Berapakah Frekuensi Hubungan Intim yang Sehat Sesuai Medis?

love-goodwp-com

Hubungan intim, adalah suatu hal yang urgen pada sebuah rumah tangga. Di tengah berbagai kesibukan yang dihadapi oleh suami dan istri, sebaiknya pemenuhan kebutuhan biologis menjadi prioritas penting bagi pasangan suami istri. Beberapa penelitian telah menunjukkan, bahwa keharmonisan rumah tangga ternyata sangat dipengaruhi dari kepuasan dalam masalah tersebut.

Penelitian Prof. Dr. Siti Setiati (2006) dari FKUI misalnya, dari kuisoner secara tertutup yang disebarkan terhadap 100 responden yang melakukan perceraian di DKI Jakarta, ternyata penyebab perceraian yang tertinggi, yakni 58% disebabkan karena ketidakpuasan pasangan suami istri dalam masalah hubungan intim. Demikian juga, Davis (2004), menyebutkan bahwa komunikasi dalam masalah hubungan suami-istri, sangat penting dilakukan oleh sepasang suami istri, agar kedua belah pihak sama-sama merasakan kepuasan, yang merupakan salah satu sebab penting terbinanya keharmonisan dalam rumah tangga.

Lantas, bagaimanakah frekuensi hubungan intim yang sehat secara medis dan psikologis? Menurut pakar, sebaiknya hubungan intim tidak terlalu sering, tetapi juga tidak terlalu jarang. Dua hari sekali merupakan frekuensi yang sehat. Terlalu sering, tentu akan membosankan salah satu atau dua belah pihak, sementara, terlalu jarang juga akan membuat satu atau dua belah pihak merasa tidak bahagia.

Psikolog dan penulis buku “Psikologi Pengantin”, Sinta Yudisia Wisudanti, Psi, M.Psi juga menyebutkan bahwa frekuensi hubungan intim sebaiknya memang ada di tengah-tengah. Tidak terlalu kerap, misal sehari tiga kali, juga tidak terlalu jarang. “Seminggu dua atau tiga kali, itu efektif untuk membangun perasaan dekat dan intim antar suami dengan istri,” tuturnya, ketika menjadi pembicara di acara Seminar Keluarga Samara di Gedung DPRD Kota Surakarta, yang diselenggarakan oleh Persatuan Majelis Taklim Surakarta (PERMATA), 9/4/2017 kemarin.

Bagaimana dengan frekuensi hubungan intim Anda dengan pasangan? Semoga sudah sehat sesuai dengan medis dan psikologis. Jika belum, mari kita upayakan agar hubungan kita dengan pasangan mulai membaik, baik secara kualitas maupun kuantitas.

Foto: goodwp.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>