5 Prinsip Menghias Rumah Secara Islami

islamic house

islamic houseSahabat Sakinah, sesuai kodrat kita sebagai makhluk Allah yang mencintai keindahan, maka kita juga selalu berkeinginan untuk mendekorasi rumah sesuai dengan selera dan kemampuan. Namun ada satu hal perlu diperhatikan, bahwa dalam mendekorasi rumah, kita juga perlu memperhatikan kaidah-kaidah yang sesuai prinsip islam.

Melanjutkan artikel terdahulu tentang Prinsip Dekorasi Rumah Islami, berikut ini akan kami sajikan tips-tips mendekorasi rumah yang tidak melanggar prinsip Islam. Apa saja tipsnya? Simak yuk!

1. Mendekorasi dengan Barang Halal
Kita diperbolehkan mendekorasi rumah dengan tujuan untuk memperindah tempat kita tinggal dan mensyukuri nikmat Allah. Dalam mendekorasi rumah, hendaknya kita menggunakan hiasan yang halal; baik halal dalam perolehannya, maupun halal dari segi material dari dekorasi tersebut.

2. Tidak Memasang Gambar atau Meletakkan Patung Makhluk Hidup
Jika kita ingin menghias rumah dengan meletakkan gambar atau lukisan, pilihlah yang tidak mengandung unsur makhluk hidup atau gambar-gambar binatang. Demikian juga hendaknya jangan menaruh patung yang berbentuk makhluk hidup.
Hadits riwayat Ibnu Abbas r.a. menyebutkan bahwa Nabi saw. pernah bersabda: “Malaikat tidak akan memasuki rumah yang ada anjing atau ada gambarnya.” (Shahih Muslim no.3929).
Sebagai gantinya, kita bisa memasang lukisan kaligrafi ataupun gambar yang mencerminkan ciri Islami seperti gambar Ka’bah, masjid, dan sebagainya.

3. Tidak Mengganggu Hak-hak Tetangga
Saat membangun rumah, dianjurkan untuk memaksimalkan perkembangan mendatar (meluas) terlebih dahulu daripada perkembangan ke atas (meninggikan bangunan). Perhatikan juga bangunan atau rumah di sekitar, jangan sampai mengganggu hak-hak tetangga. Misalnya meninggikan rumah sehingga menghalangi sirkulasi udara dan cahaya matahari ke rumah tetangga, ataupun air dari atap rumah kita jatuh ke rumah tetangga, atau juga daun-daun dari pohon yang tumbuh di rumah kita tetapi saat jatuh justru mengotori halaman rumah tetangga.
Rasulullah SAW bersabda:
“…Janganlah meninggikan bangunan rumahmu melebihi bangunan rumahnya yang dapat menutup kelancaran angin baginya, dan jangan kamu mengganggunya dengan bau periuk masakan kecuali kamu menciduk sebagian untuk diberikan kepadanya.” (HR At-Thabrani).

4. Tidak Bermegah-megahan
Ukuran rumah sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan jumlah penghuni rumah. Tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit agar kenyamanan dan keharmonisan antar penghuni rumah maupun dengan tetangga dapat terpelihara dengan baik.
Rasulullah SAW bersabda: “Sebaik-baiknya perkara ialah pertengahannya (tidak berlebihan/seimbang).”

5. Tidak Menghias Rumah dengan Emas dan Perak
Emas dan perak adalah simbol kemewahan dan kemegahan, oleh karenanya tidak dianjurkan untuk menggunakan hiasan dari kedua bahan ini sebagai pelengkap dekorasi rumah. Karena hal ini bisa memicu sifat sombong dan ketimpangan sosial dengan tetangga yang kurang mampu.
Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah kalian minum dalam bejana emas dan perak, dan jangan pula makan dalam piring keduanya. Sesungguhnya emas dan perak hanya untuk mereka (orang kafir) di dunia. Sedangkan bagi kalian di akhirat kelak.” (HR Muttafaq ‘Alaih).

Penulis: Riawani Elyta