sahabata

Bersahabat dengan Mertua

sahabata

Sumber gambar dari sini

Pernikahan menyatukan dua insan dalam menjalani kehidupan yang baru. Keromantisan dan kekompakan pasangan melewati setiap liku kehidupan rumah tangga harus menjadi landasan. Namun, kenyataantidaklah seperti itu. Terkadang kekompakan harus berbenturan dengan aturan mertua, terutama bagi menantu wanita karena Kewajibannya setelah menikah adalah ber-khidmat kepada suami juga kepada orang tuanya  tentu dengan tidak mengabaikan dan melupakan keberadaan orang tua dari pihak wanita. Sedangkan seorang laki-laki setelah menikahber-khidmat dan bakti kepada orangtuanya terutama sekali ibunya sama sekali tidak putus, tidak ada yang berubah.

 

Banyak kasus cerita menantu dan mertua pada umumnya, sering diselingi perbedaan, pendapat perselisihan dan air mata. Beruntung bagi mereka yang tidak harus tinggal bersama dengan mertua munculnya permasalahan atau perselisihan dengan mertua sedikit bisa dihindari. Tetapi hal berbeda dengan pasangan suami istri yang harus tinggal bersama dengan mertua mereka, tentunya pemakluman dan kesabaran yang tinggi harus senantiasa kita semai dalam lubuk hati. Supaya perselisihan dan perbedaan yang mencolok tidak menjadi jalan kita mendurhakainya, karena mertua adalah orang tua kita sendiri. Merekalah yang telah membesarkan dan merawat pasangan yang menjadi pendamping hidup kita.

Salah satu pemicu retaknya sebuah rumah tangga adanya perselisihan yang timbul antara menantu dan mertua, biasanya bersumber dari perasaan kecemburuan dihati mereka. Jika pasangan anda begitu memperhatian kepada orangtuanya tanpa memperdulikan orangtua anda bahkan tanpa meminta pertimbangan anda sebagai pasangannya dalam memberikan sesuatu, tentu ini melukai perasaan satu pihak. Atau kasus lain jika sang mertua terlalu mencampuri urusan anak dan menantunya, hingga tak ada ruang berpendapat untuk menantu karena pasti sang anak akan selalu menurut pada orangtuanya.

Menurut psikolog pernikahan benturan atau perselisihan dengan mertua pasti akan selalu terjadi, selain kita memiliki kebiasaan dan latar belakang berbeda juga karena mertua memang merasa lebih tahu, lebih berpengalaman dalam segala hal. Cara jitu untuk mengatasi adalah dengan mencoba bersahabat dengan mertua, menerima perbedaan dan kekurangan dengan lapang dada. Karena entah berapa lama lagi orang tua kita dapat menemani kita, entah berapa lama lagi kita diberi kesempatan membahagiakan mereka. Bukankah kita mencintai pasangan kita, berarti kita juga harus mencintai mertua dengan sepenuh hati, selebihnya membantu pasangan kita agar selalu berbaktidanmembahagiakan pada orangtuanya. (FM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>