Agar Malam Pertama Penuh Berkah, Ini yang Harus Kalian Kerjakan

flower-wallpaper-8

kawan imut-rayuan

Pengantin baru, ahai… malam pertama! Betapa mendebarkan. Konon, malam pertama selalu menjadi hal paling didambakan oleh sepasang pengantin.

Bahkan, menurut Konsultan Sayap Sakinah Center, dan pengisi Rubrik Harmoni Keluarga di MH FM Surakarta, Yeni M. Ahmad alias Afifah Afra, malam pertama adalah sesuatu yang selalu dikenang sepanjang masa pernikahan seseorang.

“Seandainya malam pertama penuh kesan, maka akan menjadi kenangan yang manis, dan mungkin akan jadi penyelamat ketika sepasang suami istri sedang dalam konflik. Maksudnya, ketika sedang konflik dan kemudian ingat suasana saat itu, hati mereka akan meleleh dan ada keinginan untuk memperbaiki hubungan.”
Itulah yang disebut malam pertama penuh berkah. Dalam buku Psikologi Pengantin, Penulis dan Psikolog Sinta Yudisia W, Psi, M.Psi juga mengatakan, bahwa malam pertama adalah hal yang sangat penting bagi sepasang pengantin baru, sehingga semestinya bisa melakukan persiapan meliputi fisik, psikis, dan juga ruhiyah.
Malam pertama sering juga disebut sebagai zafaf. Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar bisa mendapatkan malam pertama penuh berkah.
1. Bersikaplah rileks dan tenang. Sebab, apa yang akan terjadi di malam pertama, jika diniatkan untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT bisa bernilai ibadah. Ikhlaskan bahwa aku adalah miliknya, dan dia adalah milikku. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk dari sakinah, yakni didefinisikan sebagai “Litaskunuu ilaiha” alias perasaan cenderung dan merasa tentram kepada pasangan yang telah menikah secara syah dengan kita .
2. Temui pasangan kita dengan kondisi terbaik. Misal berdandan, memakai baju yang indah, lembut dan nyaman, memakai minyak wangi, dan dengan senyum yang cerah. Tak hanya istri, suami pun sebaiknya berdandan, mencukur kumis, merapikan jenggot, dan menggunakan baju yang indah. Sahabat Rasulullah SAW, Abdulloh Ibnu Abbas r.a., adalah lelaki yang selalu berdandan saat sebelum menemui istrinya.
3. Bukalah kesempatan malam pertama dengan hal-hal ringan, misal minum segelas susu berdua, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW bersama Aisyah. Lalu, bercanda ringan, agar perasaan tegang bisa hilang. Kita bisa mengoleksi humor-humor ringan dan kita sampaikan kepada pasangan kita.
4. Lakukan shalat sunnah dua rakaat bersama istri, sebagaimana hadist berikut ini, “Jika kamu masuk menemui istrimu maka shalatlah dua raka’at, kemudian mohonlah kepada Allah kebaikan yang dimasukkan kepadamu, berlindunglah kepada Allah dari keburukannya, kemudian setelah itu terserah urusanmu dan istrimu.” (HR. Ibnu Abu Syuaibah).
5. Letakkan tangan suami di atas ubun-ubun istri, ucapkan basmallah, lalu berdoa: “Allahumma inni as aluka khairaha wa khaira ma jabaltaha alaihi wa a’udzubika min syarriha wa min syarri ma jabaltaha alaihi” yang artinya “Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiatnya yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.”
6. Bacalah doa sebelum jimak, yaitu: “Bismillah, Allahumma jannibnasy-syaithoona, wa jannibisy-syaithoona maa rozaqtanaa,” yang artinya, “Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah jauhkanlah kami dari syaitan dan jauhkanlah syaitan dari anak yang kau anugrahkan kepada kami” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
7. Mulailah dengan cumbu rayu, pelukan dan ciuman, baru kemudian berjimak. Jangan terburu-buru, lakukan dengan pelan-pelan.
8. Usai jimak, jangan langsung tinggalkan istri begitu saja. Tetaplah bersamanya untuk beberapa saat.
9. Cucilah kemaluan dengan air hangat, boleh setelah itu tidur, tetapi jangan lupa mandi besar ketika terbangun.

Semoga malam pertama kalian penuh berkah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *