anak puasa

Anak-Anak dan Bulan Ramadhan

Anak-anak sangat antusias menyambut bulan ramadhan, mereka akan mengalami keseruan shalat tarawih, tadarus dan merasakan kebersamaan saat makan sahur dan berbuka yang tak akan pernah mereka alami dibulan-bulan selain ramadhan. Namun bagi orang tua terutama ibu dengan buah hati yang baru belajar shaum, baru belajar shalat tarawih di masjid bulan ramadhan akan menjadi bulan yang penuh tantangan. Membayangkan sulitnya membangunkan anak-anak saat makan sahur sepertinya sudah membuat para ibu menggigil.

anak puasa

sumber gambar dari sini

Belum lagi saat siang mendengar rengekan anak yang lapar dan haus, padahal diwaktu-waktu biasa mereka sangat sulit diajak makan dan minum. Para orang tua terutama ibu selalu bergembira menyambut hadirnya bulan ramadhan namun se-gembira saat mereka belum memiliki buah hati. Bahkan ada ibu yang merasa ribet dan tidak enjoy menjalani bulan ramadhan karena harus menhadapi anak-anaknya yang terkadang membuat jengkel, sehingga membuatnya tidak fokus beribadah.

Menurut Yuria Pratiwi Cleopatra, seorang pakar parenting mengatakan sebetulnya para orang tua terutama ibu bisa menjalani ramadhan dengan indah, damai dan menyenangkan sekaligus mengajak anak-anaknya juga bisa fokus beribadah. Berikut beberapa tips bagaimana menjalani ramadhan bersama anak-anak yang baru menjalaninya :

  1. Mengetahui kapan anak-anak mulai bisa diajak berpuasa?

Para ibu tidak perlu dengan tegas ‘menyuruh’ anak kecil puasa kalau itu merepotkan, mereka belum wajib melaksanakan puasa, kewajiban puasa baru berlaku saat mereka berusia baligh. Dalam Islam, tidak ada perintah mengajarkan puasa pada anak usia dini, namun memberikan anak pengertian tentang puasa sejak mereka usia 3 tahun, bahwa orang dewasa tidak makan dan minum sampai maghrib. Adakalanya anak-anak TK mulai diperkenalkan puasa di sekolahnya.

  1. Mendukung dan menyemangati jika mereka ingin ikut berpuasa

Jika anak usia TK/ pra SD ternyata bersemangat dan sangat ingin ikut puasa, maka tugas kita adalah memberi support. Setiap malam kita tanya, apakah mereka mau dibangunkan untuk sahur? Apakah besok mau lanjut puasa? Sifatnya tawaran saja, tidak memaksa. Kalau ternyata anak memutuskan berbuka, maka kita berikan haknya. Kalau ingin melanjutkan kita bantu mereka. Jangan sampai anak sudah lemas, haus dan lapar malah dimarahi ibunya yang kesal.

  1. Memberi reward bagi anak yang shaum.

Apakah ini membuat anak tidak ikhlas? Mungkin anak memang belum paham tentang ikhlas. Yang kita latihkan adalah proses fisik shaumnya dulu. Insya Allah anak akan belajar ikhlas pada tahun-tahun berikutnya setelah secara fisik dia mampu shaum.

  1. Tetap memperhatikan kebutuhan gizi dan kalori anak-anak selama berpuasa.

Kita perlu membantu anak mengatur asupan makanannya agar nutrisi tetap terjaga selama puasa, saat sahur memberika mereka makanan yang kayak serat, protein dan susu. Saat berbuka pun tetap diatur tidak perlu menyiapkan tajil yang berlebihan. Rasulullah pun hanya mencontohkan tajil hanya dengan air dan kurma saja, sekalian mengajarkan banyak khasiatnya mereka memakan kurma. Setelah shalat maghrib bisa menyantap makanan ‘antara’ seperti sup, puding, susu atau makanan lain yang banyak mengandung air. Setelah Isya dan tarawih baru dilanjut makan berat. Namun bila anak sudah mengantuk setelah Isya, makan beratnya bisa dimajukan setelah maghrib.

  1. Membuat acara makan sahur yang gembira dan semangat.

Terutama di awal ramadhan anak-anak sulit dibangunkan, buat suasana seseru mungkin dengan menyediakan menu kesukaan anak-anak atau sekali-sekali deliveryagar mereka gembira dan bersemangat. Biasanya setelah seminggu tubuh kita sudah menyesuaikan diri, sehingg tidak sulit lagi untuk bangun sahur.

  1. Menikmati ramadhan ini disetiap detiknya.

Yang paling penting adalah menjaga agar para orang tua terutama ibu tetap tenang,menjalani dan menghadapi ramadhan. Tidak perlu banyak kecemasan dan kekhawatiran, tidak perlu mempersulit diri dengan berbagai aturan yang ketat dan ideal. Nikmati saja ramadhan ini sebagai bulan refreshing, perbanyaklah me time untuk beribadah dan bermesraan dengan sang Khaliq.(fm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>