Anakku, Pahlawanku #2

Menumbuhkan Sifat Kepahlawanan
Zaman terus berkembang dengan berbagai dinamikanya. Tentu pada setiap zaman, akan ada penggerak-penggeraknya. Alangkah bangganya kita jika para penggerak dinamika zaman, ternyata adalah orang-orang yang sangat dekat dengan kita: anak-anak kita. Tentu yang kita harapkan adalah penggerak dalam kebaikan, kebenaran, keadilan.
Dalam KBBI, pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; bisa juga dimaknai sebagai pejuang yang gagah berani. Adapun sifat kepahlawanan berarti berhubungan dengan sifat-sifat yang biasanya melekat pada seorang pahlawan sepertt keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan.
Mengapa seseorang bisa menjadi pahlawan, tentu karena karakter kepahlawanan yang dimilikinya. Menurut Suyanto (dalam Wibowo, 2011:32) menjelaskan bahwa karakter adalah cara berpikir atau berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dengan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat. Sedangkan pendidikan karakter adalah upaya yang dilakukan dengan sengaja untuk mengembangkan karakter yang baik (good character) berlandaskan kebajikan-kebajikan inti (core virtues) yang secara objektif baik bagi individu maupun masyarakat (Saptono, 2011:23).
Menurut Socrates (dalam Majid dan Dian,2011:30) tujuan paling mendasar dari pendidikan karakter adalah membuat seseorang menjadi good and smart. Sebagai seorang muslim, tentu kita sangat memahami penegasan Rasulullah SAW, bahwa tujuan utama diutusnya beliau sebagai Rasulullah adalah untuk menyempurnakan akhlak. ”Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang shalih”(H.R. Bukhari dalam shahih Bukhari kitab Adab; Baihaqi dalam kitab Syu’bil Iman dan Hakim).
Adapun karakter-karakter yang identik dengan sifat kepahlawanan antara lain:
  1. Cerdas. Seorang pahlawan sudah pasti cerdas, baik secara intelektual, emosional maupun spiritual. Tidak mungkin seorang yang tidak cerdas bisa menyelesaikan permasalahan-permasalahan besar yang menjadi tantangan serius bagi seorang yang berjiwa pahlawan.
  2. Berkarakter desainer dan pembaharu. Biasanya pahlawan adalah ‘desainer peradaban’, tentu dia haruslah sosok yang visioner, memiliki ide-ide besar, dan senantiasa melakukan kebaruan-kebaruan. Pahlawan bukan seorang pecontek, bukan seorang imitator, apalagi sekadar follower. Dia mengubah tradisi dari kegelapan menuju cahaya.
  3. Gagah berani . Berani melawan musuh, berani menanggung resiko, berani mengambil keputusan, dan berani hidung sengsara demi meraih tujuan-tujuan besarnya. Sosok penakut, tak mau mencari resiko, tak akan mungkin meraih derajat kepahlawanan.
  4.  Rela berkorban. Seorang pahlawan tentu harus rela berkorban. Berani berpayah-payah, berlelah-lelah, mengorbankan segalanya, bahkan nyawa.
  5. Penuh semangat, dan bisa menyemangati orang lain. Seorang pahlawan, adalah motivator luar biasa yang bisa menggerakkan orang untuk bangkit dari keterpurukan.
  6. Teguh memegang prinsip. Ingat bagaimana Tariq bin Ziyad justru membakar kapal yang membawanya dan para tentara mendarat di Eropa?
Bagian Kedua Dari Tiga Tulisan
Ditulis oleh Afifah Afra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>