bisnis

Biarkan Anak Belajar Berbisnis

Keisya masih sekolah di Taman Kanak-kanak tetapi semangatnya berbisnis dengan berjualan permen patut diacungi jempol. Tanpa malu dan ragu Keisya menjajakan dagangan kepada teman-temannya, guru dan para ibu yang menunggu di luar sekolah. Keisya menjual permen hasil kreasi dia dan sang bunda, terbuat dari minuman serbuk dengan berbagai rasa lalu di campur susu sehingga membentuk bola-bola permen.

Meski kadang permen yang ia jajakan tak laku semua namun ia senyum dan tenang saja menanggapinya, dia berkata “Enggak apa-apa belum habis juga, nanti sore mau keliling di sekitar rumah dan besok temen-temen juga pasti beli lagi” katanya optimis. Apa yang Keisya lakukan ini sangat membanggakan dia tanpa sadar belajar sesuatu, belajar promosi, belajar kreatif dan belajar akuntansi, namun dia masih sangat membutuhkan bimbingan dan dukungan dari orang tua dan guru.

Seperti yang dipaparkan psikolog anak, Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto, anak-anak yang mengenal dunia bisnis atau wirausaha sejak dini, akan mendapati manfaat untuk bekal masa depan kelak karena akan menumbuhkan jiwa wirausaha dan menjadi pribadi yang kreatif. Kak Seto menambahkan, memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar berbisnis (berwirausaha) sejak kecil bukan berorientasi mencari uang. Melainkan lebih untuk melatih kemandirian, dengan mengandalkan kreativitasnya. Kak Seto menolak anggapan bahwa anak yang belajar bisnis sejak kecil, akan menjadi “mata duitan”. Tujuan melatih kewirausahaan sejak dini lebih untuk memberikan kesempatan pada anak untuk tumbuh menjadi pribadi kreatif karena sang anak merasa dihargai dan lebih percaya diri dalam mengembangkan potensinya. (FM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>