6 Kiat Agar Anak Rajin Menabung di Bank

bisnis

keuangan-usaha

Di artikel kemarin, kita kita telah membahas tentang 6 Trik Agar Anak Melek Finansial, yang isinya adalalah prinsip pemberian uang saku dan membangun kebiasaan menabung seumur hidup.

Selanjutnya, kita akan membahas tentang bagaimana agar anak rajin menabung uang saku tersebut, khususnya di bank. Sebab, sekadar menabung di celengan, akan sangat berisiko. Langkah ini penting untuk membentuk kecerdasan finansal anak. Tujuannya adalah sebagai berikut:
– Agar anak terbiasa mengelola uang yang mereka miliki
– Agar anak memahami cara kerja bank sehingga kelak mereka mampu memanfaatkan nilai positif menabung di bank
– Melatih mereka untuk bernegosiasi dan menangani masalah uang langsung dengan orang, dan bukannya mesin.

Berikut ini prinsip – prinsip yang bisa diterapkan ketika memperkenalkan dan membuat anak bersahabat dengan bank:

Pertama, pilihlah bank syariah yang ramah terhadap anak
Kesan pertama sangat penting, sehingga penting untuk menciptakan pengalaman pertama yang berkesan positif bagi anak. Jika perlu, sebelum mengajak anak, kita bisa berkenalan langsung dengan petugas bank dan meminta mereka untuk bekerjasama dengan baik ketika kita mengajak anak untuk menabung pertama kalinya.Untuk selanjunya, penyetoran ini bisa dilakukan misalnya satu bulan sekali.
Anak perlu diperkenalkan tentang bank syariah agar memahami prinsip utama dalam kehalalan penyimpanan uang dan menghindari riba yang diharamkan Allah.

Kedua, latih kemandirian si anak untuk menabung sendiri
Setelah tahap perkenalan, selanjutnya latihlah anak melakukan sendiri transaksi perbankannya mulai dari mengisi slip, melakukan penyetoran/penarikan hingga berhadapan dengan petugas bank. Dalam kehidupan selanjutnya di masa dewasa kelak, banyak hal yang harus dilakukan anak yang berhubungan dengan pendanaan, agunan, pinjaman dan sebagainya. Langkah ini penting untuk membangun keyakinan dan rasa percaya diri anak.

Ketiga, meminta buku tabungan dan menolak kartu ATM
Beberapa bank kadang memberikan sistem laporan bulanan. Sebaiknya kita memilih buku tabungan untuk memantau pertambahan jumlah tabungan anak yang juga bisa dilihat oleh anak kita. Untuk tahap awal, anak tidak perlu diperkenalkan dengan kartu ATM terlebih dahulu. Memiliki kartu ATM membuat anak-anak bisa melakukan transaksi tanpa mengetahui asal uangnya. Kartu ATM juga membuat tabungan anak mudah diambil dan mereka bisa dengan mudah mengurasnya. Selain itu kartu ATM bisa merusak kebiasaaan menabung yang sedang coba kita tanamkan.Pengenalan kartu ATM bisa dilakukan ketika anak sudah beranjak remaja dan punya pengendalian yang lebih baik.

Keempat, menabung dari uang selain penyisihan uang saku yang didapat anak
Ketika berkunjung ke rumah keluarga besar, saat momen hari raya, berulang tahun, mendapatkan hadiah saat mengikuti perlombaan, seringkali anak memperoleh uangtambahan. Jika jumlahnya besar, anjurkan anak untuk menyimpan separuhnya di bank dan mereka boleh menggunakan sisanya untuk keperluan mereka.

Jelaskan tentang menabung dan cara kerja bank setelah mereka mempraktekkannya secara langsung
Jelaskan tentang cara kerja bank, manfaat positif menabung di bank dan tujuan jangka pendek dan menengah dengan memiliki sejumlah tabungan. Selain tentunya faktor keamanan menyimpan uang di bank daripada di rumah.
Jika anak telah terbiasa menabung di bank dan telah memilik pemahanam yang semakin baik, kita boleh memberitahu tentang adanya perbedaan bank syariah dan konvensional termasuk layanan yang bisa diberikan oleh bank misalnya pinjaman, agunan, kartu kredit, kartu debit hingga asuransi.

Keenam, terus semangati anak dan beri hadiah jika tabungannya telah mencapai jumlah tertentu yang disepakati
Anak perlu dibina untuk memiliki kebiasaan menabung seumur hidup. Tunjukkan pentingnya memiliki sejumlah uang yang bisa dimanfaatkan jika anak menginginkan sebuah barang atau menginginkan sebuah pencapaian tertentu misalnya untuk liburan, membeli sepeda baru, mengambil kursus, membelikan hadiah untuk keluarga dan sebagainya.

Dengan menanamkan kebiasaan menabung sejak dini, anak belajar bahwa untuk mencapai sesuatu, diperlukan kesabaran dan kerja keras. Anak juga tidak sembarangan menghabiskan uang yang diperolehnya. Anak akan memiliki penghargaan yang lebih baik terhadap dirinya, orangtua dan keluarganya, juga pencapaiannya dari kedisplinan, konsistensi dan kesabaran menabung. Dengan semua kebiasaan ini, anak diharapkan siap berhadapan dengan kehidupan nyata yang berhubungan dengan pengelolaan uang di kemudian hari.
Dan yang paling utama, ajarkan anak untuk selalu bersyukur dengan semua yang diperolehnya dan jangan lupa mengingatkannya untuk selalu bersedekah dan berbagi kepada sesama.

Sebagian sumber tulisan diambil dari : Buku “ Making Allowance” – Lermitte, Merritt

Penulis: Risa Mutia & Riawani Elyta

Editor: Yeni Mulati Ahmad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *