Bercanda Boleh Saja, Asal….

laugh

Masyarakat dikejutkan oleh tingkah polah seorang selebriti tanah air, saat mengisi acara di sebuah stasiun televisi baru-baru ini. Saat itu dalam acara musik pagi itu, ceritanya mereka sedang ditantang mengadu kecerdasan. Dalam segmen Cerdas Cermat, pertanyaan yang diajukan tentang kapan proklamasi Indonesia dikumandangkan, sang selebriti menjawab dengan tulisan “sesudah azan subuh” dan dirinya menjawab “32 agustus” sebagai tanggal proklamasi. Tak berhenti sampai di sana penonton dibuatnya ternganga lagi saat pernyataan lambang pancasila ke lima dirinya menjawab dan “bebek nungging”.

Mungkin memang niatnya hanya lucu-lucuan, hanya bercanda, biar para penonton terpancing tertawa. Namun ternyata adengan yang berdurasi tidak sampai lima menit tersebut berdampak sangat besar untuk sang selebriti. Entah lupa atau tidak sadar bahwa acara musik pagi itu “live” dan disaksikan jutaan mata masyarakat Indonesia. Akhirnya berbagai komentar meluncur dari masyarakat yang sangat geram dengan tingkah dan jawaban-jawaban sang selebriti yang nyeleneh, mereka dianggap tak peka dengan kehormatan negara dan melakukan pembodohan massal. Ancaman pidana pun menanti karena sang selebriti ini dianggap mengolok-olok lambang negara.

Bercanda atau berkata-kata lucu, bertingkah yang mengundang tawa, menghibur dan sejenisnya sebenarnya sangat dianjurkan, agar hidup terasa berwarna, penghilang jenuh, kegalauan serta menambah keakraban dengan teman, saudara dan pasangan. Sebagaimana yang dikatakan Said bin Al-’Ash kepada anaknya. “Kurang bercanda dapat membuat orang yang ramah berpaling darimu. Sahabat-sahabat pun akan menjauhimu.”

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam pun sesekali juga bercanda. Tetapi, harus digarisbawahi, bahwa candaan pun ada aturannya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah berkata kecuali yang benar. Bahkan dalam canda pun beliau tidak bohong. Misal, seorang sahabat pernah kebingungan karena Rasulullah mengatakan di matanya ada putih-putihnya. Ternyata yang dimaksud adalah bola mata yang berwarna putih.

Kita juga harus berhati-hati dalam bercanda. Kadang bercanda juga bisa berdampak negatif, yaitu apabila candaan dilakukan telah melampaui batas alias keterlaluan, juga seringkali membuat kita tidak sadar bahwa kata-kata yang semula kita maksudkan sebagai candaan, seringkali menusuk hati dan melukai perasaan teman, saudara dan pasangan kita. Beruntung jika langsung sadar bisa langsung ishlah, meminta maaf dan klarifikasi. Jika tidak, masalah ini akan menjadi semakin berlarut-larut dan keruh. Jadi, mari kita bisa lebih peka dan berpikir dulu sebelum bercanda.(Feli Mulyani)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *