tamu yang memiliki laci sehingga dapat digunakan untuk menyimpan koran dan majalah. Hindari menggunakan perabot yang berukuran besar dan memerlukan ruang besar. Daripada menggunakan meja berbentuk lingkaran misalnya, lebih baik menggunakan meja berbentuk persegi panjang atau oval untuk menghemat kapasitas. Buku-buku bisa disimpan dalam lemari tempel pada dinding atau lemari gantung yang lebih menghemat tempat daripada lemari buku biasa.

 

  1. Gunakan tirai berbahan tipis

Pilihlah tirai dari bahan tipis atau transparan sebagai pelapis. Contohnya dari jenis vitrase. Gunakan juga warna netral atau cerah. Tirai atau gorden dari bahan tebal dan berwarna solid akan menciptakan kesan ruang yang “berat” dan terasa sempit sehingga hanya cocok digunakan untuk rumah dengan ruang yang luas.

 

  1. Pilih hiasan rumah yang berukuran mungil dan praktis

Ada banyak cara untuk mengakali ruang sempit tetap terlihat apik. Diantaranya adalah dengan pemilihan interior hiasan yang tepat. Misalnya saja, penggunaan bunga plastik dan vas di sudut ruang dapat digantikan oleh bunga hiasan yang digantung di dinding. Fungsi lemari hias dapat digantikan oleh rak sudut. Hiasan seperti guci-guci antik dapat digantikan oleh hiasan dinding seperti piring-piring kuningan, kaligrafi atau lukisan. Sebaiknya menghindari pembatas ruangan yang permanen. Gunakan pembatas yang ringan seperti anyaman rotan atau tirai yang mudah dibuka saat diperlukan. Pilih juga warna perabot yang terang atau natural untuk memberi kesan luas.

 

Demikianlah diantara tips untuk menyiasati ruang di dalam rumah agar terkesan luas dan lapang. Namun jangan lupa, apa yang lebih penting untuk kita lakukan, adalah menjaga keharmonisan dan ketenteraman dalam keluarga agar kelapangan yang hakiki dapat kita rasakan.

 

 

Referensi:

IDEA Online

adinfocibubur.wordpress.com

 

Penulis, Riawani Elyta

bisnis

6 Kiat Agar Anak Rajin Menabung di Bank

keuangan-usaha

Di artikel kemarin, kita kita telah membahas tentang 6 Trik Agar Anak Melek Finansial, yang isinya adalalah prinsip pemberian uang saku dan membangun kebiasaan menabung seumur hidup.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang bagaimana agar anak rajin menabung uang saku tersebut, khususnya di bank. Sebab, sekadar menabung di celengan, akan sangat berisiko. Langkah ini penting untuk membentuk kecerdasan finansal anak. Tujuannya adalah sebagai berikut:
– Agar anak terbiasa mengelola uang yang mereka miliki
– Agar anak memahami cara kerja bank sehingga kelak mereka mampu memanfaatkan nilai positif menabung di bank
– Melatih mereka untuk bernegosiasi dan menangani masalah uang langsung dengan orang, dan bukannya mesin.

Berikut ini prinsip – prinsip yang bisa diterapkan ketika memperkenalkan dan membuat anak bersahabat dengan bank:

Pertama, pilihlah bank syariah yang ramah terhadap anak
Kesan pertama sangat penting, sehingga penting untuk menciptakan pengalaman pertama yang berkesan positif bagi anak. Jika perlu, sebelum mengajak anak, kita bisa berkenalan langsung dengan petugas bank dan meminta mereka untuk bekerjasama dengan baik ketika kita mengajak anak untuk menabung pertama kalinya.Untuk selanjunya, penyetoran ini bisa dilakukan misalnya satu bulan sekali.
Anak perlu diperkenalkan tentang bank syariah agar memahami prinsip utama dalam kehalalan penyimpanan uang dan menghindari riba yang diharamkan Allah.

Kedua, latih kemandirian si anak untuk menabung sendiri
Setelah tahap perkenalan, selanjutnya latihlah anak melakukan sendiri transaksi perbankannya mulai dari mengisi slip, melakukan penyetoran/penarikan hingga berhadapan dengan petugas bank. Dalam kehidupan selanjutnya di masa dewasa kelak, banyak hal yang harus dilakukan anak yang berhubungan dengan pendanaan, agunan, pinjaman dan sebagainya. Langkah ini penting untuk membangun keyakinan dan rasa percaya diri anak.

Ketiga, meminta buku tabungan dan menolak kartu ATM
Beberapa bank kadang memberikan sistem laporan bulanan. Sebaiknya kita memilih buku tabungan untuk memantau pertambahan jumlah tabungan anak yang juga bisa dilihat oleh anak kita. Untuk tahap awal, anak tidak perlu diperkenalkan dengan kartu ATM terlebih dahulu. Memiliki kartu ATM membuat anak-anak bisa melakukan transaksi tanpa mengetahui asal uangnya. Kartu ATM juga membuat tabungan anak mudah diambil dan mereka bisa dengan mudah mengurasnya. Selain itu kartu ATM bisa merusak kebiasaaan menabung yang sedang coba kita tanamkan.Pengenalan kartu ATM bisa dilakukan ketika anak sudah beranjak remaja dan punya pengendalian yang lebih baik.

Keempat, menabung dari uang selain penyisihan uang saku yang didapat anak
Ketika berkunjung ke rumah keluarga besar, saat momen hari raya, berulang tahun, mendapatkan hadiah saat mengikuti perlombaan, seringkali anak memperoleh uangtambahan. Jika jumlahnya besar, anjurkan anak untuk menyimpan separuhnya di bank dan mereka boleh menggunakan sisanya untuk keperluan mereka.

Jelaskan tentang menabung dan cara kerja bank setelah mereka mempraktekkannya secara langsung
Jelaskan tentang cara kerja bank, manfaat positif menabung di bank dan tujuan jangka pendek dan menengah dengan memiliki sejumlah tabungan. Selain tentunya faktor keamanan menyimpan uang di bank daripada di rumah.
Jika anak telah terbiasa menabung di bank dan telah memilik pemahanam yang semakin baik, kita boleh memberitahu tentang adanya perbedaan bank syariah dan konvensional termasuk layanan yang bisa diberikan oleh bank misalnya pinjaman, agunan, kartu kredit, kartu debit hingga asuransi.

Keenam, terus semangati anak dan beri hadiah jika tabungannya telah mencapai jumlah tertentu yang disepakati
Anak perlu dibina untuk memiliki kebiasaan menabung seumur hidup. Tunjukkan pentingnya memiliki sejumlah uang yang bisa dimanfaatkan jika anak menginginkan sebuah barang atau menginginkan sebuah pencapaian tertentu misalnya untuk liburan, membeli sepeda baru, mengambil kursus, membelikan hadiah untuk keluarga dan sebagainya.

Dengan menanamkan kebiasaan menabung sejak dini, anak belajar bahwa untuk mencapai sesuatu, diperlukan kesabaran dan kerja keras. Anak juga tidak sembarangan menghabiskan uang yang diperolehnya. Anak akan memiliki penghargaan yang lebih baik terhadap dirinya, orangtua dan keluarganya, juga pencapaiannya dari kedisplinan, konsistensi dan kesabaran menabung. Dengan semua kebiasaan ini, anak diharapkan siap berhadapan dengan kehidupan nyata yang berhubungan dengan pengelolaan uang di kemudian hari.
Dan yang paling utama, ajarkan anak untuk selalu bersyukur dengan semua yang diperolehnya dan jangan lupa mengingatkannya untuk selalu bersedekah dan berbagi kepada sesama.

Sebagian sumber tulisan diambil dari : Buku “ Making Allowance” – Lermitte, Merritt

Penulis: Risa Mutia & Riawani Elyta

Editor: Yeni Mulati Ahmad

8047

6 Trik Agar Anak Melek Finansial

8047

Uang bukan segalanya, namun kekurangan uang bisa menjadi akar permasalahan dan konflik dari banyak hal. Ketika kita dikaruniai anak, secara otomatis kita juga diberi tanggung jawab untuk mengasuh anak tersebut untuk menjadi manusia yang baik. Mendidik anak adalah sebuah proses yang tidak bisa diulang dengan pertaruhan antara kegagalan dan keberhasilan. Salah satu pendidikan yang seyogyanya diberikan kepada anak adalah pendidikan kecerdasan finansial. Tujuan jangka panjang dari pendidikan ini adalah agar anak bisa mengembangkan keterampilan mengelola uang yang mantap dan positif sehingga di kemudian hari anak tidak memiliki ketergantungan finansial terhadap orangtuanya, memperkecil konflik keluarga akibat kekurangan uang, menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab terhadap diri dan keluarganya kelak  serta bisa berkontribusi positif sebesar-besarnya untuk kemaslahatan umat lewat sedekah tanpa batas.  Kesuksesan secara materi memang bukanlah tolak ukur keberhasilan seseorang, namun memiliki keluasan rejeki agar bisa berbagi sebanyak mungkin adalah salah satu bentuk  keberhasilan pendidikan terhadap seorang anak.

Tulisan ini akan dibagi dalam beberapa bagian.  Bagian pertama meliputi pengenalan dasar pengelolaan finansial  lewat penerapan uang saku.

UANG SAKU – PENGELOLAAN DASAR UANG

Ketika anak menginjak usia lima atau enam tahun, konsep uang saku sudah bisa diperkenalkan. Umumnya jika anak telah tahu fungsi uang sebagai alat pertukaran dan telah tahu membedakan nilai nominal uang, kita sudah boleh menerapkan pemberian uang saku. Berikut beberapa prinsip yang bisa diterapkan daam pemberian uang saku:

  1. Buat perjanjian antara orang tua dan anak

Sebelum anak menerima uang saku, buat perjanjian dengan anak tentang penggunaan uang saku yang meliputi tiga hal peruntukan ; untuk dibelikan barang atau makanan/minuman (jajan)  yang dibutuhkannya, untuk ditabung dan untuk disedekahkan

Termasuk di sini mendiskusikan besarnya uang saku yang bisa diterima sang anak, waktu pemberian uang saku(harian atau mingguan) dan jumlah uangnya.

  1. Bersikap tegas dan konsisten

Jika sang anak telah menghabiskan uang sakunya sebelum waktunya, tetaplah konsisten untuk tidak memberikan uang tambahan. Jika anak berpikir dia akan memperoleh tambahan uang begitu uang sakunya habis, maka dia tak akan pernah belajar mengelola uang saku.

  1. Jangan mengaitkan uang saku dengan hukuman atau pencapaian/prestasi

Seorang anak memperoleh uang saku karena dia adalah bagian dari keluarga dan tidak ada hubungannya dengan prestasi ataupun perbuatan buruk yang mengakibatkan hukuman baginya.

  1. Menjadikan menabung sebagai bagian dari perjanjian uang saku

Kebiasaan menabung seumur hidup adalah proses yang harus dimulai sedini mungkin. Ajarkan juga bahwa jika sang anak menginginkan uang maka menabung adalah salah satu cara terbaik untuk mencapai hal tersebut. Berikan dompet dan celengan untuk membantunya menyimpan uang. Mulanya sahabat Sakinah bisa mencatatkan jumlah tabungan tersebut di depan anak dan seiring pertambahan usia, anak akan bisa mencatat sendiri jumlah tabungannya. Sebaiknya ajarkan anak anda bersabar untuk menabung pertama kalinya tanpa tergoda keinginan untuk mengambilnya. Misalnya selama tiga bulan, lalu tunjukkan kepadanya jumah tabungannya dan berikan motivasi bahwa jika menabung lebih lama lagi, maka dia bisa memiliki tabungan yang lebih banyak. Tentunya semakin bertambahnya usia, pemahaman tentang penggunaan tabungan untuk hal – hal yang positif juga harus ditanamkan.

  1. Menetapkan persentase pembagian uang saku

Ajari anak kita untuk membagi uang sakunya. Biasanya mengikuti pola yang diterapkan oleh orangtuanya. Misalnya 10% untuk sedekah, 30% untuk tabungan dan sisanya, 60% untuk memenuhi kebutuhan sang anak.

Khusus untuk sedekah, ajak anak memberikan sendiri sedekahnya untuk mengembangkan kebiasaan berbagi sedini mungkin dan mengajarkan nilai spiritual bahwa harta yang abadi adalah sedekah kita. Termasuk di sini menanamkan kebiasaan bersyukur terhadap kelebihan yang diberikan Alah kepada kita. Nilai tambahan dari penanaman nilai ini adalah kecerdasan spiritual, sosial dan intrapersonal yang terasah. Kebiasaan berbagi ini juga bisa dikembangkan dengan mengajari anak misalnya dengan mentraktir atau membelikan hadiah untuk teman atau anggota keluarga yang lain.

  1. Memberikan selamat dan terus memotivasi anak untuk terus menerapkan kebiasaan baik, boleh juga dengan memberikan hadiah kecil misalnya membuatkan makanan kesukaannya atau mengajaknya berjalan-jalan atau mentraktirnya.

Semua hal di atas tentu memerlukan kesabaran dalam menjalankannya. Namun tujuan jangka panjang yang diperoleh dari semua usaha itu tentu akan membuat kita selalu termotivasi untuk memberikan pendidikan finansial terbaik untuk anak-anak kita. Dengan demikian akan membentuk karakter positif pada anak yaitu memiliki kesadaran dan tanggung jawab finansial yang kokoh dan mantap sejak dini.

Sebagian sumber tulisan diambil dari : Buku “ Making Allowance” – Lermitte, Merritt

Penulis: Risa Mutia & Riawani Elyta

Editor: Yeni Mulati Ahmad & Tim SSC

ARTIKEL-ARTIKEL PENDIDIKAN ANAK SILAKAN BACA DI SINI!

keuangan-usaha

6 Kiat Memulai Bisnis di Rumah

keuangan-usahaSuatu hari, seorang kenalan bercerita tentang keinginannya untuk berhenti bekerja dan memulai bisnis di rumah. Alasannya agar bisa mengasuh anak dan punya lebih banyak waktu untuk diri sendiri dan keluarga.

Tentu, niat untuk bekerja di rumah adalah niat yang baik. Tetapi, ada beberapa hal harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk berhenti bekerja dan memulai bisnis di rumah. Berikut diantaranya :

  1. Sholat Istikharah

Dalam mengambil keputusan, terutama keputusan penting yang menyangkut prioritas hidup dan keluarga, kita sebaiknya memohon pertolongan Allah agar ditunjukkan pilihan yang terbaik. Caranya adalah dengan melakukan sholat istikarah dan berdoa dengan khusyu. Terkadang, keputusan itu tidak langsung datang seusai sholat, tetapi kita tidak boleh putus asa. Teruslah melakukan sholat dan berdoa dengan khusyu sampai pikiran kita dibukakan dengan petunjuk dariNya.

  1. Persiapan Mental

Saat memutuskan untuk berhenti bekerja, ada banyak perubahan akan kita hadapi. Mulai dari perubahan lingkungan, lingkup pergaulan, sumber penghasilan, termasuk omongan miring orang-orang di sekitar kita yang menyayangkan keputusan tersebut. Oleh karenanya, ada baiknya kita mempersiapkan mental untuk menghadapi semua perubahan yang cukup drastis ini. Jika mental tidak siap, maka sedikit saja muncul hal yang kurang menyenangkan, kita akan mudah merasa kecewa dan menyesali keputusan.

  1. Pengetahuan

Untuk memulai bisnis dibutuhkan perencanaan yang matang dan pengetahuan tentang bisnis itu sendiri. Bisnis bukanlah sulap yang dapat terjadi begitu saja. Melainkan butuh usaha, kerja keras dan strategi. Oleh karenanya, persiapkan diri dengan pengetahuan seputar ilmu bisnis dan prakteknya saat telah memiliki niat untuk berbisnis di rumah.

  1. Riset

Sebelum mulai berbisnis, lakukan riset terlebih dulu terhadap kebutuhan orang-orang di lingkungan kita, sehingga mudah untuk memilih jenis produk yang akan dipasarkan. Sesuaikan juga dengan minat dan hobi kita. Karena melakukan bisnis yang seiring sejalan dengan apa yang kita minati, akan membuat kita merasa bahagia dan nyaman melakukannya.

  1. Finansial

Bisnis adalah sebuah proses yang dinamis dan tidak langsung bertumbuh dalam sekejap. Juga tidak ada yang bisa memastikan bisnis akan berjalan lancar begitu kita memulainya. Tak jarang, bisnis baru menunjukkan perkembangan yang signifikan setelah melalui jangka waktu berbulan-bulan atau bahkan hingga bertahun-tahun. Oleh sebab itu, sebaiknya cek dulu kesiapan finansial kita sebelum banting setir ke dunia bisnis. Minimal, kita masih punya tabungan atau aset pribadi yang cukup untuk biaya kebutuhan dasar selama setahun ke depan saat memutuskan untuk mulai berbisnis. Dengan demikian, jika ternyata bisnis kita tak berjalan sesuai harapan, atau menemui batu sandungan di awal prosesnya, kita tidak akan langsung jatuh kolaps dan kesulitan memikirkan biaya hidup.

  1. Manajemen waktu

Pikirkan juga bagaimana kita akan mengatur waktu jika berbisnis di rumah. Bagaimana membagi waktu untuk mengasuh anak, pekerjaan rumah tangga dan untuk urusan bisnis itu sendiri. Jangan sampai niat kita untuk berbisnis di rumah karena ingin selalu dekat dengan anak justru menjadi bumerang saat kita keteteran membagi waktu.

Berbisnis di rumah adalah sebuah aktivitas yang mengasyikkan dan menghasilkan jika kita mengetahui trik-trik menghadapi dan menjalankannya. Jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Allah swt agar niat baik dan usaha kita senantiasa dipermudah dan rejeki kita pun memperoleh berkah.

Selamat berbisnis di rumah :-)

 

Penulis

Riawani Elyta

akhwat mesir

Lima Adab Dalam Menuntut Ilmu

akhwat mesir

Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap muslim dan muslimah. Bahkan setiap kita akan diminta pertanggungjawaban di akhirat kelak, atas apa yang kita perbuat berdasarkan apa yang kita ketahui dan pelajari selama di dunia. Saking pentingnya kedudukan ilmu, hingga perintah pertama yang diturunkan Allah swt, yaitu “Bacalah”. mengandung makna tersirat bahwa setiap kita berkewajiban menuntut ilmu. Semua amal ibadah dan muamalah yang kita lakukan, harus berlandaskan ilmu yang benar. Bukan sekadar ikut-ikutan ataupun faktor kebiasaan orang-orang terdahulu.

Menuntut ilmu juga memiliki adab dan etika, agar ilmu yang kita serap tidak mudah berlalu dari ingatan, juga agar selalu terjaga pada jalan kebaikan. Berikut adalah 5 (lima) adab yang harus kita miliki dalam menuntut ilmu, yaitu :

  1. Menjaga Kebersihan Hati

Dalam menuntut ilmu, kita harus senantiasa menjaga hati agar tetap bersih dari segala penyakit hati seperti iri, dengki, sombong, dan sebagainya. Ini dikarenakan ilmu adalah ibadahnya hati. Ilmu hanya bisa diserap dan dipahami dengan baik oleh hati yang bersih. Menuntut ilmu juga akan memperoleh berkah jika dilakukan dengan hati yang bersih. Jika seseorang menuntut ilmu dalam kondisi hati yang masih dikotori penyakit dan akhlak yang buruk, maka ilmu yang didapat, boleh jadi akan dimanfaatkannya untuk kepentingan tertentu dan menjurus pada kehancuran.

  1. Mengurangi Keterikatan Hati dengan Dunia

Kesenangan duniawi berpengaruh sangat besar dalam proses pencarian ilmu, karena bisa memalingkan hati dan pikiran dari konsentrasi dalam menuntut ilmu. Sulit bagi kita untuk mencapai pemahaman yang mendalam terhadap ilmu jika hati dan pikiran kita terpecah belah oleh urusan dunia. Oleh karenanya, jika kita ingin serius mendalami ilmu, sudah sepantasnya kita melepaskan sebagian keterikatan terhadap hal-hal duniawi dan memberi lebih banyak ruang bagi pemahaman ilmu di dalam jiwa kita.

  1. Tidak Bersikap Sombong

Dalam menuntut ilmu, kita juga tidak boleh bersikap sombong. Misalnya, hanya mau mencari ilmu dan mempercayai ucapan ulama dan guru yang termasyhur saja. Sebaliknya, kita sebaiknya membuka diri terhadap ilmu yang bermanfaat dan mengandung petunjuk kebenaran dari berbagai sumber. Sebuah kalimat bijak mengatakan, bahwa ilmu enggan mendatangi pemuda yang sombong laksana banjir yang enggan mendatangi tempat-tempat yang tinggi. Ilmu hanya bisa diraih dengan sikap tawadu dan khusyu’, sebagaimana firman Allah swt dalam surat Qaf ayat 37 yang artinya :

“Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.”

Orang yang mempunyai hati pada ayat di atas mengandung makna orang yang menerima ilmu dengan sepenuh pemahaman. Ini tentunya harus diiringi dengan proses mendengar dan melihat secara fokus, serta menghadirkan hati dalam kondisi tawadu dan penuh rasa syukur agar ilmu yang dipelajari dapat diterima dengan baik dan bernilai keberkahan.

  1. Memiliki Skala Prioritas

Kemampuan yang terbatas begitupun keterbatasan usia kita membuat tak semua disiplin ilmu bisa kita pelajari dan kuasai. Oleh karenanya, kita harus memiliki skala prioritas dalam menuntut ilmu. Kita disarankan untuk mengambil intisari terbaik dari ilmu-ilmu yang ada dan mencurahkan perhatian pada ilmu yang mudah dipelajari lalu secara bertahap mempelajari ilmu pada tingkatan yang lebih tinggi.

Adapun ilmu yang harus kita jadikan prioritas adalah ilmu yang dapat meningkatkan keimanan dan rasa cinta kita kepada Allah swt, bukan sekadar ilmu yang berkembang dalam retorika dan perdebatan para ahli ilmu yang jika tidak dipahami dengan baik, justru bisa membawa kita pada perselisihan dan perpecahan.

  1. Memiliki Tujuan yang Baik

Seorang penuntut ilmu hendaknya meniatkan proses belajarnya dalam rangka memperindah batinnya demi mendekatkan diri kepada Allah. Orang yang menuntut ilmu di jalan Allah samalah kedudukannya dengan para mujahid. Oleh karenanya, menuntut ilmu tidak boleh dilandasi oleh keinginan demi meraih kekuasaan, pangkat, popularitas, harta ataupun untuk menipu orang-orang yang kurang berilmu. Menuntut ilmu dengan tujuan yang tidak baik, hanya akan menggiring pelakunya pada kehancuran, sebaliknya, ilmu yang diniatkan untuk mencari ridho Allah akan mengangkat derajat pelakunya di sisi Allah, sebagaimana firmanNya dalam surat Al-Mujadilah ayat 11 yang artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Semoga kita semua menjadi hamba Allah yang tak pernah berhenti menuntut ilmu, dan meniatkan proses kita dalam pencarian ilmu semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh keridhoanNya.

Referensi : Hawwa, Said. Tazkiyatun Nafs. Solo : 2014. Era Adicitra Intermedia.

Penulis: Riawani Elyta

850085

MEMAHAT PESONA SEORANG MUSLIMAH

850085

Sebelum kedatangan Islam bersama tuntunannya yang membawa rahmat bagi seisi alam (rahmatal lil ‘alamin), kedudukan seorang wanita sangatlah rendah bahkan hina. Memang, terdapat beberapa wanita non muslim yang mendapatkan posisi tinggi seperti Cleopatra, Ratu Seba dan permaisuri Orchid, permaisuri terakhir kekaisaran negeri China. Sayangnya jumlah mereka teramat sedikit, dan memerlukan perjuangan luar biasa untuk mencapai posisi tersebut. Dan meskipun sejarah kehidupan mereka banyak yang berakhir tragis, namun tinta sejarah tetap mencatat mereka sebagai wanita-wanita yang hebat pada masanya.

Kehadiran Islam telah mengangkat derajat kaum wanita, di mana para muslimah juga memiliki peluang yang sama dengan kaum pria untuk melakukan amal ibadah untuk mencapai ridha dan cinta Allah SWT.

Sayangnya, kemajuan peradaban tak sekonyong-konyong membuat wanita mendapatkan posisi istimewa sebagaimana Islam telah mengaturnya. Segudang problematika harus dihadapi kaum wanita dalam balutan sistem yang jauh dari nilai-nilai Islam sehingga membuat banyak wanita terdampar dalam kehinaan yang kadangkala juga diakibatkan oleh kebodohan mereka sendiri.

Untungnya, Islam telah memberi tuntunan kepada muslimah agar terhindar dari kehinaan walaupun harus hidup dalam sistem yang tak kondusif terhadap perkembangan Islam. Jawabannya secara sederhana namun kompleks termaktub dalam tiga poin besar, yakni Cantik, Cerdas dan Sholehah. Kecantikan yang dimaksud adalah kecantikan luar dan dalam.

Kecantikan itu terpancar dari dalam diri melalui pribadi dan sikap yang menarik. Berikut uraian singkatnya :
 Jadikanlah Ghadhul Basyar (menundukkan pandangan) sebagai hiasan kedua mata, maka mata akan semakin bening dan jernih
 Oleskan lipstik kejujuran pada bibir maka ucapan yang terlahir dari bibir akan semakin manis
 Gunakan pemerah pipi berupa rasa malu
 Pakailah sabun istigfar untuk membersihkan dosa dan kesalahan
 Rawatlah rambut dengan jilbab Islami yang akan melindungi dari pandangan kaum pria
 Pakailah giwang kesopanan pada kedua telinga
 Hiasilah kedua tangan dengan gelang tawadhu, jari dengan cincin ukhuwah dan leher dengan kalung kesucian
 Bedakilah wajah dengan air wudhu yang kelak akan bercahaya di akhirat

Untuk mendapatkan kecantikan luar tentunya sahabat Sakinah harus menerapkan pola hidup sehat, sadar gizi, makan dengan teratur, berolahraga, menjaga kebersihan diri, pakaian dan lingkungan, cukup istirahat serta melakukan perawatan rutin yang tentunya tidak harus mahal dengan kosmetika yang halal dan aman. Penting dicatat bahwa fisik yang menarik bukanlah untuk menarik perhatian laki-laki yang bukan mahram melainkan untuk membuat Allah semakin menyayangi kita karena Allah menyukai keindahan dan kebersihan. Tentunya untuk itu semua diperlukan kesabaran, kerja keras dan disiplin serta selalu ingat bahwa kita adalah cerminan dari ajaran yang kita anut, sehingga wajib bagi kita untuk tampil sesuai aturan yang telah digariskan oleh Islam.

Hal selanjutnya yang wajib dimiliki seorang muslimah adalah kecerdasan. Kecerdasan diperoleh dengan menuntut ilmu secara sungguh-sungguh. Untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, DR. Ali Al Qohthoni memaparkan caranya sebagai berikut :

 Berdoa kepada Allah agar diberi ilmu yang bermanfaat
 Bersungguh-sungguh dan berkeinginan keras dalam mencari ilmu dan mengharapkan ridha Allah terutama dalam mengkaji kitab Al Quran dan Sunnah.
 Menjauhi maksiat dengan bertakwa kepada Allah SWT
 Tidak sombong dan tidak malas menuntut ilmu
 Ikhlas karena Allah SWT
 Mengamalkan ilmu secara terus-menerus

Selanjutnya muslimah itu haruslah sholehah. Dalam surah An Nisa ayat 34, Allah berfirman yang artinya. “Wanita sholehah ialah qonitat (yang taat kepada Allah) serta hafizhat (memelihara diri) oleh karena Allah telah memelihara mereka.”

Kesholehan lekat dengan makna ketaatan seperti yang dicontohkan oleh para Nabi dan Rasul. Sedangkan memelihara diri dalam makna luas termasuk memelihara keluarga dan amanah yang diberikan karena kelak semua amanah tersebut harus kita pertanggungjawabkan di pengadilan Allah.

Untuk memenuhi kriteria muslimah sebagaimana yang telah diatur dalam Islam, seorang muslimah harus berusaha tanpa henti memahat pesona dirinya dengan meningkatkan kualitas untuk tujuan meraih ridha dan cinta Allah. Dengan mengetahui hakikat penciptaan diri dan tujuan penciptaan kita disertai usaha-usaha untuk terus hidup dengan tuntunan Islam yang syamil mutakamil, utuh menyeluruh dan sempurna, maka kita akan terhindar dari kehinaan duniawi dan akan mendapatkan tempat yang istimewa sebagaimana keistimewaan yang diberikan dalam tujuan penciptaan kita. Oleh karenanya, marilah bersama-sama kita berusaha meningkatkan kualitas diri meliputi kecerdasan, kecantikan hakiki dan menjadikan diri kita sebagai wanita sholehah yang merupakan sebaik-baik perhiasan dunia.

Sumber: sebagian tulisan ini diambil dari Agenda Muslimah
Penulis
Risa Mutia
Riawani Elyta

Editor: Afifah Afra

roti goreng

Resep Roti Goreng 2 in 1, Enaaak!

roti goreng

Musim hujan… malas beli jajanan, tapi diam di rumah perut malah kriut-kriut.

Bagaimana kalau kita bikin camilan yang pas sekali untuk dinikmati musim hujan begini. Dan dari satu resep ini, Sahabat Sakinah bisa menghasilkan 2 macam makanan ringan lho.

Yuk simak resepnya berikut ini!

 

 

Bahan :

300 gr tepung terigu cakra

200 gr tepung terigu segitiga

100 gr gula pasir

5 gr ragi instant

2 kuning telur

200 ml air es

100 gr margarine

1 sdt baking powder

Minyak goreng

 

Bahan Isi:

Abon

Muisjes cokelat

 

Cara Membuat:

  1. Campur tepung, gula, fermipan, baking powder, aduk rata.
  2. Masukkan telur dan air sambil diuleni perlahan-lahan
  3. Ketika adonan sudah tercampur rata, tambahkan margarine, uleni sampai kalis dan adonan tidak lengket di tangan
  4. Istirahatkan adonan selama kira-kira 30 menit atau mengembang dua kali
  5. Timbang adonan @30 gram, isi dengan bahan isi dan bulatkan. Jika mengisinya dengan abon, bentuk adonan seperti pastel. Jika mengisinya dengan cokelat, bentuk bulat adonan
  6. Biarkan kira-kira 1 jam sampai mengembang sekali lagi
  7. Goreng dengan minyak banyak dan panas sedang
  8. Hidangkan hangat-hangat

 

Untuk 30 buah

 

Penulis

Riawani Elyta

Do'a Orang Tua

Jangan Jadi Orang Tua Durhaka!

Do'a Orang TuaSuatu hari, saya membaca tulisan di sebuah blog yang bunyinya kira-kira begini :

Selama ini kita tahu bahwa Malin Kundang adalah anak durhaka, bagaimana kalau ternyata ada hal lain yang tidak kita ketahui, atau jika seandainya kedurhakaan Malin Kundang sebenarnya adalah disebabkan perbuatan orang tuanya?

Tulisan ini menyiratkan bahwa tak hanya anak-anak yang bisa menjadi durhaka, tetapi orang tua juga bisa menjadi orang tua yang “durhaka” jika mengabaikan hak dan kewajiban kepada anak-anaknya. Padahal, setiap kita akan dimintai pertanggungjawaban di yaumul akhir kelak, termasuk pertanggungjawaban kita dalam memenuhi hak dan menjalankan kewajiban kita terhadap anak-anak.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggunjawabannya dan demikian juga seorang pria adalah seorang pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhari: 2278).

Berikut adalah beberapa kewajiban yang harus kita lakukan sebagai orang tua terhadap anak-anak kita:

1. Memberi Nama yang Baik
Nama adalah salah satu tempat kita menitipkan doa. Oleh karenanya, sudah menjadi kewajiban orang tua untuk memberi nama yang baik kepada anak-anaknya, dengan harapan, sang anak akan memiliki akhlak dan budi pekerti seindah namanya.
Dari Abu Darda’, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda (yang artinya), “Sesungguhnya kamu sekalian akan dipanggil pada hari qiyamat dengan namamu dan nama ayahmu, maka baguskanlah nama kalian”. [HR. Abu Dawud]

2. Menyusui
Menjadi kewajiban seorang ibu untuk menyusui anaknya sejak baru dilahirkan hingga usianya genap dua tahun. Air susu ibu adalah makanan pertama terbaik untuk bayi yang dapat meningkatkan imunitas juga mempererat ikatan antara sang anak dengan ibunya.
Kewajiban menyusui ini juga tertera di dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 233 yang artinya:
“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertaqwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (Al-Baqarah: 233).

3. Memberi Nafkah
Di dalam surat Al Baqarah di atas juga tersirat kewajiban sang ayah, yaitu memberi nafkah kepada keluarganya. Sudah menjadi tanggung jawab ayah selaku kepala keluarga untuk mencukupi kebutuhan keluarganya termasuk anak-anaknya. Bahkan bagi seorang kepala keluarga, nafkah yang diberikan kepada keluarganya lebih besar nilainya dibandingkan uang yang diberikan kepada fakir miskin ataupun untuk memerdekakan budak, sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Satu dinar kamu infaqkan fii sabiilillah, satu dinar kamu pergunakan untuk memerdekakan budak, satu dinar kamu sedekahkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang kamu belanjakan untuk keluargamu, maka yang paling besar pahalanya ialah yang kamu belanjakan untuk keluargamu”. [HR. Muslim]

4. Menyuruh Anak-anak Mendirikan Sholat
Sholat adalah tiang agama. Oleh karenanya, perintah sholat harus diajarkan dan ditanamkan oleh orang tua kepada anak-anaknya sedini mungkin. Terkait kewajiban akan perintah sholat ini, Allah swt berfirman yang artinya: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bershabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezqi kepadamu, Kamilah yang memberi rezqi kepadamu. Dan akibat (yang baik) adalah bagi orang yang bertaqwa.” [QS. Thaahaa : 132].

Selain itu, orang tua juga berkewajiban mendidik anak-anaknya dengan pengetahuan agama yang baik dan benar, serta akhlak dan budi pekerti mulia. Orang tua hendaknya menjadi madrasah pertama bagi anak-anak dalam rangka mempersiapkan mereka untuk menjadi generasi islam yang beraqidah kokoh dan bertakwa.

5. Mencarikan Jodoh Saat Anak Dewasa
Pernikahan adalah penyempurna separuh agama. Bagi orang tua yang telah memiliki anak yang sudah dewasa, sudah selayaknya mencarikan jodoh yang baik untuk anak-anaknya, dengan harapan, sang anak kelak dapat membangun rumah tangga yang samara dan meneruskan amanah untuk mendidik generasi yang berkualitas.

Allah swt berfirman: “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [QS. An-Nuur : 32]

6. Mendoakan Anak-Anaknya
Terakhir, orang tua wajib mendoakan kebaikan bagi anak-anaknya. Boleh jadi di masa kecilnya seorang anak berperilaku bandel dan tidak penurut, tetapi berkat doa orang tua dan tidak putus asa dalam mendidik anak-anak, insya Allah kelak sang anak akan berubah menjadi anak yang sholeh dan penyejuk hati untuk keluarga.
Ini adalah salah satu doa bermohon kebaikan bagi keluarga:

Robbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a’yun waj’alna lil muttaqiina imaama…

 

Artinya: Ya Tuhan kami anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa. [QS. Al-Furqaan : 74]
Referensi :

http://salampathokan.blogspot.com

http://muslim.or.id

https://www.islampos.com

Penulis
Riawani Elyta